Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana TANTANGAN PGMI KEDEPAN DI ABAD 21


Tantangan besar di depan mata telah tiba dalam era globalisasi dengan mempersiapkan kata kunci yaitu daya saing sebagai alternative jawaban bagi mahasiswa prodi PGMI FTK UINSA Surabaya, harus dibawah kemanakah lulusan ini?, pertanyaan besar bergelanyut di dalam pikiran dan keadaan yang semakin kelihatan jelas dengan adanya sistem komunikasi kerjasama antar negara di Asia Tenggara maupun ASEAN dengan istilah MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) bahkan WTO, APEC dan CAFTA, dengan harapan bahwa alumni PGMI mampu memasuki arus pasar kerja persaingan tingkat global, dibidang pendidikan dan pengajaran, apakah mahasiswa sudah siap menghadapi abad 21?..., menjadikan lulusan berkualitas tidaklah mudah bagi Prodi PGMI sebagai wadah pencetak output, prodi PGMI berupaya semaksimal mungkin dalam abad 21 ini dengan usaha mendisain bagaimana agar mahasiswa lulusan PGMI memiliki standarisasi global maupun internasional dengan mengacu pada AUN-QA (Asean University Network - Quality Assurance) yang digagas dengan harapan beberapa kerjasama antar negara dalam bidang pendidikan universitas dan level universitas dalam menyiapkan output lulusannya.

Tantangan PGMI abad 21


Tidak hanya berhenti disitu, usaha yang dilakukan Prodi PGMI ialah dengan mempersiapkan kurikulum baru yang mengacu pada BSNPT/BAN PT tentang pemberlakukan kurikulum baru KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) adanya tingkat pelevelan kompetensi lulusan yang dihasilkan LO (Learning Outcomes) sesuai capaian penjenjangan kualifikasi/penyetaraan lulusan dalam dunia kerja yang berimplikasi pada penataan jenis strata pendidikan, mutu lulusan, pengembangan sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum dan pendidikan sepanjang hayat yang bermuara pada empat pilar pendidikan menurut unesco: learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live togehter. Kurikulum sendiri merupakan seperangkat rencana dan pengaturan yang dipersiapkan dengan tercapainya tujuan pembelajaran yang menghasilkan lulusan, bahkan bahan kajian dan proses serta penilaian dan pelenggaraannya dipersiapkan sebagai pedoman program studi, sperti halnya dilakukan prodi PGMI.

Melihat realitas yang ada, dengan memperhatikan masih banyaknya guru yang belum memiliki kualifikasi standar sebagai pendidik di MI baik soft skill maupun hard skill dari kompetensi paedagogik, kepribadian, professional, sosial, kepemimpinan dan manajerial. Perlu upaya usaha kerja keras dengan peningkatan mutu PGMI itu sendiri yang merupakan salah prodi yang ada di Jurusan Pendidikan Islam FTK UINSA Surabaya, bahwa mahasiswa PGMI diharapkan mampu dan tampil pada abad 21 ini dengan memiliki bekal komptensi life and career skill, learning innovation skill: critical thingking, comunication collaboratin and creativity, dan mampu menerima era information global, media and technology skill. Tidak hanya itu lembaga pendidikan apapun peyelenggaranya ditutut mempersiapkan diri dalam upayanya untuk selalu meningkatkan kualitas dalam hal standards assessment, curriculum and instruction. Mungkin beberapa solusi lagi adalah leadership, digital literacy, communication, emotional intelligency, entrepreneurship, global citizenship, problem solving and team working.

Penyetaraan mutu lulusan S1 PGMI dalam capaian pembelajaran diharapkan memiliki penguasaan pengetahuan mumpuni dibidangnya, kemampuan kerja (tenaga terampil), memiliki sikap dan tata nilai yang arif luhur dan bijaksana serta memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam setiap apa yang dilakukan, hal ini bisa dilihat pada deskripsi KKNI yang ada serta visinya PGMI FTK UINSA Surabaya sendiri yaitu menjadi pusat pengembangan pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah yang unggul, kompetitif, dan bertaraf internasional. Bisa kita pahami bersama dari melihat visinya bahwa harapan besarnya ialah outcames pgmi mampu dan hadir ditengah-tengah pasar kerja global dalam bidang dunia pendidikan yang dibutuhkan. Mampukah hal tersebut bisa terwujud, dengan pasti bisa tinggal ada kemauan serta keinginan keras dari berbagai pihak yang terkait untuk bisa mewujudkannya.

Adapun tujuan besar profil lulusan PGMI ialah menjadi guru kelas pendidikan dasar MI, menjadi konsultan pendidikan tingkat dasar, menjadi penulis pendidikan dasar baik bidang penelitian dan pengembangan bahan ajar, menjadi konselor/pendamping pendidikan dasar dalam upaya mengatasi persoalan masalah pada anak-anak ditingkat dasar, menjadi pembina spiritual pendidikan dasar, menjadi edupreneurship dibidang pendidikan dasar serta peneliti dan pengembang media perangkat pembelajaran ditingkat sekolah dasar. Itu semua dibutuhkan dalam era abad dua satu ini, bahwa guru bukan hanya sebagai teacher center melainkan harus bisa mendesain pembelajaran berpusat pada peserta didik/student center. Seorang pendidik di MI harus bisa multitalend dalam menghadapi berbagai persoalan baik dari teoritis maupun praktis, sehingga antara pemahaman yang didapat mampu diaplikasikan dalam praktek pembelajaran (PAIKEM) yang mengedepankan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan dan Islami.

By : Taseman

Berlangganan via Email