Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MI Pudji Hardjo Prambon: Upaya Lelang Wakaf Tunai Guna Memajukan Madrasah

Madrasah Ibtidaiyah Pudji Hardjo Prambon merupakan satu-satunya lembaga pendidikan dasar Islam di desa Prambon Tugu Trenggalek. Hal ini merupakan salah satu upaya yang digagas dan dirintis oleh Bpk. H. Wagiman, selaku Pembina Yayasan Pudji Hardjo Trenggalek. Tujuan utama didirikannya Madrasah Ibtidaiyah adalah berawal dari luasnya cakupan desa Prambon, namun tidak ada satupun pendidikan formal yang bernuansa Islami. Setelah melalui proses hampir satu tahun, akhirnya tahun 2019 ini, Alhamdulillah Yayasan Pudji Hardjo Trenggalek menerima Ijin Operasional dari Kemenag Jawa Timur. Selain MI, Yasasan Pudji Hardjo ini juga merintis Raudhatul Athfal atau RA. 

Madrasah Ibtidaiyah Pudji Hardjo Prambon


Meskipun secara de yure Madrasah Ibtidaiyah ini baru lahir, namun secara de facto lembaga ini sudah berjalan selama 4 tahun lebih. Tentu saja ada kebijakan-kebijakan khusus yang ditawarkan oleh pihak berwenang, dalam hal ini Kemenag Trenggalek.

Hal ini ditunjukkan dari animo masyarakat yang mempercayakan anak-anaknya di lembaga ini. Dalam acara Haflah Akhirussanah sekaligus Halal Bi Halal, yang diadakan pada hari Jum’at 05 Juli 2019, di halaman Mushollah Pudji Hardjo, Pembina Yayasan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, wali santri atas partisipasinya dalam menyukseskan program Wakaf Tunai. Ia, menyampaikan bahwa wakaf tunai ini adalah salah satu bentuk amal jariyah yang Insyaallah terus mengalir sampai seorang wakif meninggal dunia. Total ada sekitar 41 wakif yang telah menyumbangkan sebagian rizkinya untuk diwakafkan. 

MI Pudji Hardjo Prambon


Alhamdulillah, jumlah uang yang sudah terkumpul kurang lebih 90% dari harga tanah. Imbuhnya seraya bersyukur. Lebih lanjut, ia juga menyampaikan terima kasih untuk seorang wakif (yang tidak disebutkan namanya), karena telah mewakafkan tanahnya seluas 8x12 m2. 

Jihad melalui pendidikan formal tentu saja tidaklah mudah. Butuh dukungan yang sangat besar. baik dukungan moril maupun materiil. 

Untuk mengembangkan dan memajukan sebuah lembaga, tentu dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan. Kepercayaan masyarakat merupakan modal dasar untuk turut mencetak generasi muda yang Islami, berbudi luhur sesuai ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.  

Di akhir sambutannya, H. Wagiman berpesan kepada seluruh wali murid untuk bersama-masa mendidik putra-putri di rumah. Ketika di sekolah yang bertanggungjawab adalah guru, sedangkan ketika di rumah orang tualah yang bertanggungjawab penuh. Dengan demikian, antara guru dan orang tua dapat bersinergi membentuk kepribadian, sehingga kelak menjadi anak-anak yang shalih shalihah, aamiin.

Tugu Trenggalek, 05 Juli 2019



Berlangganan via Email