Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembiasaan Sholat Sebagai Wujud Korelasi Hasil Pembelajaran Fiqih


Masjid tempat Ibadah

Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik terhadap peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ilmu Fiqih adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai ketentuan-ketentuan berperilaku sesuai aturan agama serta mengenai hukum syara’. Jadi, pembelajaran Fiqih merupakan suatu proses belajar yang mempelajari mengenai ketentuan hukum syara’ yang sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Lingkup dalam pembelajaran Fiqih sangatlah luas. Di dalam ilmu Fiqih membahas mengenai rukun Islam. Rukun Islam wajib dilaksanakan bagi umat Islam terutama Shalat. Shalat merupakan amalan beribadah yang sangat penting di dunia.
  1. Pentingnya Shalat
    Apakah Shalat itu? Mengapa kita harus shalat? Mari kita diskusikan bersama. Jadi, shalat merupakan rukun islam yang ke-2. Merupakan kewajiban seorang muslim untuk menjalankannya. Shalat adalah perintah Allah melalui Nabi Muhammad untuk disampaikan pada umatnya. Sebagai muslim yang baik, sudah semestinya mengetahui kewajiban yang harus dilaksanakan. Amalan yang pertama kali akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. adalah ibadah kita di dunia, terutama shalat kita.

    Ibadah kepada Allah SWT. merupakan hal yang penting karena Allah SWT. yang menciptakan manusia beserta alam semesta dan seisinya. Salah satu ibadah yang penting adalah shalat. Shalat diwajibkan bagi umat manusia untuk kebaikan manusia dalam mencapai ketakwaannya. Shalat sendiri dibagi menjadi 2, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib adalah shalat yang dikerjakan oleh umat muslim sebanyak 5 kali dalam sehari. Shalat wajib dapat dilakukan secara berjama’ah maupun sendirian. Namun, shalat berjama’ah kedudukannya lebih utama didalam agama. Pahala yang didapatkan melalui shalat berjama’ah adalah 27 derajat.

  2. Pembiasaan Shalat dalam Kehidupan sehari-hari
    Sholat Berjamaah
    Anak-anak yang belum baligh belum diwajibkan atas perintah shalat. Namun pentingnya pengenalan kewajiban beribadah terhadap anak sudah menjadi keharusan dalam wujud pembiasaan. Lalu bagaimana anak-anak dapat melaksanakan pembiasaan tersebut? Caranya sangatlah mudah, kita dapat mengenalkan mereka mulai sejak dini. Pengenalan sejak kecil inilah yang berfungsi sebagai pembiasaan dalam melakuakan hal yang baik. Memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengajarkan pembiasaan terhadap anak. Namun, pembiasaan sejak dini lah yang diharapkan nantinya akan berkelanjutan hingga dewasa dalam pembentukan karakter yang berkepribadian akhlakhul karimah.

  3. Peran Orang Tua dan Satuan Pendidikan dalam Pembentukan Karakter Anak
    Orang tua sebagai guru pertama yang mereka dapati sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan pembiasaan untuk beribadah. Pembiasaan tersebut dapat diwujudkan dengan dilakukannya shalat berjama’ah dirumah. Diawali dengan memperhatikan setiap gerakan shalat yang dilakukan otangtua, anak akan memperhatikan serta mengikuti gerakannya. Sedikit demi sedikit orang tua juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara shalat yang baik terhadap anak serta mengaplikasikannya setiap hari dalam bentuk shalat berjama’ah.

    Ketika duduk di bangku sekolah, anak juga  mulai diperkenalkan tentang pembelajaran agama terutama Fiqih mengenai pentingnya untuk beribadah. Dalam pembelajaran Fiqih anak-anak mulai memahami bagaimana kewajiban kita sebagai muslim dalam menjalankan perintah beribadah. Selain proses pembelajaran Fiqih di dalam kelas, sekolah mengupayakan bagaimana cara penanaman karakter beribadah pada seorang anak yang ditanamkan sejak dini. 

    Program pembiasaan pun juga dilakukan sekolah sebagai wujud upaya penanaman karakter anak. Sekolah mengadakan program sholat berjama’ah untuk membiasakan anak dalam beribadah sebagai wujud pengembangan keimanan serta ketakwaan anak terhadap perintah agama. Pembiasaan ini dilakukan dengan tujuan agar kedepannya anak dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu hal yang dibiasakan akan mudah diingat dan menjadi kebiasaan untuk dilaksanakan, begitu juga dengan pembiasaan sholat baik di sekolah maupun di rumah. 

    Salah satu upaya pembiasana yang dapat dilakukan sekolah adalah dengan membuat program sholat dhuhur berjama’ah. Dengan pembiasaan ini diharapkan anak mampu menanamkan sikap disiplin dan berakhlakhul karimah. Pelaksanaan shalat dhuhur berjama’ah dapat dilakukan pada waktu jam istirahat waktu shalat dhuhur di sela-sela jam pelajaran. 

    Pembiasaan shalat dhuhur sangat efektif dalam upaya pengembangan karakter anak berakhlakhul karimah. Diawali dari pembelajaran materi Fiqih hingga di praktikkan dalam program pembiasaan shalat dhuhur secara rutin dan berulang akan menjadikan pemahaman serta kesadaran anak dalam beribadah. Tidak hanya pada gerakan shalatnya, namun anak akan mendapatkan pelajaran kedisiplinan dari proses shalat berjamaah tersebut, seperti mengantri wudhu, berdo’a, zikir, dan berjabat tangan dengan sesama teman ketika selesai melaksanakan shalat. Dengan demikian, nilai akhlakhul karimah anak akan terbentuk dan akan menjadi suatu kebiasaan bagi anak yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Penerapaan kebiasaan akan mewujudkan nilai karakter dari proses pembelajaran Fiqih di sekolah. Pembiasaan tersebut dapat ditanamakan sejak dini terhadap anak. Peran dari orang tua dan guru sangat penting dalam pengembangan karakter dan kepribadian anak. Di rumah, orang tua dapat mengenalkan bagaimana beribadah atau shalat terhadap anak. Bagaimana pentingnya shalat tersebut, sehingga anak akan memahaminya dan menanamkan kebiasaan menjalankan ibadah sejak dini yang nantinya akan diharapkan mampu melaksanakan ibadah terutama shalat dengan kesadarannya sendiri.

    By: Vivi Noer Aini

Berlangganan via Email