Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Pengunaan Metode Pembelajaran MI Dalam Pelajaran Fiqih

Mata pelajaran fiqih di Madrasah Ibtidayah (MI) merupakan salah satu mata pelajaran pendidikan agama islam yang wajib ditempuh oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah. Mata pelajaran ini biasanya hanya ada di sekolah Madrasah Ibtidaiyah atau di Sekolah Dasar Islam (SDI). Di Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran pendidikan agama islam dibagi menjadi lima, yaitu mata pelajaran bahasa arab, mata pelajaran akidah akhlak, mata pelajaran al-qur’an hadist, mata pelajaran fiqih, dan mata pelajaran sejarah kebudayaan islam atau biasanya disebut SKI.

Tips Pengunaan Metode

Mata pelajaran fiqih di Madrasah Ibtidaiyah merupakan mata pelajaran yang mengarahkan siswa untuk mengenal, menghayati, memahami, dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari, karena pembelajaran fiqih menjadi dasar pandangan hidup. Di Madrasah Ibtidaiyah kelas 6 mata pelajaran fiqih hanya mencakup tentang materi fiqih muamalah.

Seorang guru agar kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan tujuannya dan berjalan secara optimal, seorang guru harus mampu menentukan metode pembelajaran secara tepat. Oleh karena itu seorang guru harus menggunakan metode pembelajaran di dalam mata pelajaran fiqih.

Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyampaikan pembelajaran oleh pendidik agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang direncanakan. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah, diantaranya metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode eksperimen, metode karya wisata, dll. Tetapi, saya amati masih banyak guru yang hanya menerapkan metode ceramah yang menjadikan siswa di tengah pembelajaran menjadi jenuh sehingga menyebabkan ramai dan siswapun tidak terfokus dalam pembelajaran.

Dalam mata pelajaran fiqih untuk kelas 6 kali ini meliputi tentang fiqih muamalah, yakni tentang makanan dan minuman yang halal dan haram dan tata cara jual beli serta pinjam meminjam. Berikut macam-macam beserta kekurangan dan kelebihan metode pembelajaran yang dapat digunakan di pembelajaran kelas 6 SD/MI:

Metode Ceramah
Metode ceramah, yaitu suatu cara mengajar dengan menyampaikan materi secara lisan kepada siswa. Misal: Dalam materi makanan dan minuman yang halal dan haram. Guru menjelaskan apa pengertian, ketentuan, dan bagaimana cara pinjem meminjam yang sesuai dengan syariat islam. Dan siswa hanya duduk di tempat masing-masing dan mendengarkan penjelasan guru. Dengan adanya siswa hanya duduk dan mendengarkan, siswa menjadi lebih pasif dan guru sulit untuk mengontrol sejauh mana pemahaman siswa. Tetapi metode ini mudah untuk dilaksanakan.

Metode Diskusi
Metode diskusi, yaitu suatu cara mengajar yang memecahkan masalah. Biasanya metode ini siswa berdiskusi memecahkan masalah secara berkelompok.

Misal: Dalam materi makanan dan minuman yang halal dan haram. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Kemudian guru menayangkan sebuah video yang berkaitan dengan materi tersebut. Kemudian siswa diberi soal dan mendiskusikan apa saja makanan dan minuman yang halal dan haram dalam video tersebut. Setelah mengerjakan siswa maju ke depan untuk mempersentasikan hasil diskusinya. Dengan adanya diskusi menjadikan siswa berpikir secara kritis dan melatih siswa agar dapat menerima pendapat orang lain. Tetapi biasanya metode ini dikuasi oleh anak yang suka bicara dan metode ini tidak dapat diterapkan di dalam kelompok jumlah besar.

Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi, yaitu cara mengajar dengan cara memperlihatkan secara langsung suatu proses atau suatu cara kerja yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.

Contoh: Dalam materi jual beli, guru memberikan demonstrasi bagaimana cara jual beli menurut syariat islam. Dengan adanya mendemonstrasikan langsung siswa menjadi lebih tertuju dalam pembelajaran sedang dipelajari. Tetapi medote ini akan sukar dimengerti siswa jika gurunya kurang menguasi materinya.

Metode Karya Wisata
Metode karya wisata merupakan suatu cara mengajar yang mengajak siswa untuk belajar di luar kelas ke tempat yang berkaitan dengan materi yang diberikan oleh pendidik.

Contoh: Dalam pembelajaran jual beli, guru mengajak siswa pergi ke pasar untuk mengamati dan mempraktikkannya bagaimana cara jual beli menurut syariat islam. Siswa mengamati apakah kegiatan jual beli di pasar sudah sesuai dengan syariat islam. Setelah mengamati siswa membuat laporan mengenai hal tersebut. Biasanya metode ini lebih merangsang kreativitas siswa. Sehingga siswa lebih aktif dan mudah memahami dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi metode ini membutuhkan persiapan yang matang untuk menerapkannya.

Dengan adanya macam-macam beserta kekurangan dan kelebihan metode pembelajaran yang saya sebutkan tadi, guru dapat mengaplikasikannnya ke dalam pembelajaran fiqih untuk kelas 6 SD/MI. Jika guru mengaplikasikannya secara benar dan tepat, maka siswa menjadi lebih aktif dan menjadikan pembelajaran fiqih lebih menyenangkan. Dan pembelajaranpun akan berjalan sesuai rencana.

By : Titis Vidiaty

Berlangganan via Email