Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Pentingnya Program BK di MI

ABSTRAK
Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang berarti mengatur atau mengemudikan. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada seorang atau individu terutamanya anak-anak yang masih mengenyam pendidikan di Madrasah yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri. Sedangkan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara oleh seorang konselor kepada individu (klien, konseli) yang sedang mengalami masalah dengan memberikan solusi atau jalan keluar dari permasalahan tersebut. Jadi, Bimbingan dan Konseling atau biasa yang dikenal dengan BK adalah suatu proses pemberian bantuan secara face to face yang diberikan oleh konselor (seseorang yang memilliki keahlian khusus untuk penyuluhan) kepada konseli agar konseli (orang yang memiliki masalah) mampu memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Pentingnya BK di sekolahan karena mampu memberikan berbagai layanan seperti memberikan layanan informasi, memberikan layanan bimbingan salah satu untuk memotivasi siswa,  memberikan bimbingan-bimbingan yang bermanfaat bagi siswa seperti bimbingan kelompok, bimbingan belajar teman sebaya, memberikan layanan konseling kepada siswa, memberikan layanan orientasi, dan masih banyak lagi.
Kata Kunci: Pentingnya; Bimbingan; Konseling; Madrasah

Bimbingan Konseling


PENDAHULUAN
Madrasah merupakan tempat kedua bagi peserta didik setelah rumah. Guru adalah orang tua kedua yang dimiliki siswa setelah orang tua mereka di rumah. Siswa menghabiskan waktunya kurang lebih 10-12 jam di sekolah atau bisa dibilang bisa menghabiskan waktu setengah harinya di sekolahan. Perlu adanya kedekatan antara siswa dan guru agar terciptanya kenyamanan keduanya selama waktu yang dimilikinya di sekolahan. Selain itu, siswa juga perlu membutuhkan perhatian khusus untuk mengarahkan dan membantu dirinya menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi. Oleh karena itu, pentingnya program Bimbingan dan Konseling (BK) yang ada di sekolahan dapat merealisasikan tujuan khusus siswa.

Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang berarti mengatur atau mengemudikan. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada seorang atau individu terutamanya anak-anak yang masih mengenyam pendidikan di Madrasah yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri. Sedangkan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara oleh seorang konselor kepada individu (klien, konseli) yang sedang mengalami masalah dengan memberikan solusi atau jalan keluar dari permasalahan tersebut. Jadi, Bimbingan dan Konseling atau biasa yang dikenal dengan BK adalah suatu proses pemberian bantuan secara face to face yang diberikan oleh konselor (seseorang yang memilliki keahlian khusus untuk penyuluhan) kepada konseli agar konseli (orang yang memiliki masalah) mampu memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Program BK biasanya diadakan di sekolahan dari tingkat pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Program BK ini diadakan di sekolahan guna untuk menyelesaikan adanya konflik antara siswa dengan dirinya sendiri, siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun siswa dengan orang tua. Manfaat dari adanya keberadaan BK sendiri diantaranya adalah membuat diri siswa merasa lebih baik, merasa lebih bahagia, tenang dan nyaman karena bimbingan konseling tersebut membantu siswa untuk menerima setiap sisi yang ada di dalam diri siswa, membantu menurunkan bahkan menghilangkan tingkat setres dan depresi yang dialami siswa karena siswa dibantu untuk mencari sumber setres tersebut serta dibantu pula mencari penyelesaian dari permasalahan yang belum terselesaikan, membantu siswa untuk dapat memahami dan menerima diri sendiri dan orang lain sehingga akan meningkatkan hubungan sosial yang efektif serta dapat berdamai dengan diri sendiri, meningkatkan perkembangan sosial secara positif karena adanya bimbingan dan konseling.

PEMBAHASAN
Di dalam dunia pendidikan, utamanya di Sekolah Dasar peranan BK sangat penting untuk perkembangan diri siswa yang optimal. Seperti hasil observasi yang pernah saya lakukan di MI Al-Amin Perak Utara Surabaya dengan SDIT At-Taqwa Wiyung Surabaya bahwa di MI Al-Amin belum ada  ruang khusus untuk BK bahkan tidak memiliki konselor. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru disana bahwa sekolah tersebut memang tidak memiliki ruang khusus untuk BK. Sekolahan tersebut juga tidak memiliki konselor untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa. Wali kelas 1 sampai kelas 6 bertugas merangkap sebagai guru kelas sekaligus sebagai guru BK yang berperan membantu menyelesaikan permaslaahan siswa.

Permasalahan yang dimiliki siswa bervariasi, biasanya masalah yang dihadapi siswa adalah masalah keluarga, kurangnya motivasi, masalah kesulitan belajar, masalah dengan teman sebaya, dll. Sama halnya dengan beberapa sekolahan yang pernah saya temui, bahwa saat ini masih banyak sekolahan yang tidak memiliki ruang khusus untuk BK, kalaupun ada hanya sebuah ruangan kecil ruangan sisa di pojok atau belakang gedung sekolah. Selain itu, seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini masih banyak petugas BK/konselor bukan berasal dari lulusan BK melainkan dari lulusan lainnya yang tidak ada sangkut pautnya dengan BK, misalnya dari  jurusan agama, ekonomi, dll.

Hal ini tentu akan berdampak pada pelayanan di BK itu sendiri yang mana terkadang justru tidak tepat atau salah dalam menangani permasalahan siswa. Misalnya siswa yang nakal justru dimarahi habis-habisan dan dicap sebagai penjahat. Banyak siswa yang menganggap bahwa BK adalah polisi sekolah. Kebanyakan siswa takut untuk bertemu konselor karena jahat dan galak. Jika ada teman mereka yang dipanggil konselor, maka mereka pasti menganggap teman mereka terkena masalah. Seperti ini penanganan yang salah seharusnya dapat menjadikan acuan untuk menjadikan orang yang bertugas di BK adalah dari lulusan BK. Hal ini dimaksudkan agar konselor tersebut jelas paham dan menguasai seluk beluknya dalam menyelesaikan permasalahan siswa dan dapat mengubah paradigma siswa untuk tidak berpikiran negative kepada apapun yang ada  di BK.

Berbeda dengan SDIT At-Taqwa, sekolahan ini sudah memiliki ruangan khusus yang nyaman dan luas untuk bimbingan dan konseling. Di ruangan tersebut dilengkapi media pembelajaran dan mainan agar siswa dapat bercerita masalah mereka sambil bermain atau agar rileks saat melakukan face to face dengan konselor. Selain itu dilengkapi pula dengan 2 konselor yang bertugas. Satu konselor bertugas untuk memegang kelas bawah yaitu kelas 1,2, dan 3. Sedangkan konselor yang satunya bertugas untuk memegang kelas atas yaitu kelas 4, 5 dan 6. Disini tim BK memiliki hari khusus untuk mengadakan pertemuan dengan siswa. Selain untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa, BK di sekolahan tersebut memiliki program literasi yang diperuntukkan untuk kelas bawah yang belum bisa membaca. Dengan demikian, guru dapat mengayomi siswa untuk menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi siswa yang ingin konsultasi ke BK maka siswa juga akan lebih akrab dan percaya kepada konselor.

Pentingnya BK di sekolahan karena mampu memberikan berbagai layanan seperti memberikan layanan informasi, memberikan layanan bimbingan salah satu untuk memotivasi siswa,  memberikan bimbingan-bimbingan yang bermanfaat bagi siswa seperti bimbingan kelompok, bimbingan belajar teman sebaya, memberikan layanan konseling kepada siswa, memberikan layanan orientasi, dan masih banyak lagi. Selan itu, konselor juga harus memiliki aktualisasi yang bagus dalam bidangnya agar pelayanan yang diberikan benar-benar menjadi bagian kerja utuh konselor kepada siswanya.

PENUTUP
Untuk itu, program BK perlu terealisasikan di setiap Madrasah baik Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah guna mewujudkan hubungan yang baik antara siswa dengan warga sekolah yang lain. Dengan begitu, siswa akan merasa lebih diperhatikan karena guru menerima curhatan dari siswa dan guru mengetahui sedikit banyak masalah yang sedang dihadapi siswa. Pentingnya BK di sekolahan juga memberikan wadah kepada siswa untuk menyalurkan potensi yang ia miliki dan sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi. Maka, jika tidak ada BK di setiap sekolahan nantinya guru kelas akan merangkap menjadi guru BK sekaligus. Ini yang nantinya akan berdampak pada proses belajar mengajar di kelas. Perlunya BK di sekolah dapat diusulkan kepada kepala sekolah demi terwujudnya ruangan konseling dengan beberapa konselor.

By : Ainun Madilla Arbiyanti 

Berlangganan via Email