Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara menggunakan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Fiqih Bab Shalat

Mata pelajaran fiqih mempunyai peranan yang sangat penting di Madrasah Ibtidaiyah dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalankan syariat Islam. Definisi fiqih sendiri ialah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah SWT, hubungan antara sesama manusia serta hubungan dengan makhluk lain ciptaannya Allah. Ketiga hubungan ini saling berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya shalat yang merupakan rukun islam kedua setelah syahadat. Melaksanakan shalat berarti bentuk implementasi dari syahadat itu sendiri. Apabila pemahaman tentang esensi shalat sudah benar serta melaksanakannya sesuai dengan syariat Islam, maka hubungan sesama manusia dan makhluk lain berjalan dengan baik.



Pengertian shalat menurut bahasa adalah berdoa, sedangkan menurut istilah atau syara’ adalah rangkaian kata-kata (doa) atau perbuatan yang telah ditentukan, diawali dengan membaca takbir dan diakhiri dengan salam sesuai syarat dan rukun yang telah ditentukan. Shalat ada dua macam yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Bacaan-bacaan shalat yaitu diawali dengan membaca niat kemudian takbiratul ihram, doa’ iftitah, surat Al-Fatihah, ayat atau surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud awal, tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam yang dilakukan secara tertib.

Dalam melaksanakan shalat, tidak hanya membaca bacaan shalat saja tetapi dengan gerakan shalat juga. Shalat tidak akan sempurna dan sah apabila salah satu antara gerakan atau bacaan saja yang dilakukan. Gerakan shalat yaitu berdiri menghadap kiblat, berniat dan bertakbiratul ihram, berdiri dengan tangan bersendekap (apabila tidak mampu bisa dengan duduk atau tidur), ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tasyahud awal, duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan gerakan salam.

Saat ini banyak sekali metode yang digunakan dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah metode demonstrasi. Pengertian dari metode demonstrasi adalah metode yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian kepada peserta didik. Tujuan metode demonstrasi yaitu untuk memperjelas pengertian konsep keilmuan atau materi belajar dengan memeragakannya.

Metode ini sangat baik diterapkan dalam pembelajaran fiqih untuk mengenalkan shalat kepada peserta didik, guru tidak hanya menjelaskan pengertian shalat saja sesuai syariat Islam tetapi juga meragakannya dengan benar. Guru dapat memeragakan gerakan shalat yang benar bersamaan dengan bacaannya. Peserta didik dapat memerhatikan dan mengamati guru saat meragakan shalat. Guru juga dapat mengaktifkan pembelajaran saat berlangsung, yaitu dengan cara memilih salah satu peserta didik untuk mengulangi peragaan shalat disertai panduannya.

Dengan demikian penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran fiqih, peserta didik diharapkan mampu mengerti materi shalat serta dapat menerapkan dan mengamalkan shalat dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung, melalui penerapan metode demonstrasi ini peserta didik juga sangat diharapkan mampu mengenal esensi shalat sehingga dapat menjadi pribadi yang baik.

Guru memerlukan langkah-langkah secara urut untuk menerapkan metode ini. Berikut langkah-langkahnya : dimulai degan tehap merencanakan, kemudian tahap melaksanakan dan yang terakhir yaitu tahap evaluasi. Yang perlu dilakukan pada tahap perencanaan adalah guru merumuskan tujuan kegiatan yang diharapkannya setelah metode demonstrasi berakhir, merumuskan garis besar langkah-langkah yang akan diperagakan oleh guru, memperhitungkan waktu, dan menetapkan evaluasi atau penilaian terhadap kemampuan peserta didik.

Sedangkan dalam langkah-langkah pelaksanaan, guru melaksanakan apa yang telah direncanakan sebelumnya dan jangan lupa memberikan kesempatan peserta didik untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Tahap terakhir evaluasi, dalam tahap ini  guru bisa memberikan tugas kepada peserta didik untuk mengetahui apakah metode demonstrasi sudah berjalan efektif sesuai yang tujuan kegiatan yang dirumuskan.

By : Putri Maulida Anggraeni

Berlangganan via Email