Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mampukah guru-guru menyiapkan generasi tangguh masa depan?

Di zaman ini kita sudah memasuki masa yang biasa disebut dengan Revolusi Industri 4.0. Dimana semua kegiatan manusia baik cara hidup, cara kerja dan cara belajar akan mampu digantikan oleh teknologi informasi yang sudah ada. Bidang pendidikan merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dari semua tantangan yang ada. Selain berperan untuk mencerdaskan anak bangsa, seorang guru juga memiliki tantangan yang sangat serius dalam mendidik anak-anak milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital dan kondisi negara menuju Indonesia Emas 2045 ini. Mampukah seorang guru melewati tantangan yang akan terjadi di masa yang akan datang?

Pembentukan generasi yang berkarakter merupakan landasan untuk menghadapi era di zaman teknologi ini. Sistem pendidikan di Indonesia harus di upgrade karena teknologi informasi saat ini sangat berkembang dengan cepat.  Saya pikir sebagai seorang guru harus menguasai dan membekali diri agar dapat menjadi pembimbing, sebagai fasilitator, pembaharuan pendidikan, agen perubahan yang baik dan menanamkan nilai-nilai karakter serta moral anak didik agar tidak terpengaruh ke hal-hal negatif dengan adanya teknologi informasi yang sangat berkembang ini.

Di massa revolusi 4.0, guru sangat diperlukan dalam menghadapi masa revolusi industri di bidang pendidikan. Lalu bagaimana menjadi seorang guru di massa tersebut? Dengan memberikan informasi secara menarik mampu mengembangkan kompetensi guru, bisa dengan mengubah konsep dan metode pembelajaran karena guru di massa ini memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik di era revolusi industry 4.0 ini. Guru juga harus memiliki wawasan yang luas dan melakukan penilaian secara komperhensif yaitu menggali segala potensi, baik keterampilan, karakter maupun budaya literasi dengan membuat laporan penilaian setiap peserta didik, karena dengan adanya budaya literasi maka akan mampu menciptakan peserta didik yang berkualitas, kreatif dan memiliki inovasi yang tinggi.

Dalam pertemuan tahunan World Economic Forum 2018, Jack Ma (CEO Alibaba Group) menyatakan bahwa pendidikan adalah tantangan terbesar di abad ini. Kita akan mengalami kesulitan yang besar, jika seorang guru tidak megubah cara mendidik dan metode belajar mengajar. Pendidikan dan pembelajaran yang sarat dengan muatan pengetahuan akan mengesampingkan muatan sikap dan keterampilan sebagaimana saat ini terimplementasi akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetensi dengan mesin. Oleh karena itu, guru harus meminimalisir dominasi pendidikan dan pembelajaran dengan maksud agar peserta didik mapu lebih unggul dibandingkan kecerdasan mesin.

Di era revolusi industri keempat atau revolusi industri 4.0, guru juga tidak cukup jika hanya memberi pendidikan dan pengajaran dengan cukup berdiri di depan kelas saja, namun sumber pembelajaran sudah berkembang dengan adanya pembelajaran online. Guru harus mampu menyajikan materi pelajaran yang dikemas dalam modul yang bisa diakses melalui internet oleh peserta didik. Sudah banyak fitur yang bisa dijadikan sebagai sarana mengembangkan modul berbasis online.

Informasi dan sumber pengetahuan sudah sangat meningkat. Maka dari itu, peserta didik harus pandai memilah dan memilih informasi dengan benar dan tepat. Disamping itu, seorang guru harus mempunyai keterampilan untuk menghadapi peserta didik diantaranya adalah kritis, komunikatif, kreatif dan kolaboratif. Keterampilan ini penting dimiliki agar proses pendidikan yang berlangsung mampu mendorong peserta didik untuk menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Dengan melakukan penyetaraan pendidikan seperti alat-alat computer juga dapat menunjang proses belajar mengajar peserta didik di daerah pedalaman.

Oleh : Novi Umrotus Sa’adah Mahasiswa PGMI

Berlangganan via Email