Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

APAKAH KELINCI PERCOBAAN, Bagian ANAK KELAHIRAN TAHUN ‘98?

Jika kalian merupakan anak dari kelahiran tahun 1998, maka pasti mengalami berbagai hal baik dari bidang ekonomi, politik, bahkan lebih sering di bidang pendidikan. Dan berbagai hal tersebut selalu menimpa pada anak yang kelahiran tahun 1998. Dimulai saat dia lahir di tahun 1998, hingga sampai tahun sekarang pun bisa jadi bahan percobaan dan hal menarik di berbagai bidang atau aspek tertentu. Diantaranya :
Uang Rupiah Indonesia

  1. Tahun 1998, adalah tahun dimana terjadi krisis moneter pada negara Indonesia
    Sangat disayangkan pada jaman pemerintahan presiden Soeharto di masa akhir jabatannya mengalami kriris moneter dunia yang jatuh pada tahun 1998. Krisis moneter ini terjadi karena harga nilai tukar uang dolar Amerika pada mata uang Indonesia yaitu Rupiah sangatlah menanjak drastis, yang awalnya pada tahun 1997 nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika masih Rp 2.380. Namun pada awal tahun 1998 yaitu pada bulan Januari nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika sangatlah merosot drastis hingga mencapai Rp 11.000 dan pada bulan Juli 1998 kian merosot hingga Rp 14.150 per Dolar Amerika. Namun akhirnya pada akhir tahun 1998 yakni pada tanggal 31 Desember 1998 nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika sudah mencapai Rp 8.000.
  2. Pemberontakan mahasiswa Trisakti
    Masih dengan masalah krisis moneter yang terjadi di Indonesia yang emnimbulkan keresahana bagi seluruh warga Indonesia termasuk diantaranya para mahasiswa. Salah satunya yakni mahasiswa Trisakti yang melakukan aksi unjuk rasa yang menuntut agar presiden Soeharto turun dari jabatannya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi dilakukan mulai dari kampus Universitas Trisakti di Jakarta hingga ke gedung nusantara.
  3. Ujian atau Tes masuk SMP Negeri
    Anak yang kelahiran pada tahun 1998 saat kelulusan dari Sekolah Dasar (SD) yang akan  melanjutkan  ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri pasti mengalami ujian atau tes terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri ke SMP Negeri yang dituju. Tes dilakukan memuat mata pelajaran non UN SD/MI seperti mata pelajaran Agama, PPKn dan IPS. Jadi siswa lulusan SD tahun 2010 yang melanjutkan ke SMP Negeri akan mendapatkan nilai ganda dari nilai UN dan nilai tes tersebut. Jadi tidak hanya nilai UN yang harus menjadikan kunci utamauntuk bisa daftar ke SMP Negeri, juga didapatkan dari nilai tes. Nilai tersebut harus diakumulasikan menjadi nilai akhir yang nantinya akan menjadi penentu syarat pendafataran SMP Negeri. Nilai akhir tersebut diperoleh dari hasil 60% Nilai UN +  40% Nilai Tes (Non UN). Sangat disayangkan, peraturan ini hanya berlaku pada SD/MI lulusan tahun 2010 saja. Setelahnya kembali normal seperti terdahulu yang hanya menggunakan hasil nilai UN saja yang menjadi penentu syarat masuk SMP Negeri.
  4. Pemberlakuan Ujian Nsional bertipe soal sebanyak 20 paket
    Sebagai peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas tanpa adanya kecurangan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, pemerintah mulai menggadangkan akan mengadakan Ujian Nasional bersistem 20 paket, artinya terdapat 20 macam tipe soal yang berbeda-beda di tiap peserta Ujian Nasional dalam satu ruangan. Artinya tingkat kecurangan dan kebocoran dalam soal UN pun semakin kecil karena dalam satu ruangan diisi dengan 20 peserta ujian sehingga siswa atau peserta UN tidak bisa lagi mencontek siapapun. Dan ini terjadi pertama kali pada tingkat SMP tahun 2013 sehingga anak kelahiran tahun ’98 lagi-lagi kena imbasnya. Padahal sebelumnya hanya memberlakukan 5 paket soal saja di tiap ruangan ujian. Pemerintah membuat sistem ini pada tahun 2013 sebagai langkah awal percobaan dan bila percobaan menggunakan 20 paket soal tersebut sukses dan berhasil maka akan dilanjutkan ke tahun berikutnya.
  5. Pemberlakuan Kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013 (K13)
    Pemerintah dalam hal pendidikan sering kali menggunakan berbagai kurikulum yang diterapkan di Indonesia. Seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) hingga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Setelah itu pemerintah mencanangkan kurikulum terbaharui yakni Kurikulum 2013 atau dikenal sebagai K13. Seperti namanya, kurikulum ini mulai berlaku pada tahun 2013. Sehingga lagi-lagi anak kelahiran 1998 kena imbasnya. K13 ini sangatlah berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya yang mengarah pada teacher center, K13 lebih mengarahkan student center yag artinya peran siswa lebih diaktifkan dan guru hanya memberikan penilaian saja terhadap siswa. K13 mengedepankan siswa yang berperan aktif dalam segala hal baik kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga siswa lebih sering tampil di depan kelas dalam menyampaikan materi. Di K13 tugas guru lebih ringan yaitu hanya memberikan penilaian dan masukan terhadap siswanya juga tekadang memberi penjelasan tambahan dari materi yang disampaikan oleh siswanya. Dan disini siswa lebih sering mengeluh dan merasa lelah fisik dan pikiran karena harus tuntutan yang diberikan.
  6. KKNI, sistem kurikulum terbaru di PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya
    KKNI muncul saat setelah penerimaan mahasiswa baru di tahun 2016. Dan lagi-lagi anak kelahiran tahun 1998 kena imbasnya. Pemberlakuan sistem kurikulum baru di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya memang dimulai saat tahun akademik 2016-2017. Sehingga beberapa sistem dan mata kuliah di PGMI sangatlah berbeda pada tahun sebelumnya yang menerapkan sistem K13. Beberapa mata kuliah terbaru di PGMI angkatan 2016 yang menggunakan sistem KKNI yaitu mata kuliah Kepramukaan dan Jurnalistik. Dan ada beberapa perubahan mata kuliah yang berbeda dari tahun sebelumnya. Contohnya mata kuliah Seni Budaya yang tahun sebelumnya diajarkan pada semester 5 tapi di KKNI mata kuliah Seni Budaya diajarkan saat semester 2. Mata kuliah IPA dan Matematika yang tahun sebelumnya terjadi 2 kali dalam masa perkuliahan, namun di KKNI mata kuliah IPA dan Matematika  terjadi 3 kali dalam masa perkuliahan.
  7. Berbagai kebijakan yang terbaru pada mahasiswa angkatan 2016 UIN Sunan Ampel Surabaya terutama di prodi PGMI
    Kebijakan pertama yakni diberlakukannya magang mandiri di SD/MI untuk mahasiswa PGMI selama 90 hari. Padahal tahun sebelumnya tidak ada pemberlakuan magang mandiri. Tujuannya tidak lain karena agar mahasiwa PGMI lebih memahami kondisi langsung saat berada di sekolah sebenarnya baik dari kondisi fisik sekolah tersebut, administrasi, hingga pembelajaran yang dilakukan di ssekolah yang ditempati magang mandiri. Namun untuk tahun berikutnya yakni mahasiswa PGMI angkatan 2017 diberlakukan magang mandiri di SD/MI hanya melakukan selama 60 hari

Kebijakan kedua yakni terkait mata kuliah Seni Budaya. Mata kuliah Seni Budaya selalu mengadakan pagelaran seni sebagai tugas akhir semester. Dan untuk mahasiswa PGMI angkatan 2016 mata kuliah tersebut jatuh pada semeter genap tepatnya pada semester 2. Seringkali kalau semester genap selalu beriringan dengan jatuhnya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sehingga itu berdampak pada mata kuliah Seni Budaya yang diajarkan di semester 2. Oleh karena itu baik dosen pengampu dan mahasiswa sering kali kesulitan mengatasi waktu yang kian sedikit untuk mengadakan pagelaran seni dikarenakan lebih dekatnya dengan Bulan Ramadhan. Bahkan dosen pengampu mata kuliah Seni Budaya mengatakan sendiri kalau untuk tahun 2016 gagal mensukseskan mata kuliah Seni Budaya terutama acara Pagelaran Seni. Untuk mengatasi tersebut, pihak prodi PGMI melakukan perubahan pada mata kuliah Seni Budaya yakni ditempuh saat semester ganjil yakni pada semester 3 agar waktunya lebih panjang. Dapat disimpulkan, angkatan 2016 menjadi bahan percobaan lagi.

Kebijakan ketiga mengenai mata kuliah Kepramukaan. Pada sistem KKNI terdapat mata kuliah terbaru di PGMI yakni mata kuliah Kepramukaan yang tujuannya agar calon guru SD/MI bisa mengajarkan kepada siswanya kelak secara mandiri tentang dasar-dasar pramuka. Dan pihak prodi juga mengatakan kalau ada mata kuliah kepramukaan di PGMI maka tidak akan ada Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka. Namun nyatanya sekarang KMD tetap diberlakukan sebagai syarat kelengkapan pengajuan skripsi.

Banyak hal yang terjadi menimpa anak kelahiran tahun 1997-1998. Awalnya tak sengaja peristiwa itu terjadi seperti pada saat krisis moneter. Begitu juga dengan lainnya yang tak sengaja atau menjadi kebetulan yang ditimpa secara terus menerus oleh generasi terakhir 90-an ini. 

By : Laili Puasa Wati

Berlangganan via Email