Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Hubungan Teknologi Pembelajaran dengan Media Pembelajaran MI?

Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah berpengaruh dalam semua aspek kehidupan di dunia baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan pendidikan. Dunia pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana dan prasarana, namun inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam dunia pendidikan.

Peran Media Teknologi

Teknologi pendidikan sering kali diasumsikan dalam persepsi yang mengarah elektronika padahal konsep teknologi  mengandung pengertian yang luas. Berdasarkan definisi 1994, Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Komponen definisinya adalah teori dan praktek , desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber untuk keperluan belajar.
Dunia pendidikan saat ini dituntut untuk dikembangkanya pendekatan pembelajaran. hal ini seiring dengan perkembangan psikologi peserta didik, dinamika sosial, serta dinamika sistem pendidikan pada setiap negara yang terus berubah.

UU No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 2 menerangkan bahwa “Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan zaman. Oleh karena itu, perancangan dan perkembangan pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan IPTEK. Proses pembelajaran melibatkan berbagai pihak, tidak hanya melibatkan guru dan siswa. Namun, peran dari bahan ajar juga sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran ditujukan untuk tercapaianya suasana tertentu dalam proses pembelajaran sehingga siswa nyaman dalam menerima pembelajaran.

Secara etimologi kata teknologi berasal dari kata “techne” yang artinya berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode. Pendidikan teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan. Teknologi juga bisa berarti keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang di perlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, sedangkan teknologi sangat mempunyai peranan penting bagi pendidikan. Teknologi pendidikan memandang sebagai suatu masalah yang harus di hadapi secara rasional dengan menerapkan metode pemecahan masalah. Di samping itu perkembangan teknologi pendidikan didunkung oleh perkembangan yang pesat pada zaman yang seperti ini sebagai contoh radio, televise, internet dan yang dapat dimanfaatkan bagi tujuan instruksional.Penerapan teknologi pembelajaran baru tersebut akan membawa perubahan besar yang berpengaruh terhadap administrasi dan fasilitas sekolah, metode pembelajaran, serta peranan guru dan siswa.

Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju suatu budaya, makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan. Meskipun demikian masih banyak di antara kita yang tidak menyadari akan hal itu. Teknologi diterapkan di semua bidang kehidupan, di antaranya bidang pendidikan. Selain untuk menyajikan pesan sebenarnya ada beberapa fungsi lain yang dapat di lakukan oleh media. Namun jarang sekali di temukan seluruh fungsi tersebut di penuhi oleh media komunikasi dalam satu system pembelajaran. Sebaliknya suatu program media tunggal sering kali dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus secara simutan fungsi tersebut antara lain : 
  1. Memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar.
  2. Memotifasi siswa
  3. Menyajikan informasi
  4. Merangsang diskusi 
  5. Mengarahkan kegiatan siswa 
  6. Melaksanakan latihan dan ulangan  
  7. Menguatkan belajar 
  8. Memberikan pengalaman simulasi 

Manakalah kita melihat manfaat media pembelajaran tidak lain adalah memperlancar proses interaksi antara guru dan siswa, dalam hal ini membantu siswa belajar optimal. Tetapi di samping itu ada beberapa manfaat lain yang lebih baik khusus. Kemp dan Dayton (1985), mengidentifikasi tidak kurang dari delapan manfaat media dalam kegiatan, yaitu ; 
  1. Penyampaian materi dapat di seragamkan 
    Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang sesuatu hal. Melalui media, penafsiran yang beragam ini dapat di sampaikan kepada siswa terutama di MI secara seragam. Setiap siswa MI yang melihat atau mendengar uraian tentang suatu pembelajaran melalui media yang sama akan menerima informasi yang sama seperti yang di terima teman-temannya.

  2. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik. 
    Media dapat membangkitkan sikap kritis siswa terutamma di MI, merangsang mereka untuk beraksi terhadap penjelasan guru. Dengan demikian media dapat membantu guru menghidupkan suasana kelasnya dan menghindari suasana monoton dan membosankan

  3. Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif. 
    Media harus di rancang dengan benar, media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secarah aktif. Tanpa media , guru mungkin akan cenderung berbicara “satu arah” kepada siswa saja. Namun dengan media, para guru dapat mengatur kelas mereka sehingga bukan hanya kelas dominasi guru atau guru yang aktif, tetapi juga siswa yang lebih banyak berperan.

  4. Jumlah waktu belajar-mengajar dapat di kurangi  
    Sering kali para guru menghabiskan wakutu yang cukup banyak untuk menjelaskan suatu materi. Pada hal waktu yang dihabiskan tidak perlu sebanyak itu jika mereka memanfaatkan media pendidikan dengan baik.

  5. Kualitas belajar siswa dapat ditinggalkan  
    Penggunaan media tidak hanya membuat proses belajar-mengajar lebih efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi pelajaran secarah lebih mendalam dan utuh. Dengar mendengar gurunya saja, siswa sudah memahami permasalahannya dengan baik, tetapi, bila pemahaman itu diperkaya dengan kegiatan melihat media, pemahaman media mereka terhadap isi pelajaran pasti akan lebih baik lagi.

  6. Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. 
    Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa bergantung , misalnya jepang, orang menggunakan televisi atau siaran televisi terbatas. Media komunikasi yang pada mulanya adalah alat hiburan dan alat penyampaian pesan – pesan penerangan , bukan didisain untuk tujuan pembelajaran. Kemudian para ahli melihat potensiyang ada pada media ini untuk di manfaatkan bagi pendidikan, terlihat potensi yang besar dan luas dari media ini untuk di gunakan menjadi alat penyampaian pesan –pesan pembelajaran . Maka jadilah ia media pembelajaran.

Media termasuk dalam ruang lingkup teknologi pembelajaran. Sebab teknologi pembelajaran merupakan himpunan dari proses terintegrasi yang di dalamnya melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi serta pengelolaan cara-cara pemecahan masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi belajar yang memiliki tujuan. Peran media disini adalah sebagai solusi untuk guru ketika menghadapi permasalahan selama proses pembelajaran. Masalah pembelajaran yang dihadapi adalah sulitnya guru untuk menyampaikan materi yang akan diajarkan kepada siswa. Media sangat membantu guru terutama siswa untuk lebih mudah untuk menerima dan memahami materi yang disampaikandengan baik sehingga tercapailah tujuan pembelajaran.

Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara media dengan teknologi pembelajaran sangat erat. Hal ini dikarenakan di dalam menerapkan teknologi pembelajaran kita harus menggunakan media agar guru dapat menyampaikan materi dengan mudah dan siswa dapat menerima dengan baik. Tanpa media,tujuan pembelajaran yang diajarkan tidak  akan tercapai. 

By : Putri Rahma Hidayatillah

Berlangganan via Email