Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Strategi Pembelajaran Dibangun?

Pada era saat ini guru diwajibkan untuk menguasai teknik penyampaian materi guna menarik perhatian peserta didik  dalam proses belajar mengajar. Guru harus lebih mengenal berbagai jenis strategi pembelajaran sehingga guru dapat mengetahui strategi manakah yang paling pas untuk mrngajarkan suatu mata pelajaran tertentu. Ketika guru telah menguasai strategi pembelajaran akan lebih menarik, efektif, dan efisien dalam proses belajar mengajar. Secara berurutan guru akan mempelajari tentang konsep strategi pembelajaran, yang mencakup pengertian pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran.

Dengan ini guru ditekankan untuk memahami strategi pembelajaran  yang akan diterapkan ke peserta didik.  Dengan itu guru perlu memfikirkan strategi pembelajaran yang tepat untuk di gunakannya. Karena ini sangat berpengaruh kepada peserta didik dan berdampak pada tingkat penguasaan dan prestasi peserta didik.

a. Pengertian strategi pembelajaran
Pengertian strategi pembelajaran, secara etimologi strategi berasal dari kata bahasa yunani “startos” yang berarti agen dan pasukan bisa juga disebut pemimpin. Jadi arti strategi ini adalah pasukan. Maka ilmu strategi ini adalah ilmu tentang perang.  Dalam dunia pendidikan sendiri strategi adalah rencana, metode, atau serangkaian kegiatan yang di rancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Sedangkan secara terminologi strategi pembelajaran adalah sebuah perancanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran juga bisa diartikan serangkaian kegiatan yang ada di dalamnya menggunakan metode dan pemanfaatan sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran.

b. Pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli
Gerlach dan Ely (1990)
Strategi pembelajaran pemilihan atas berbagai jenis latian tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.meraka menegaskan bahwa setiap perbuatan yang di harapkan dapat terpenuhi oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat di praktekan. Hamzah B. Uno (2008:45). Strategi pembelajaran adalah hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran, J.R David (Wina Senjaya, 2008). Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Bisa juga disebut sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain agar mencapai tujuan pendidikan tertentu. 
 media pembelajaran

Ada beberapa jenis Media Pembelajaran menurut taksonomi Leshin, dkk (dalam Arsyad, 2002: 79-101) adalah sebagai berikut. 
a. Media berbasis manusia 
Media yang biasa digunakan untuk mengkomunikasikan informasi atau peran yaitu media berbasis manusia
b. Media berbasis cetakan 
media yang berbasis cetakan pembelajaran dan umum dikenal yaitu jurnal, majalah, buku penuntun, buku teks, buku latihan ataupun buku kerja.
c. Media berbasis visual 
Media berbasis visual ini untuk memperkuat ingatan serta melancarkan pemahaman, media ini penting dalam suatu proses pembelajaran. 
d. Media berbasis audiovisual 
Media berbasis audiovisual ini dalam memproduksinya terdapat penggabungan suara. Terdapat hal penting dalam media ini yaitu penulisan naskah yang memerlukan rancangan, penelitian. 
e. Media berbasis komputer 
Media berbasis komputer ini didalamnya ada CAI (Computer Assisted Instruction) sebagai penunjang pelatihan maupun pembelajaran. Media ini mempunyai peran sebagai model pembelajaran.

Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Terdapat prinsip-prinsip untuk pemilihan suatu media pembelajaran yang benar dan baik, menurut prinsip-prinsip Setyosari yaitu:
1. ciri-ciri media sesuai dengan keadaan untuk tingkat pembelajaran ataupun kerja.
2. siswa memerlukan suatu pembelajaran yang khusus.
3. karakteristik suatu pembelajaran yang terkait dengan lingkungan.
4. mempertimbangkan suatu media yang mudah dilaksanakan dan praktis.

Jenis jenis metode pembelajaran 
metode ceramah
Metode ini mengajarankan pada siswa dengan cara menyampaikan informasi secara lisan atau berceramah kepada siswa. . Metode ini mampu digunakan untuk mengatasi kelangkaan literatur atau sumber rujukan informasi karena daya beli siswa yang diluar jangkauan.  Metode ini merupakan metode yang paling simple  tidak membutuhkan alat banyak, adapun metode ini memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. 
Kekurangan 
1. Siswa menjadi pasif.
2. Evaluasi proses belajar sulit dikontrol, karena tidak ada poin pencapaian yang jelas.
3. Proses belajar akn menjadi membosankan dan siswa mengantuk.
4. Siswa akan merasa terpaksa untuk mendengarkan
5. Proses pengajaran hanya akan terpaku pada pengertian kata semata
B. Kelebihan 
1. Siswa akan lebih fokus dalam mendengarkan.
2. Guru dapat menguasai suasana kelas.
3. Guru mendapat ruang untuk menjelaskan lebih luas.
4. Mudah dilakukan oleh semua guru.
. Metode Diskusi
Metode diskusi ini yakni metode pengajaran yang erat hubungannya dengan belajar pemecahan masalah. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara belajar berkelompok atau diskusi kelompok. Adapun kelebihan dan kekurangan metode diskusi ini, antara lain:
 Kelebihan 
1. Peserta didik akan memahami bahwa setiap permasalahan pasti ada penyelesaian.
2. Siswa dapat berfikir lebih kritis.
3. Membuat siswa belajar dalam menyampaikan argumennya.
4. Mengerti akan indahnya toleransi.
5. Medorang siswa lebih menghargai masukan dari siswa yang lain..
 Kekurangan 
1. Hanya cocok di gunakan untuk kelompok kecil
2. Tema diskusi terbatas.
3. Hanya dikuasai oleh siswa yang suka berbicara.

3. Metode Demostrasi
Metode demonstrasi ini lakukan pada pengajaran menggunakan bahan ajar atau benda pada saat pengajaran. Bahan ajar ini akan memberikan imajinasi secara nyata terhadap apa yang akan dipelajari, yang biasa dibilang praktikum. Metode ini juga memiliki manfaat kepada siswa untuk lebih tertarik dengan apa yang diajarkan oleh pengajar, siswa akan  lebih fokus dalam menerima materi, pengalaman adalah pelajaran terbaik dan mudah diingat dengan baik oleh siswa. Metode demonstrasi ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain:
Kelebihan metode demonstrasi ini, yakni:
1. siswa akan lebih mengetahui cara kerja dengan nyata.
2. Dengan paktikum siswa lebih mudah memahami
3. mengurangi kesalahan dalam menyampaikan materi
Kekurangan dari metode demonstrasi ini, antara lain:
1. Ketika benda yang di gunakan dalam demonstrasi terlalu kecil siswa akan kesusahan dalam memperhatikan.
2. Tidak bisa diikuti oleh siswa terlalu banyak.
3. Tidak semua materi dapat di demonstrasikan.
4. Memerlukan guru yang berpengalaman dalam mendemokan suatu meteri.

By : Azzam Ismahudin Majid

Berlangganan via Email