Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Pengaruh Kecanduan Game Online Terhadap Siswa?

Pengaruh Kecanduan Game Online

Menurut Kurniawan, (2017) di era globalisasi saat ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan manusia. Melalui hal ini setiap individu dituntut untuk terus berkembang dan mampu bersaing dengan individu yang lainnya, sehingga merea akan saling berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensinya supaya tidak terkalahkan.

Era globalisasi ini merupakan salah satu bagian dari perkembangan zaman. Terdapat beberapa bagian dari kehidupan manusia yang terpengaruh dalam perkembangan zaman tersebut, salah satu yang paling menonjol adalah tergantikannya permainan tradisional dengan permainan modern. Pada saat ini banyak sekali remaja maupun kanak-kanak yang mulai meninggalkan permainan tradisional dan lebih memilih permainan modern. Mereka beranggapan bahwa permainan modern ini lebih asyik dibanding dari permainan tradisional yang ada.

Banyak faktor yang menyebabkan para remaja ataupun anak-anak saat ini yang cenderung memilih permainan modern dibandingkan dengan para remaja dan anak dahulu yang lebih menyukai olahraga. Pertama, disela-sela jadwal harian mereka yang sempit dan padat yang memaksakan mereka untuk lebih memilih refreshing yang cepat, mudah dan murah. Kedua, permainan modern ini tidah harus mendatangkan banyak teman untuk hadir bermain bersama karena bisa dilakukan dengan sendiri ataupun bermain bersama dalam berbeda tempat itu tetap memungkinkan dalam permainan modern ini (Setiawan, 2018).

Menurut Suplig, (2017) Game Online adalah salah satu dari permainan modern yang paling banyak digandrungi oleh remaja dan anak-anak. Pengertian game online sendiri ialah suatu permainan yang terhubung dengan network internet yang mana para pemainnya bisa bermain secara online dan bisa diakses oleh banyak orang dimana dan kapan saja. Karena untuk mengakses game online sendiri menggunakan perangkat komputer, laptop, smartphone dan tablet. pada dasarnya game online ini adalah salah satu sarana hiburan untuk mengusir kepenetan atau hanya sekedar me-refreshing otak dari aktivitas sehari-hari yang melelahkan. Namun kenyataannya permainan ini justru membuat individu menjadi kecanduan.

Kecanduan merupakan perasaan yang sangat kuat terhadap apa yang diinginkan sehingga ia akan berusaha untuk mewujudkan apa yang ia inginkan tersebut. Seseorang akan dikatakan kecanduan apabila ia sudah tidak mampu untuk mengontrol apa yang ia inginkan tersebut, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi si pecandu baik itu secara fisik maupun psikis.

Dan seorang remaja bisa dikatakan kecanduan game online apabila ia terus bermain game lebih dari 4-6 jam sehari, sehingga ia akan kesulitan untuk lepas dari permainannya tersebut. Tidak jarang juga banyak yang tidak dapat mmbedakan kehidupan yang nyata dengan kehidupan virtual sehingga banyak sekali mahasiswa yang bertindak asosial yang dapat menyebabkan dirinya menjadi malas belajar (Ayu & Saragi, 2016). Ada empat aspek kecanduan dalam game online antara lain: 
1. Compulsion (kompulsif/ dorongan dalam melakukan secara terus menerus) ialah suatu dorongan atau tekanan yang begitu kuat yang berasal dari dalam diri sendiri untuk melakukan segala sesuatu secara terus menerus. Dimana hal ini dorongan secara terus menerus itu merupakan bermain game online. 

2. Withdrawal (penarika diri) ialah suatu upaya untuk menjauhkan diri ataupun menarik diri dari suatu hal. Yang dimaksud dalam menarik diri disini ialah seseorang yang tidak bisa menarik dirinya dalam melakukan hal lain kecuali game online.

3. Tolerance (toleransi) dalam hal ini toleransi diterjemahkan sebagai sikap menerima keadaan diri ketika melakukan suatu hal. Biasanya toleransi ini berhubungan jumlah waktu yang dilakukan dalam melakukan sesuatu, dan permainan game online apabila belum merasa puas maka tidak akan berhenti untuk terus memainkannya.

4. Interpersonal and health-related problems (masalah hubungan interpersonal dan kesehatan) ini merupakan persoalan yang berkaitan idengan interaksi kita dengan yang lainnya dan juga masalah kesehatan. Karena pecandu game online cenderung menghiraukan hubungan interpersonal mereka dan juga masalah kesehatan dalam diri mereka yang sangat jarang diperhatikan (Edrizal, 2018).

Menurut Steward dalam bukunya menjelaskan beberapa dampak negatif dari kecanduan game seperti kehilangan hubungan interpersonal yang mana mereka akan kesulitan dalam berkenalan dan menjalin hubungan dengan orang lain dalam kehidupan yang nyata. Akan tetapi bagi pemain game berkenalan juga dapat dilakukan dengan orang lain yang menjadi lawan mainnya dan mereka akan menjalankan interaksi dengan mudah sesame gamers atau lebih dikenal dengan persahabatan virtual. Game online menjadi media pelarian bagi mereka yang mempunyai konflik dengan orang tua, interpersonal maupun intrapersonal serta pengelolaan emosi yang buruk bagi kalangan remaja.

Beberapa tahun lalu terjadi penemuan khusus yakni fenomena kecanduan game online yang berujung pada tindakan kriminalitas, seperti pencurian dan bullying. Anak-anak ini terinspirasi dari game yang mereka mainkan dalam membully temannya (Kusumawati, Aviani, & Molina, 2014). Menurut Rohman, (2018) salah satu bahaya yang cukup mengkhawatirkan dari kecanduan game online adalah berkurangnya waktu anak untuk  bersosilisasi dan bermain dengan anak-anak sebayanya seacar langsung, karena mereka akan menghabiskan waktunya secara berjam-jam dalam sehari untuk bermain game. Terlebih game online juga menghadirkan konten-konten yang tidak baik seperti pornografi, kekerasan, dan konten-konten yang berbahaya lainnya, sehingga hal ini bagi mereka yang belum memiliki kematangan fisik dan mental akan mengakibatkan anak-anak yang kecanduan game akan lebih agresif dalam banyak hal.

Tingginya intensitas bermain game online ini juga memiliki dampak fisik yang mana anggota tubuh akan kelelahan akibat terlalu lama bermain game yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan memudahkan untuk terserang penyakit. Sedangkan dampak psikis tidak hanya seperti yang disebutkan diatas saja tetapi juga dapat menimbulkan invidu jadi lebih mudah marah, tidak dapat mengontrol emosi yang diakibatkan kekalahan dari peramainan yang dimainkan. Tidak hanya itu dampak lainnya juga dapat dirasakan bagi anak-anak maupun remaja yang mana mental mereka akan terganggu, menghambat proses pendewasaan diri, mempengaruhi prestasi belajar anak, pemboros serta membuat anak akan merasa malas untuk belajar (Kurniawan, 2017).

Menurut Ratna, (2014), Permasalahan yang muncul dari kecanduan game online ini membutuhkan intervensi keluarga untuk mecegah dari kecanduan internet dan game online. Karena terungkap bahwa orang tua jarang membacakan buku untuk anak-anak, tidak menemani mereka saat bermain hal ini karena adanya kesibukan rumah tangga dan pekerjaan orang tua sehingga mereka mengabaikan pergaulan anak dalam perkembangan zaman saat ini. Maka hal ini merupakan hal yang sangat penting agar orang tua dapat berkomunikasi secara intens dengan anaknya karena pola asuh orang tua menentukan pengaruh dalam pembentukan perilaku anak dalam main game online. 

Referensi
  1. Ayu, L., & Saragi, S. (2016). Interaksi Sosial dan Konsep Diri dengan Kecanduan Games Online pada Dewasa Awal. 5(02), 167–173.
  2. Edrizal. (2018). Pengaruh Kecanduan Siswa Terhadap Game Online(Studi Tentang Kebiasaan Siswa Bermain Game Online) di SMP 3 Teluk Kuantan. 2(November), 1001–1008.
  3. Kurniawan, D. E. (2017). Pengaruh Intensitas Bermain Game Online Terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Mahasisw Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta. 3(1)
  4. Kusumawati, R., Aviani, Y. I., & Molina, Y. (2014). Perbedaan Tingkat Kecanduan(Adiksi) Game Online pada Remaja di Tinjau dari Gaya Pengasuhan. 8(1), 88–89.
  5. Ratna. (2014). Dampak Permainan Elektronic Game pada Ikatan Emosi Anak dan Hilangnya Sense of Place Anak Pada Ruang Terbuka di Kelapa Gading Jakarta Utara. 15(2), 136–151.
  6. Rohman, K. (2018). Agresifitas anak kecanduan game online. 02(01), 157.
  7. Setiawan, H. S. (2018). Analisis Dampak Pengaruh Game Mobile Terhadap Aktivitas Pergaulan Siswa SDN Tanjung Barat 07 Jakarta. 146–156. https://doi.org/10.30998/faktorexacta.v11i2.2338
  8. Suplig, M. A. (2017). Pengaruh Kecanduan Game Online Siswa SMA Kelas X Terhadap Kecerdasan Sosial Sekolah Kristen Swasta Di Makassar The Effects of Student Online Game Addiction Class X High School towards Social Intelligence at Christian School in Makassar. 15(2).
By: Rosidatur Rochmah

Berlangganan via Email