Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Teladani Metode Rasulullah SAW dalam Pendidikan MI Indonesia Masa Kini

Pendidikan dasar atau sekolah dasar merupakan momentum awal bagi anak untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Dari bangku sekolah dasarlah mereka mendapatkan imunitas belajar yang akan menjadi kebiasaan-kebiasaan yang akan mereka lakukan di kemudian hari di masa yang akan datang. Karena itu, diperlukannya metode-metode dalam membimbing dan mengajar untuk para siswa-siswinya, metode-metode ini sangat penting bagi guru,agar para guru mampu menjadikan para siswa-siswi mencapai impiannya bahwa tidak sekedar impian saja, namun hal yang harus dicapainya dan menjadi tunas-tunas pemimpin perubahan bangsa di masa depan. Guru adalah sosok yang sangat menentukan kesuksesan dunia pendidikan, jika gurunya berkualitas tinggi maka dunia pendidikan juga berkualitas, dan jika kualitas gurunya rendah, maka dunia pendidikan terancam mengalami kemunduran. Guru juga sangat berperan penting dalam melaksanakan metode-metode pembelajaran tersebut, sehingga murid mampu mencernanya dengan mudah untuk memahami materi yang diajarkan.

Masjid Nabawi

Metode-metode pendidikan sebelumnya sudah ada dalam zaman dahulu, merupakan warisan sebagai acuhan dan kita kembangkan sesuai dalam kemajuan perkembangan zaman hingga masa kini. Namun kebanyakan metode-metode pendidikan diadaptasi dari dunia Barat, padahal metode-metode yang dikembangkan oleh Barat ternyatamengambil dan mengadobsi dari metode pengajaran oleh Rasulullah Saw. Ketika itu Allah Swt telah memberikan wahyu kepada Rasulullah Saw dan diutus untuk menyampaikan wahyu, guna memperbaiki dan membawa umat manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam menyampaikan wahyu inilah Rasulullah Saw memiliki banyak metode pengajaran yang disampaikan oleh beliau dan sebagai teladan bagi para pendidik atau guru saat ini. Beberapa metode pengajaran Rasullulah Saw diantaranya yaitu :

  1. Dakwah Bil Haal
    Saat menyampaikan ajaran itu membutuhkan praktek bukan sekedar teori belaka, dengan penyampaiannya tidak secara berangsur-angsur namun secara demi sedikit agar lebih mudah dipahami dan kemudian memperaktekkannya contohnya yaitu praktek shalat dan wudhu. Metode ini sangat cocok jika diterapkan apalagi pada jenjang sekolah dasar.
  2. Menghindari Kejenuhan Murid
    Pembelajaran tidak mungkin hanya biasa dilaksanakan dalam kurun waktu yang singkat, namun dengan kurun waktu yang lama terkadang para murid merasa bosan dengan penyampaian guru yang itu-itu saja, oleh karena itu pengajar harus menghilangkan kejenuhan murid dengan menggunakan metode dialog,diskusi, visualisasi dengan gambar, mengubah posisi belajar, menarik perhatian dengan memanggil nama si murid, dan diselingi dengan gurauan agar murid tidak merasa tegang dan takut.
  3. Memperhatikan Perbedaan Kemampuan dan Tingkat Intelegensi Setiap Siswa
    Sebagai pengajar juga dituntun bahwa setiap murid memeliki potensi pola pikir yang berbeda-beda, tidak semua kemampuan yang dimiliki murid itu sama dengan demikian para guru harus tahu potensi muridnya dengan cara mengobservasi muridnya dan melakukan tes atau uji coba untuk mengetahui kecerdasan, tingkat pengetahuan, pemahaman dan ingatan mereka sehingga dalam penampaiannya bisa disesuaikan dengan kemampuan murid, guru bisa melihat bakat setiap murid tersebut dan yang paling menonjol dalam mangajar murid tidak luput untuk memberikan suatu nasihat (mau’idzah) dan motivasi dalam bentuk yang positif.
  4. Analogi atau Kias
    Dalam mengajar, sesekali Rasulullah Saw menggunakan analogi (perbandingan secara kias dengan bentuk yang sudah ada) terhadap suatu hukum atau ajaran yang kurang bisa dipahami oleh sebagaian sahabatnya. Metode tersebut pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. saat seorang perempuan bertanya kepada beliau “Sesungguhnya, ibu saya telah bernazdar untuk melakukan haji. Namun, hingga meninggal, ibu saya belum sempat berhaji untuk mealaksanakan nadarnya itu. Apakah saya bisa berhaji (menggantikannya) atas nama ibu?”

    “ya bisa. Bukankah jika ibumu mempunyai utang dan belum sempat melunasnya, kemudian ia meninggal, kamu juga akan yang melunasi utangnya?” jawab Beliau
    “ya memang begitu”, kata wanita itu lega (HR.Bukhari)
    Menstimulus Murid agar Berani Bertanya

    Guru atau pengajar yang  baik akan menstimulus atau mendorong muridnya untuk berani bertanya. Sebab, bisa jadi ada hal-hal penting yang tidak terlintas dalam pikiran sesorang pengajar, namun terpikirnkan dalam benak muridnya yang berhubungan dengan materi yang dibahas. Dengan adanya metode tanya jawab diharapkan terjadi hubungan interaksi yang interaktif antara guru dan murid.
  5. Melatih Kepekaan Murid dengan Melempar Alih Pertanyaan
    Berilah kesempatan melatih dan mendidik murid untuk menjawab pertanyaan dari teman sebanyanya. Melempar alih pertanyaan sangat penting dilakukan untuk melatih kepekaan dan berfikir kritis menjawab persoalan yang murid alami.
  6. Membuat Teka-Teki
    Guru menyamarkan atau memberikan klue agar para murid merasa penasaran dan mencari makna sendiri terhadap yang dimaksud oleh guru. Contohnya guru mendiskripsikan bagian tubuh hewan kemudian murid diberi kesempatan untuk menebak jenis hewan yang dimaksud oleh guru. Hal tersebut memiliki tujuan untuk melatih kepekaan sekaligus menancap dalam ingatan murid.
  7. Bercerita atau Bermain Peran
    Metode ini cocok untuk menanamkan pembelajaran nilai-nilai moral. dengan menyamapaiakn sebuah kisah, seseorang guru secara langsung menjadikan pendengarnya sebagai objek. Dengan metode ini murid diharapkan dapat mengambil hikmah dan amanat yang disampaikan oleh guru. Selain itu dengan perkembangan zaman saat ini metode bercerita dapat dimodifikasi dengan Bermain peran yaitu murid-murid sebagai tokoh dan memperaktekkannya langsung sesuai dengan teks cerita.
  8. Mengulangi Keterangan Sampai Tiga Kali
    Rasulullah Saw. sebagai pemimpin dan panutan para pengajar, beliau mencotohkan sikap bijaksana dan sabar ketika mengajar. Beliau selalu mengulangi sebuah arajan yang disampaiakan agar bisa dipahami oleh sahabatnya. Sama halnya seorang murid dengan tingkat pemahaman dan kecerdasan yang berbeda-beda, sebagian murid cepat mengerti materi yang disampaikan oleh guru adapula murid lainnya memerlukan waktu yang lama untuk memahami materi tersebut. Oleh karena itu guru harus bersabar dan menggulangi kalimat-kalimat yang disamapaiakan hingga bisa dipahami oleh muridnya.
  9. Melakukan Tes dan Uji Coba
    Melakukan tes dan uji coba merupakan bagian dari evaluasi berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Selain itu yang terpenting ialah untuk mengetahui kecerdasan, tingkat pemahaman, dan pengetahuan murid terhadap materi yang di samapaiakan oleh guru. Dengan melakukan tes atau uji coba murid lebih bersemangat lagi untuk belajar.

    Dari pemaparan metode-metode Rasulullah Saw diatas tidak terlepas dari ajaran agama yaitu Islam, beliau merupakan pengajar tidak hanya dengan tampilan fisiknya, tapi juga dengan memberikan contoh kepribadian yang mulia, memiliki akhlak  dan sebagai seorang yang terpilih menyampaikan syariat-Nya kepada para sahabat-sahabatnya dan seluruh umat Islam menjadi umat terbaik dunia dan akhirat.

By : Intanika

Berlangganan via Email