Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CARA MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN PECAHAN UNTUK PEMBELAJARAN DI MI/SD

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang masa depan yang lebih baik. Dalam pendidikan sendiri di Indonesia mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. pendidikan Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah merupakan pendidikan formal, dimana dalam pendidikan ini yang mengajarkan konsep dasar dari berbagai mata pelajaran yang sudah diatur oleh Permendiknas (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) Indonesia. Mata pelajaran matematika menjadi salah satu contoh mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah.

Learning to TEACHING

Matematika dalam MI/SD merupakan matematika konsep dasar yang diajarkan untuk menunjang menuju jenjang yang lebih tinggi. matematika dianggap menjadi mata pelajaran yang sulit dan banyak dari siswa MI/SD tidak suka dengan mata pelajaran ini. Dengan hal itu, dapat dilihat dari banyaknya siswa yang memiliki nilai hasil belajar dibawah rata-rata dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hal ini sudah tidak menjadi hal yang perlu dirahasiakan lagi kenyataannya. Maka dari perlu usaha dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam seluruh mata pelajaran yang diajarkan khususnya mata pelajaran matematika. Dalam upaya peningkatan mata pelajaran matematika perlu pembelajaran yang memiliki strategi, pendekatan, metode dan media agar tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.

Dengan mengetahui kesulitan yang tengah dihadapi siswa, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah atau yang disingkat dengan PGMI di UIN Sunan Ampel Surabaya. Diamana PGMI diajarkan untuk Memberikan inovasi atau perubahan terhadap dunia pendidikan di Era global, karena setiap kesulitan yang dihadapi siswa pasti memiliki solusi untuk mengatasinya, terlebih dalam jurusan PGMI diajarkan untuk menghadapi tantangan jaman yang semakin berkembang secara pesat, hal itu sudah dirasakan oleh calon guru yang sudah terjun langsung ke lapangan atau ke sekolah Madrasah Ibitidaiyah untuk mengetahui kesulitan- kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Dengan berdasarkan observasi yang sudah lakukan, ternyata kesulitan ini terjadi karena kurangnya media kongkret atau tidak banyak guru yang menggunakan media pembelajaran matematika untuk menunjang tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.

Media pembelajaran merupakan alat atau perangsang siswa guna untuk memperjelas materi yang diajarkan. Penggunaan media pembelajaran ini, sangatlah penting, terlebih bagi siswa kelas bawah atau dapat diartikan kelas 1,2 dan 3. Dimana kelas bawah ini seharusnya menggunakan benda-benda kongkret atau media dalam setiap materi yang diajarkan. Karena kelas bawah masih belum bisa atau belum mampu untuk diajak berimajinasi perihal pelajaran.Dalam pembuatan media sendiri tidak hanya sebagai alat penyampaian materi namun juga sebagai perangsang yang mampu membuat siswa lebih fokus terhadap media  yang akan ditampilkan dibandingkan terfokus dengan hal yang lain, namun tidak hanya itu saja pembuatan media juga perlu memperhatikan dari segi kemampuan siswa dari segi psikis ataupun motorik siswa agar tercapainya tujuan media yang akan diterapkan.

Pengadaan media ini sangat berpengaruh penuh terhadap mata pelajaran matematika, dimana pelajaran ini memerluan benda kongret yang dapat menjelaskan materi bilangan pecahan pada mata pelajaran matematika, Sebagai contohnya siswa kelas 3 disalah satu MI yang berada di kabupaten Sidoarjo memiliki kesulitan dalam memahami materi bilangan pecahan pada mata pelajaran matematika karena kurangnya media yang mendukung serta belum adanya pengadaan terkait media selain benda-benda sekitar sehingga siswa masih merasa kebingungan dalam memhaminya. Bilangan pecahan sendiri memiliki arti yaitu bilangan yang terdiri dari bilangan pembilang atau bilangan penyebut. 
Bilangan pecahan hakikatnya ialah bentuk penyederhanaan bilangan pembilang dan penyebut. Sebagai contoh ½ atau dapat dinamakan satu per dua. Dari contoh tersebut bilangan 1 disebut sebagai bilangan pembilang dan bilangan 2 disebut sebagai bilangan penyebut. Perolehan tersebut dari hasil satu bagian utuh yang dibagi menjadi dua bagian, maka diperoleh ½, kebanyakan siswa kelas 3 tidak paham yang dimaksud dengan bilangan pecahan dan perolehannnya, sebagian guru sudah menggunakan strategi yang sesuai namun belum adanya media yang mendukung, maka itu perlu adanya pengadaanmedia yang menunjang agar materi tersampaikan dengan jelas dan siswa tidak akan merasa kesulitan dalam memahaminya dan mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Media Papan Pecahan merupakan media yang ditawarkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dikarenakan media papan pecahan ini memiliki banyak manfaat mulai dari dapat memperjelas pembelajaran bilangan pecahan konsep dasar pengertian hingga dapat menjelaskan penjumlahan dan pengurangan. Sehingga siswa lebih paham terhadap materi yang diberikan. Papan pecahan ini hadir sebagai alat bantu dan juga sebagai perangsang siswa sehingga siswa dapat lebih fokus dan dapat belajar sendiri dengan menggunakan media papan pecahan ini. Terlebih lagi papan pecahan ini sudah dibuktikan dengan peerapan dan dapat meningkatkan pemahaman siswa. 

Gambar dari YOUTUBE vidio pembelajaran Ristanti P.T. (non )
Cara pembuatan media papan pecahan yaitu: Siapkan Sterofoam, lem, Cat warna, Kertas print untuk judul, kertas warna untuk bagian wallpaper danPaku kecil. Lalu bentuk lingkaran 360 derajat sebayak yang dibutuhkan. Jika sesuai dengan gambar perlu membuat sebanyak 5 lingkaran dengan besar sehingga siswa dapat melihat dengan jelas walaupun dari kejauan. Cat lingkaran bedakan menjadi 2 warna yang berbeda. Lalu iris masing-masing lingkaran. Lingkaran pertama biarkan utuh, lingkaran kedua iris menjadi 2 bagian yang sama, lingkaran ketiga potong menjadi 4 bagian lalu lingkaran keempat potong menjadi 6 bagian dan lingkaran yang terakhir potong menjadi 8 bagian. Lalu lapiskan kertas warna pada sterofoam yang besar dengan lem, lalu tempelkan asing-masing lingkaran pada papan dengan menggunakan paku kecil yang aman untuk siswa.

Cara penggunaan media papan pecahan yaitu dengan cara yang pertama memperkenalkan kepada siswa kelas 3 bahwa berikut media yang akan digunakan untuk materi bilangan pecahan, sehingga dapat membangun semangat siswa untuk belajar. Lalu dijelaskan jika terdapat dua warna yang berbeda, dan untuk warna pink digunakan untuk bilangan pembilang dan yang biru digunakan sebagai bilangan penyebut. Dan mulailah sebagai guru menjelaskan sebagai guru mulai menjelaskan sehingga siswa lebih paham. Serta berikan soal-soal yang sesuai dengan caupan materi dan media yang tersedia dan biarkan siswa ikut turut aktif dalam pemakaian media sehingga dapat melatih motorik siswa.

Manfaat dari media papan pecahan ini yaitu sebagai alat peraga atau media yang memperjelas materi bilangan pecahan sehingga siswa lebih paham dan aktif serta memberikan inovasi terhadap pembelajaran dan membuat siswa cenderung tidak bosan karena dengan adanya media pembelajaran ini fokus siswa tidak hanya pada buku dan penjelasan guru yang cenderung membuat siswa merasa bosan. Tetapi siswa dapat melatih dan mengeksplor diri tentang pemahaman bilangan pecahan dengan menggunakan media ini. Papan pecahan juga berfungsi melatih psikis dan motorik siswa. Adapun kelebihan dan kekurangan dari media ini yaitu dengan cara menggunakan media ini siswa dapat lebih paham dalam menerima materi bilangan pecahan, media ini juga dapat membangun semngat siswa, dan seperti yang sudah dijelaskan di manfaat media papan pecahan diatas serta biaya yang dibutuhkan sangat murah. Tetapi kelemahan media papan pecahan ini yaitu mudah patah karena terbuat dari sterofoam.

Diharapkan guru dan calon guru semuanya mampu memberikan solusi terhadap kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi oleh siswanya. Dan terus mengeksplor media-media pembelajaran yang dapat memberikan inovasi pada pembelajaran sehingga dapat mengikuti perkembangan yang ada apalagi di era global saat ini dan untuk kedepanya. Karena siswa yang berhasil menjadi kepuasan tersendiri untuk guru yang mengajarkannya. Terus semangat dan terus belajar.

By : Cipt : Ristanti P.T.L