Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Strategi Pembelajaran Kooperatif?

Guru memiliki peranan penting dalam pelaksanaan sebuah kegiatan pembelajaran. Di samping itu, untuk melaksanakan sebuah kegiatan pembelajaran guru juga harus memiliki strategi pembelajaran yang cocok dan bisa diterima dengan mudah oleh peserta didik. Guru harus paham mengenai definisi dari strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran merupakan cara yang menggunakan semua sumber belajar untuk membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran sangat penting adanya strategi pembelajaran karena dengan strategi pembelajaran sangat membantu dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi, sebagai acuan atau pedoman dalam melaksanakan pembelajaran dan untuk peserta didik dapat lebih mudah memahami isi atau materi pembelajaran yang telah diberikan sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Tanpa strategi yang jelas, pembelajaran tidak akan terarah dengan baik sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan tidak akan berjalan dan sulit mencapai hasil yang optimal.

Perlu Berbagai Strategi dalam Pembelajaran kerjasama bagaikan buku yang berjajar

Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk tingakatan SD/MI adalah strategi pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif atau Cooperative Learning adalah kumpulan beberapa model atau metode pembelajaran yang disiapkan untuk melatih kerja sama dengan kelompok dan dapat berinteraksi antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya. Tujuan dari pembelajaran kooperatif yaitu dapat meningkatkan keterampilan peserta didik bekerja sama dan kolaborasi antar peserta didik.

Karakteristik yang membedakan antara pembelajaran kooperatif dengan strategi pembelajaran yang lainnya yaitu proses pembelajaran kooperatif lebih menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok dan berkolaborasi dengan peserta didik lainnya. Ciri-ciri dalam pembelajaran kooperatif, yaitu pembelajaran secara berkelompok, pembelajaran sesuai dengan manegemen kooperatif, keinginan untuk saling membantu atau kerja sama, dan keterampilan dalam bekerja sama. Pembelajaran kooperatif atau Cooperative Learning memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

1. Prinsip Ketergantungan Positif (Positive Interdependence)
Kerja kelompok adalah kerja tim yang berarti keberhasilan kelompok tersebut tergantung pada keberhasilan semua individu dalam suatu kelompok. Ketergantungan antar anggota dalam kelompok akan efektif jika setiap anggota kelompok mengetahui tugas masing-masing dengan baik yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki berdasarkan job description. Inilah yang dinamakan sebagai ketergantungan positif.

2. Tanggung jawab perseorangan (Individual Accountability)
Keberhasilan dalam kerja kelompok merupakan keberhasilan individu, oleh karena itu setiap anggota harus memiliki tanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Selain tanggung jawab, setiap angggota juga harus memberikan kontribusi yang baik untuk keberhasilan kelompoknya. Keterkaitannya dengan evaluasi guru juga harus memberikan penilaian individu di samping penilaian kelompok.

3. Interaksi tatap muka (Face to face Promotion Interaction)
Penerapan pembelajaran kooperatif dapat memeberikan ruang dan kesempatan kepada masing-masing anggota untuk bertatap muka saling memberikan informasi dan saling membelajarkan. Dengan bertatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota, bisa menghargai setiap perbedaan, serta memanfaatkan setiap kelebihan dan mengisi setiap kekurangan masing-masing anggota.

4. Partisipasi dan komunikasi
Pembelajaran kooperatif diharapkan dapat melatih peserta didik untuk berpatisipasi aktif dan berkomunikasi.

Dalam pembelajaran kooperatif guru harus memahami beberapa macam model pembelajaran supaya siswa lebih mudah menerima dan memahami materi yang disampaikan. Adapun macam-macam model yang terdapat dalam pembelajaran kooperatif, adalah sebagai berikut:
1. Model Jigsaw
Model jigsaw menggunakan pembelajaran secara berkelompok. Dengan Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, Setiap kelompoknya terdiri dari 4 siswa. Untuk setiap anggota kelompok harus menguasai dan memahami sub bab yang telah diberikan guru. Setelah itu, tiap-tiap anggota kelompok dengan sub bab yang sama membentuk kelompok lagi dengan anggota dua atau tiga orang. Dalam menyelesaikan tugas kooperatifnya siswa tersebut harus belajar dan memiliki pemahaman lebih atau yang ahli dalam sub bab  bagiannya, serta merancang cara dalam menyampaikan sub bab kepada anggota keompok sebelummnya. Lalu siswa tersebut kembali kepada kelompok sebelumnya dan memberikan materi dalam sub bab kepada anggota kelompok lainnya.
2. Model Think-Pair-Share
Tahapan dalam model Think-Pair-Share, yaitu pertama, siswa yang berpasangan harus berfikir mengenai jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh guru. Kedua, siswa yang berpasangan tersebut dapat mendiskusikan atas jawaban mereka. Ketiga, pasangan tersebut diperkenankan membagikan hasil diskusinya oleh guru dan pasangan kelompok lain diperbolehkan memberikan tanggapan.
3. Model Student Teams-Achievement Divisions (STAD)
Pada model pembelajaran ini, siswa dikelompokkan secara acak dengan siswa yang pintar agar dapat menerangkan siswa lainnya. Adapun tahapan-tahapan model STAD: (1) Membentuk kelompok yang terdiri 3 siswa secara acak; (2) siswa terlebih dahulu menerima materi dari guru; (3) Setelah itu, guru memberikan tugas kepada setiap kelompok; (4) Untuk anggota yang pandai dapat mengajari anggota yang lain hingga semua kelompoknya paham; (5) Pada saat siswa mengerjakan kuis, siswa tidak diperbolehkan membantu siswa yang lain; (6) Siswa mendapatkan reward dari guru.
4. Model Tim Pair Solo (Kagan)
Model pembelajaran ini siswa dapat menyelesaikan masalahnya dengan kelompok, teman dan juga dapat dipecahkan sendiri. Dengan harapan agar siswa mempunyai inisiatif dalam memecahkan permasalahannya.
5. Model Three-Minute Review
Pada saat guru sedang melakukan kegiatan diskusi, guru kapan pun bisa menghentikan kegiatan tersebut dalam waktu tiga menit untuk mengulang kembali atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dan jawabannya.
Adapun kelebihan dan kekurangan dalam strategi pembelajaran kooperatif, antara lain:
Kelebihan:
1. Peserta didik dalam kelompok kooperatif mampu bekerja sama untuk keberhasilan kelompoknya secara keseluruhan dibandingkan dengan kebutuhan dirinya sendiri.
2. Peserta didik dalam kelompok pembelajaran kooperatif dapat didorong untuk salin membantu temannya yang memiliki masalah dalam belajar.
3. Pembelajaran kooperatif akan menghasilkan peserta didik yang memiliki sikap toleransi atau menghargai yang tinggi dengan temannya.
4. Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk menyediakan reward atau penghargaan untuk peserta yang berprestasi tinngi maupun berprestasi rendah.
5. Pembelajaran kooperatif mendorong adanya komunikasi antar peserta didik.
Kelemahan:
1. Membutuhkan waktu yang lama untuk mrmahami teori belajar secara kooperatif.
2. Dalam evaluasi sulit untuk memberikan nilai yang objektif secara individual, karena dalam pemebelajaran kooperatif lebih menekankan pada kelompok.
3. Memerlukan waktu yang lama untuk meningkatkan kesadaran berkelompok.


By : Ishardina Kholifatul Hidayati

Berlangganan via Email