Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN?


Pendahuluan
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik sehingga mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan. Dalam arti lain, pendidikan merupakan pendewasaan peserta didik agar dapat mengembangkan bakat, potensi, dan keterampilan yang dimiliki dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, sudah seharusnya pendidikan didesain guna memberikan pemahaman dan meningkatkan prestasi belajar siswa.
Media Laptop

Prestasi belajar siswa disekolah sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dari siswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi ini dimungkinkan karena faktor belajar siswa yang kurang efektif, bahkan siswa sendiri tidak merasa termotivasi di dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Akibatnya, siswa kurang atau bahkan tidak memahami materi yang bersifat sukar yang telah diberikan oleh guru tersebut.

Kecendrungan pembelajaran yang kurang menarik ini merupakan hal wajar yang dialami oleh guru yang tidak memahami kebutuhan dari siswa tersebut, baik dalam karakteristik maupun dalam penegembangan ilmu. Dalam hal ini, peran seorang guru sebagai pengembang ilmu sangat besar untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi siswa. Jadi, bukan hanya menerapkan pembelajaran yang berbasis konvensional saja. Pembelajaran yang baik ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif. Selain itu, hubungan komunikasi antar guru dan siswa dapat berjalan dengan baik.

Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, profesionalisme guru tidak cukup hanya dengan kemampuan membelajarkan siswa, tetapi juga harus mampu mengelola informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi kegiatan belajar, metode, media, sistem penilian, serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengemas bimbingan belajar sehingga memudahkan siswa  untuk belajar.Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber dan media pembelajaran, seperti buku teks, modol, film, video, televisi, slide, dan web. Guru profesional dituntut mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang ada di sekitarnya.Artikel ini menyajikan ringkasan mengenai definisi, posisi, dan fungsi media pembelajaran, landasan penggunaan media pembelajaran serta karekteristik media pembelajaran dua dan tiga dimensi.

Pembahasan
Definisi Media Pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang artinya perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim ke penerima. Pada hakekatnya, proses belajar mengajar adalah proses komunikasi penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik secara verbal (kata-kata dan tulisan) maupun nonverbal. Jadi, media pembelajaran merupakan sarana prantara dalam proses pembelajaran.Media pembelajaran sendiri merupakan alat yang ampuh digunakan untuk memotivasi siswa agar mempunyai gairah belajar yang tinggi dan lebih mementingkan aspek emosinya dibandingkan rasionalitasnya. Jadi media pembelajaran diperlukan untuk mempermudah dan membuat siswa senang saat belajar yang akan mempengaruhi hasil belajarnya.

Manfaat media pembelajaran, yaitu: (1) penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar, (2) pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif dengan menerapkan teori belajar, (3) waktrtu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek, (4) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan, (5) proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun saat diperlukan, (6) sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran dapat ditingkatkan, (7) peran guru mengalami perubahan ke arah yang positif.

Katakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh media kaset audio merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena jika secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan dalam pengucapan dan pengulangan.

Posisi Media Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.

Fungsi Media Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Adapun metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Secara rinci, fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut (1) menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Misalnya, dengan perantara gambar, potret, slide, film, dan video, (2) mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung, (3) mengamati pristiwa-pristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Misalnya, mengamati pelangi, gunung meletus, dan pertempuran dengan film atau vidio, (4) mudah membandingkan sesuatu, misalnya, dengan bantuan gambar, model, ataupun foto siswa dapat membandingkan dua buah benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan sebagainya, (5) dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan,kesempatan, dan kecepatan mereka masing-masing.

Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Sebenarnya, pandangan tersebut tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain maka baik menggunakan media hasil teknologi baru maupun tidak, proses pembelajaran yang dilakukan harus tetap menggunakan pendekatan humanis.

Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan keberagaman dan keunikan proses belajar, ketetapan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh karena itu, di samping memperhatikan keberagaman dan keunikan proses belajar, memahami maka presepsi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan presepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa dan memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.

Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktik perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, serta penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, pralatan, dan organisasi untuk menganlisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan yang terkontrol.

Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi desain atau sleksi dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajaran yang lengkap.

Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan jika ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik, tipe atau gaya belajarnya. Misalnya, siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan jika pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, dan film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman, suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.

Karakteristik Media Pembelajaran Dua Dimensi
Media dua dimensi adalah sebutan umum untuk alat peraga uang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar yang berada pada satu bidang datar. Media pembelajaran dua dimensi meliputi grafis (terdiri atas sketsa, gambar, grafik, bagan, poster, kartun dan karikatur, dan peta datar), media bentuk papan (terdiri atas papan tulis, papan flanel, papan tempel, dan papan magnet), dan media cetak yang penampilan isinya tergolong dua dimensi (seperti buku pelajaran, surat kabar dan majalah, ensiklopedi, buku suplemen, dan pengajaran terprogram)

Karakteristik Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Media tiga dimensi adalah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga demisional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli, baik hidup maupun mati dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Misalnya, globe, peta timbul, dan boneka.

Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, penulis menarik berapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, media pembelajaran merupakan sarana prantara dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini proses pembelajaran haruslah bermanfaat bagi guru dan trutama bagi siswa itu sendiri. Oleh karena itu, posisi media pembelajaran cukuplah penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. 

Tanpa media, proses pembelajaran tidak akan maksimal dan tidak akan berhasil.Kedua, landasan-landasan yang digunakan dalam penggunaan media pembelajaran adalah landasan filosofis, landasan, psikologis, landasan teknologis, dan landasan empiris. Ke empat landasan tersebut sangat erat kaitannya dengan proses penggunaan media pembelajaran.Ketiga, karakteristik media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran meliputi duadan tiga dimensi. Penggunaannya tergantung pada bidang studi yang dipelajari.

By: Wildatun Nihayah

Berlangganan via Email