Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA BAHAYA PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA PENDIDIKAN DASAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK?

ABSTRAK
Permasalahan dalam dunia pendidikan sekarang ini salah satunya adalah semakin meningkatnya penggunaan gadget pada anak usia pendidikan dasar di zaman modern ini. Dapat terlihat bahwa anak-anak lebih memilih bermain gadget dari pada belajar materi pelajarannya. Hal tersebut membawa dampak buruk terhadap prestasi belajar anak. Penggunaan gadget pada anak berpengaruh pada rendahnya prestasi belajar anak. Dalam penelitian ini, peneliti membahas bagaimana penggunaan gadget pada anak usia pendidikan dasar saat ini di era modern. Penelitian ini menggunakan penelitian deksriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa anak-anak menggunakan gadget di luar normal untuk anak-anak sekolah dasar, ada sekitar 3 hingga 6 jam per hari, sehingga mereka juga melupakan aktivitas lainnya. seperti beribadah, istirahat, dan lain-lain. Ada banyak anak yang menggunakan gadget mereka untuk game online, atau offline, browsing, dan media sosial.
Kata Kunci: Gadget, Pendidikan Dasar, Prestasi Belajar Anak.



PENDAHULUAN
Zaman modern sekarang ini sangat membawa pengaruh bagi kehidupan manusia. Manusia merasa terbantu dengan semua teknologi yang serba canggih. Pada saat ini kemajuan komunikasi dan teknologi sudah sangat pesat, termasuk adanya telepon seluler yang disebut gadget. Tidak dapat dihindari lagi bahwa saat ini teknologi telah berkembang dengan pesat. Berbagai jenis teknologi tidak terbilang jumlahnya dapat kita jumpai di zaman yang serba modern ini. Salah satu contohnya teknologi yang sangat populer di masyarakat adalah gadget. Gadget  merupakan sebuah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Sedangkan menurut Kamus Website new explorer encyclopedia dictionary, gadget adalah suatu alat elektronik yang sering digunakan dengan praktis, dan memiliki fitur yang lebih banyak dari telepon seluler pada umumya.

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini, telah memberikan dampak positif yang besar bagi para penggunanya. Dengan adanya gadget, manusia dapat dengan sangat mudah mencari informasi yang dibutuhkan, sekaligus dapat mempermudah manusia dalam banyak hal, seperti mempermudah dalam hal pekerjaan. Selain itu, aplikasi-aplikasi yang canggih saat ini banyak bermunculan di dalam gadget, diantaranya adalah internet, sms, jejaring sosial media, toko jual beli online, game dan lain-lain. Namun semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi juga memiliki dampak negatif dalam penggunaan gadget apabila digunakan secara berlebihan. khususnya anak pada usia pendidikan dasar.  

Penggunaan gadget sekarang ini tidak hanya digunakan orang dewasa saja tetapi sudah banyak sekali orang yang sudah menikmatinya. Sering kali terjadi bahwa setiap anak-anak yang menggunakan gadget itu tanpa adanya pengawasan khusus dari orang tua. Hal tersebut merupakan kegiatan yang salah, sebaiknya anak yang menggunakan gadget harus mendapatkan pengawasan khusus dari orang tuanya. Kemungkinan faktor waktu, sehingga orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk mengawasi anaknya dalam menggunakan gadget. Menurut Yusmi pada hakekatnya, anak-anak belum saatnya mengenal gadget, dikarenakan umur mereka masih terlalu kecil, mereka masih memerlukan permainan-permainan yang dapat merangsang otak dan menunjang semua aspeknya baik aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, bahasa dan moral. 

HASIL DAN PEMBAHASAN
Gadget saat ini bagaikan kacang goreng, mudah ditemukan di mana-mana dan siapa pun menggunakannya baik dikalangan anak-anak maupun dewasa. Menurut Panji Ismail mengatakan bahwa, “Dari faktor semakin banyaknya teknologi yang bersaing menyebabkan harga dari gadget semakin terjangkau.” Yang dulunya gadget adalah sesuatu yang elit, akan tetapi sekarang tidak lagi. Sehingga hampir setiap anak-anak saat ini sudah memiliki gadget, karena mereka rela menabung dari uang saku jajannya demi bisa memiliki sebuah gadget secara pribadi.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Novia Prasetyaningsih, dkk membuktikan bahwa anak-anak pada usia pendidikan dasar saat ini sudah banyak yang memiliki gadget secara pribadi. Dalam  penggunaan waktu gadget tersebut, anak-anak lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain dengan gadget dari pada bermain permainan tradisioanl bersama teman-temannya. Adapun kegiatan yang dilakukan selama menggunakan gadget seperti bermain game online atau game offline, melihat video youtube kesukaannya, dan membuka internet untuk mencari informasi/tugas sekolah. Penggunaan gadget pada anak-anak juga sangat memprihatinkan, karena tanpa kita sadari bahwa secara langsung anak-anak akan sering lupa dengan lingkungan sekitarnya sehingga interaksi sosial anak dan lingkungan sekitar terutama lingkungan keluarga menjadi berkurang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan gadget pada anak usia pendidikan dasar yang semakin merajalela di zaman modern ini.

Berdasarkan uraian di atas tulisan ini membahas mengenai pengertian gadget, perkembangan gadget, dampak negatif penggunaan gadget, dan cara mengatasinya.
  1. Pengertian Gadget
    Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus. Istilah gadget sebagai benda dengan karekteristik unik, memiliki sebuah unit dengan kinerja yang tinggi dan berhubungan dengan ukuran serta biaya.  Salah satu hal yang membedakan antara gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “Kebaruan”, artinya dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.

  2. Perkembangan Gadget 
    Teknologi diciptakaan untuk memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan memberikan nilai yang positif. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, disisi lain juga sangat memungkinkan digunakan untuk hal yang negatif. Semakin canggih zaman, maka semakin banyak gadget yang akan digunakan apalagi sekarang semakin banyak aplikasi canggih yang berkembang dan terus berkembang pesat. Harga gadget semakin bersaing dan ekonomis. Karena itu banyak produk-produk baru yang menawarkan harga gadget yang semakin murah. Demikian pula program atau menu gadget semakin menjanjikan. Tak heran program permainan dan game-game lainnya semakin menarik dan sangat berbeda jauh dari generasi sebelumnya.
  3. Dampak Negatif Penggunaan Gadget Pada Prestasi Anak
    a. Mengganggu Kesehatan
    Gadget dapat mengganggu kesehatan anak karena efek radiasi, dari teknologi sangat berbahaya bagi kesehatan manusia terutama pada anak-anak yang usia 12 tahun ke bawah. Efek radiasi dapat menyebabkan kanker.

    b. Turunnya Konsentrasi
    Dengan seringnya menggunakan gadget (Smartphone), konsentrasi anak saat belajar mengalami penurunan. Konsentrasinya menjadi lebih singkat dan anak kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Anak lebih sering berimajinasi tokoh game yang sering dimainkan.

    c. Malas Membaca dan Menulis
    Dengan gambar-gambar menarik yang disuguhkan pada gadget membuat anak malas membaca, karena membaca itu sesuatu yang membosankan, sehingga anak lebih memilih bermain gadget.

    d. Memberi Efek Candu
    Saat bangun tidur yang dilihat anak pertama kali adalah gadget. Saat makan, saat kemanapun tidak lepas dari adanya sebuah gadget. Jika gadget tersebut tertinggal anak rela kembali ke rumah untuk mengambilnya. Hal tersebut merupakan efek candu dari adanya gadget. Saking asyiknya, menjadi adiktif sekali, sehingga bila tidak ada gadget anak akan merasa gelisah. Selain itu, anak-anak menggunakan gadget di luar batasan normal untuk anak-anak sekolah dasar, ada sekitar 3 hingga 6 jam per hari, sehingga mereka juga melupakan aktivitas lainnya. seperti beribadah, istirahat, dan lain-lain.

    e. Sarana Berbuat Curang
    Dalam menjawab soal ulangan, gadget menjadi sarana berbuat curang. Dari mencuri jawaban melalui internet, contekan, di buku catatan. Contekan di galeri foto, atau meminta jawaban dari teman sekelas melalui pesan teks.
  4. Mempengaruhi Kemampuan Menganalisa Masalah
    Saat pelajaran Matematika, anak yang telah mengenal gadget biasanya langsung sigap untuk menggunakan gadgetnya dan menjalankan aplikasi kalkulator. Hal ini merupakan contoh yang buruk dalam perkembangan nalar dan logika anak.

    Selain hal–hal tersebut di atas juga ada dampak negatif lainnya, misalnya anak menjadi lebih tertututp dan tidak suka berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Romo bermain gadget dalam durasi yang panjang dan dilakukan setiap hari secara kontinyu, bisa membuat anak berkembang ke arah pribadi yang anti sosial. Hal ini terjadi karena anak-anak tidak diperkenalkan untuk bersosialisasi dengan orang lain.
  5. Cara Mengatasi Dampak Negatif Penggunaan Gadget Terhadap Prestasi Belajar Anak
    Sosok yang paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi dampak negatif dari gadget adalah orang tua. Jovita Maria Ferliana, M. P.Si menjelaskan cara-cara yang harus dilakukan oleh orang tua sebagai berikut:
    a. Pilih sesuai usia
    Dilihat dari tahapan perkembangan dan usia anak. Pengenalan dan penggunaan gadget bisa dibagi ke beberapa tahap usia. Umur anak usia di bawah 5 tahun, pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna benruk, dan suara. Artinya jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di bawah 5 tahun.

    b. Batasi waktu
    Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orang tua bisa memberikan batasan waktu kepada anak, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka agar anak tidak gagap teknologi. Menurut asosiasi dokter anak Amerika dan Canada anak usia 0-2 tahun tidak boleh terpapar gadget, anak usia 3-5 tahun dibatasi 1 jam perhari, dan 2 jam perhari untuk anak berusia 6-18 tahun.  Berdasarkan hal tersebut, orang tua bisa memberikan waktu anak bermain dengan gadget. Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Kalau tadinya Cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan pengawasan orang tua, kini setiap sabtu dan minggu selama dua jam. Boleh bermain game atau browsing mencari informasi.

    c. Hindarkan kecanduan
    Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orang tua tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil, maka sampai remaja pun ia akan melakukan pembelajaran yang sama. Ciri–ciri anak yang sudah kecanduan gadget antara lain:
    1. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain dengan gadget.
    2. Anak mengabaikan atau mengesampingkan kebutuhan lain orang di sekelilingnya. Misalnya lupa makan, dan lupa mandi.
    3. Anak mengabaikan teguran – teguran orang di sekelilingnya. 
KESIMPULAN 
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti suatu perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Perangkat elektronik yang memiliki unsur kebaruan artinya dari hari ke hari gadget dapat menyajikan teknologi terbaru, menyenangkan, dan menarik bagi anak.
Orang tua bisa memberikan batasan waktu kepada anak, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka. Orang tua bisa memberikan waktu anak bermain dengan gadget pada anak usia 0-2 tahun tidak boleh terpapar gadget, anak usia 3-5 tahun dibatasi 1 jam perhari, dan 2 jam perhari untuk anak berusia 6-18 tahun. Kalau tadinya Cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan pengawasan orang tua, kini setiap sabtu dan minggu selama dua jam. Boleh bermain game atau browsing mencari informasi. Namun demikian, jika penggunaan dan pemanfaatan gadget tidak sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Justru berdampak negatif terhadap prestasi belajar anak dan perkembangan anak. Maka peran orang tua sangat diperlukan bagi anak dalam penggunaan atau pemanfaatan gadget. 
SARAN 
Orang tua harus tegas atau tidak boleh memanjakan anaknya lebih-lebih yang umurnya di bawah 12 tahun untuk menggunakan gadget. Karena lebih banyak dampak negatif yang terjadi (misalnya anak menjadi malas belajar, menurunkan konsentrasi, mengganggu kesehatan terutama mata sehingga sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anak.  

Daftar Pustaka
Antonius. 2016. Buku Pedoman Guru. Bandung: Yrama Widya
Hastuti. 2012. Psikolog Perkembangan Anak. Yogyakarta: Tugu Publisher
Hartati, Sofia. 2007. How to Be a good Teacher and to be a good mother. Jakarta: Enno Media
Novaria a.i dan Triton P.b. 2008. Cara Pintar Mendampingi Anak. Yogyakarta: Tugu Publisher.

By : Secondta Habib (secondtahabib43@gmail.com)

Berlangganan via Email