Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Handphone Diperlukan Untuk Anak Sekolah Dasar (SD)?


Handphone



Di Era Globalisasi saat ini, mempunyai HP sendiri mungkin tidak menjadi aneh lagi. Karena fungsi HP adalah untuk berkomunikasi di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Dan sekarang HP tidak lagi harus menjadi barang yang dapat di gunakan oleh orang dewasa saja, tetapi bagi anak TK dan SD semuanya sudah menjadi barang yang dapat  juga mereka gunakan. Produk telekomunikasi yang satu ini memang barang yang unik. Kontennya dipenuhi dengan banyak fitur-fitur menarik dan inovatif, mulaidarifiturmusik, video, kamera, radio, tv, rekaman, akses internet, dll. Sistemoperasinya pun tidak begitu rumit, semuanya dipermudah sehingga pengguna dari berbagai kalangan pun mahir mengoperasikannya. Dilihat dari harganya, ternyata relative terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat, akibatnya produk ini begitu membludak membanjiri pasar-pasar elektronik di negeri ini.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengguna jasa telekomunikasi seluler di Indonesia pertahun 2011 telah mencapai lebih dari 240 juta pelanggan. Pada akhir tahun 2011 lalu, naik 60 juta pelanggan disbanding tahun 2010. Angka ini mendekati jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 258 juta penduduk pada Desember 2010. Perkembangan jumlah pelanggan seluler di Indonesia bisa dibilang cukup fantastis.

Ponsel memang memiliki banyak kegunaan. Namundi samping itu ternyata ada pula efek negative dari penggunaan ponsel pada anak usia TK dan SD, di antaranya mengganggu perkembangan, kesehatan dan pendidikannya. Orang tua ada yang berpikir bahwa anak-anak cenderung menyalahgunakan kepercayaan dengan menghamburkan waktu berjam-jam hanya untuk sekedar ngobrol atau SMS-an sama temannya, mendengarkan music atau bahkan browsing internet. Mereka kehilangan minat dalam belajar, mereka juga kehilangan minat untuk bermain yang sifatnya interaksional, padahal masa anak-anak ini merupakan masa keemasan yang sejatinya di isioleh kegiatan belajar dan bermain interaksional bersama teman-teman sebayanya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli kesehatan, mengatakan bahwa penggunaan ponsel pada usia di bawah usia 16 tahun sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi otak. Karena ponsel akan menghasilkan paparan radiasi sehingga berpengaruh pada kerusakan otak. Banyak ahli memperingatkan bahwa kanker pada anak-anak adalah terkait dengan penggunaan ponsel. Namun ada penelitian terbaru yang dilakukan oleh Sir William Stewart yang mengatakan bahwa tidak ada bukti konkret sehubungan dengan bahaya kesehatan pada anak-anak melalui penggunaan ponsel, namun ia mengatakan bahwa langkah-langkah pencegahan perlu diambil demi menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Dia tegas mendukung bahwa anak di bawah usia 8 tahun tidak harus dizinkan untuk menggunakan ponsel. 

Sebagai orang tua di masa mendatang tentunya harus lebih bijak dalam mengambil keputusan terutama yang berkaitan dengan pemberian ponsel pada anak usia TK dan SD. Orang tua perlu memilah mana yang termasuk keinginan atau kebutuhan anak. Tidak semua keinginan anak terutama yang berkaitan dengan penggunaan ponsel harusdi penuhi, perlu pertimbangan yang matang supaya terhindar dari insiden buruk yang ditimbulkan. Dan kalaupun pemberian ponsel bagi anak merupakan kebutuhan yang memang mendesak bagi anak, maka perlu diberi kancatatan yang berkaitan dengan aturan main penggunaannya.

By : Rahmadhania Whinrof Fajarani

Berlangganan via Email