Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

FUNGSI PENGENALAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI

Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia, diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi . Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Dari manapun orang itu berasal dan dari suku apapun mereka tinggal, tetaplah Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang digunakan saat berkomunikasi dengan orang lain. Dengan demikian penggunaan bahasa Indonesia itu sangatlah penting untuk semua kalangan umat manusia, tidak terkecuali pada anak usia dini.

FUNGSI PENGENALAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI


Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia 0-8 tahun. Menurut Beichler dan Snowman (Dwi Yulianti, 2010:7),anak usia dini adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun. Anak usia dini memerlukan orang lain untuk membantu mengungkapkan isi hati atau perasaan mereka. Dengan menggunakan bahasa khususnya bahasa Indonesia anak usia dini dapat berkomunikasi dengan baik dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar kelak saat mereka dewasa. Anak usia dini juga bisa menyalurkan perasaan dan pendapat mereka melalui bahasa Indonesia.

Pengenalan bahasa pada anak usia dini sangatlah penting, hal ini karena dengan mengenalkan bahasa Indonesia pada anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain. Misalnya saat kita mengenalkan angka pada anak usia dini. Kita akan menyebut angka sa..tu (1) yang nanti akan diikuti oleh anak tersebut. Bisa juga dengan menyebut du..a(2) lalu anak akan mengikuti apa yang kita ucapkan. Selain kita mengajarkan bahasa Indonesia, kita juga mengajarkan anak agar dapat berhitung dengan benar.

Jadi, seharusnya anak usia dini secepat mungkin agar diajarkan menggunakan bahasa Indonesia, bukan dengan menggunakan bahasa lain atau bahasa asing yang nantinya akan melunturkan budaya bangsa kita sendiri. Namun bukan berarti tidak perlu diajarkan bahasa asing kepada anak. Perlu memang diajarkan bahasa asing, tetapi pengajarannya tidak melebihi dari pengajaran penggunaan bahasa ibu atau bahasa Indonesia. Fenomena mengajarkan bahasa asing pada anak usia dini sudah tidak asing memang. Apalagi saat anak usia dini berada dalam usia 4-6 tahun atau berada dalam usia emas. Mereka lebih mudah untuk menerima dan menyerap segala sesuatu yang diberikan kepada mereka. Dalam hal ini peran orang tua sangatlah penting di dalam mendidik anak. 

Menurut seorang pakar bahasa dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Benny Hoedoro Hoed, bahasa Indonesia diperlukan sebagai alat komunikasi pada tataran nasional. Pasalnya, masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar yang resmi. Bahasa inilah yang membentuk identitas bangsa. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan masyarakat Indonesia, seperti dalam semboyan kita yakni Bhinneka tunggal ika atau berbeda beda tapi tetap satu jua. Maka dari itu, sangatlah perlu diajarkan bahasa Indonesia pada anak usia dini atau dalam masa tumbuh kembang anak.
Dilansir laman Livestrong, setiap anak akan membangun tonggaknya sendiri untuk pengembangan bahasa dengan menunjukkan perilaku tertentu di usia tertentu. Saat 12 bulan, bayi akan beraksi ketika ada yang menyebutkan namanya dan menggunakan infleksi dengan suara. Di usia dua tahun, anak memiliki kosakata hampir 300 kata dan dapat merespons perintah sederhana. Di usia ke tiga tahun, ia mampu menghafal 1.000 kosa kata. Dalam usia lima  tahun, seoarang anak sudah bisa memahami konsep kalimat dan dapat berbicara hingga sembilan kalimat.
Orang tua dapat mendorong pengembangan keterampilan bahasa anak dengan berinteraksi secara teratur. Misalnya menyanyikan lagu dan membacakan cerita sederhana. Ketika itu dia akan mulai bisa berbicara tentang harinya atau menjelaskan hal yang ia suka atau tidak suka. Mengunjungi perpustakaan dapat mendorong keinginan anak untuk membaca cerita dan orang tua dapat mengajarkan anak beberapa cerita sederhana dan sajak. Selain itu orang tua juga dapat membacakan dongeng dongeng yang menarik agar anak juga tertarik untuk ikut berbicara bahasa Indonesia. 

Tujuannya untuk mendorong mereka mengingat setiap penggalan kata.
Namun, ketika orang tua sibuk dan tidak memberikan perhatian khusus pada anak untuk mengembangkan bahasa, bisa membuat anak kesulitan dalam mempelajari bahasa tersebut. Sebagai contoh seorang anak di usia 18 sampai 24 bulan yang tidak mampu  mengikuti perintah sangat sederhana atau kesulitan membuat vokalisasi dapat menunjukkan tanda-tanda kesulitan perkembangan bahasa. Dari adanya tanda-tanda tersebut, orang rua harus menghubungi dokter anak mereka. Beberapa anak telah terdiagnosa memiliki masalah pendengaran yang memengaruhi perkembangan bahasa mereka. Pengujian medis mungkin dibutuhkan di sini untuk mendapat penanganan agar sang anak dapat berkomunikasi dengan baik.

Dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa mengajarkan bahasa pada anak usia dini sangatlah penting dan dilakukan sedini mungkin untuk menghindari hal hal yang buruk dalam diri anak. Selain itu juga berpengaruh besar dalam proses berkomunikasi antara anak dengan lingkungan sekitarnya atau teman sebayanya. Pengenalan bahasa Indonesia pada anak usia dini pertama kali atau sebelum menuju ke taman bermain atau Pendidikan Anak Usia Dini dilakukan di dalam lingkungan keluarga. Jadi peran orangtua merupakan tonggak awal dalam kemampuan berbahasa anak. Jika orangtua mendidik anak dengan bahasa yang baik atau dengan kata kata yang sopan, anak juga akan meniru hal baik tersebut, namun jika sebaliknya yaitu orang tua membiarkan anak untuk tidak segera diajarkan atau mengajarkan hal hal atau kata kata yang buruk, anak juga akan mengikuti apa yang akan dilakukaan atau diucapkan oleh orang tuanya.

Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena bahasa sebagai dasar kemampuan anak, terus menerus dilatih untuk berfikir dan menyelesaikan masalah melalui bahasa yang dimilikinya. Kegiatan nyata yang diperkuat dengan komunikasi akan terus meningkatkan kemampuan bahasa anak. Lebih daripada itu anak harus ditempatkan di posisi paling utama, sebagai pusat pembelajaran yang perlu dikembangkan potensinya. Anak belajar bahasa perlu juga menggunakan berbagai strategi seperti bermain dan menggunakan media yang beragam yang mendukung pembelajaran bahasa. 

Selain itu, dalam pembelajaran bahasa Indonesia, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif dan dinamis. Melalui proses pembelajaran bahasa Indonesia yang dinamis diharapkan akan tercipta suatu bentuk komunikasi lisan antara peserta didik dengan peserta didik lainnya yang terpola melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sehingga suasana pembelajaran terhindar dari kejenuhan. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi-inovasi pembelajaran yang dapat menggugah semangat belajar siswa, terutama pembelajaran bahasa Indonesia yang pada akhirnya proses pembelajaran dapat berhasil secara maksimal .

DAFTAR PUSTAKA
  1. https://parenting.orami.co.id/magazine/pentingnya-anak-belajar-bahasa-indonesia diakses tanggal 29 Agustus 2019 jam 09.00
  2. https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/16/05/30/o7zihd384-ini-alasan-mengapa-penting-mengembangkan-bahasa-pada-anak diakses 29 Agustus 2019 jam 09.09


By: MANISA PUTRI

Berlangganan via Email