Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Memahami Strategi Pembelajaran dengan Muda?

Assalamualaikum sobatt semoga sehat selalu dan berbahagia saya kali ini akan mengupas artikel terkait strategi pembelajaran dan apa saja tujuan dari hal tersebut ? apa pola dalam strategi pembelajaran ? mari kita bahas bersama.

Bagaimana Memahami Strategi Pembelajaran dengan Muda?


Makin majunya ilmu manusia mengakibatkan perbedaan pada zaman dahulu dan sekarang, tiap generasi penerus harus selalu belajar banyak untuk menjadi manusia terdidik agar sistem pendidikan menjadi efektif. Jika tidak memadai apabila hanya dipakai terdapat  sumber belajar yang berupa audio visual dan lain-lain. Mulai merasakan perlu pentingnya cara baru dalam mengomunikasikan segala pengetahuan dan pesan, baik secara verbal maupun non verbal. Alat tidak lagi merupakan hasil pengetahuan manusia, tetap juga sarana untuk mengembangkan terus pengetahuan, keterampilan, dan teknik baru. 

Strategi pembelajaran merupakan sebuah ilmu yang mengatur atau membuat strategi serta cara dalam  pembelajaran berlangsung. Berguna untuk menunjang pembelajaran berlangsung agar peserta didik dapat menyerap dan mengerti dengan baik apa yang guru berikan, ada beberapa ilmuan  berpendapat bahwa tingkat kemajuan peradaban suatu angkatan menjadi kenyataan  bahwa lazimnya manusia dalam perkembangannya selalu menjadi kearah naik dan meningkatka nilai – nilai kehidupan yang lebih sempurna. Menurut crow dalam bukunya Introduction education bahwa setiap tentu akan menyatakan tujuan pendidikan sesuai dengan milai-nilai kehidupan yang sedang diperjuangkan untuk kemajuan bangsanya. Kedua menurut Langeveld dalam pendidikan adalah setiap usaha pengaruh perlindungan yang diberikan anak menuju pendewasaan. Ketiga Prof. Drs. S. Bojonegoro bahwa pemdidikan adalah salah satu dari banyak persoalan dari zaman ke zaman yang mendapat perhatian manusia. 

Guru yang akan melaksanakan pembelajaran diperlukan strategi didalam pembelajaran itu, bertujuan untuk agar guru dapat memberikan susasana pembelajaran ke peserta didik dengan mengembangkan keaktifan potensi peserta didik sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan , kepribadian , pengendalian , kecerdasan , keterampilan , akhlak mulia yang berguna bagi masyarakat bangsa dan negara. Adapun tujuan lain dalam pembelajaran yakni tujuan pembelajaran instruksional yang bertujuan berdasarkan pendekatan sistem instruksional adalah setiap kegiatan instruksional selalu diawali dengan perumusan tujuan yang jelas. Oleh karena itu, pemilihan komponen-komponen dalam pengembangan instruksional banyak tergantung dati tujuan instruksional. Tujuan pembelajaran instruksional terbagi dalam dua bagian yakni instruksional umum dan instruksional khusus. 

Tujuan pendidikan pengajaran yang terselenggara dalam lembaga pendidikan formal sekolah sesuai UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengandung makna bahwa pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk melahirkan manusia pancasila berperikemanusiaan yang adil beradab demi kesejahteraan masyarakat dan negara yang adil dan beradab serta setiap tujuan pendidikan mempunyai nasionalnya sesuai dengan nilai kehidupan yang diperjuangkan untuk kemajuan berbangsanya. 

Setelah tujuan dari pembelajaran terdapat pola Instruksional dalam pengajaran merupakan penerapan apliksi praktis teknologi pendidikan dalam berbagai macam bentuk pengajaran. Dalam proses pembelajaran berlangsung, guru juga menilai kemajuan belajar siswa dan terjadi proses interaksi guru dan guru mempunyai kedudukan sebagai satu satunya sumber belajar dalam sistem instruksional. Pola instruksional secara sederhana terjalankan dengan sempurna harus mempunyai tujuan didalamnya kemudian mempunyai penetapan isi dan metode kemudian dosen atau guru kembali menjadi dua kelompok cara yaitu dosen, guru dengan menggunakan alat audio dan guru, dosen menggunakan media kemudian dilakukan dan bisa diterima oleh mahasiswa. 

Membentuk strategi pembelajaran yang efektif dapat menunjang sekolah yang bermutu dan berkualitas sehingga dampaknya akan membeuat sekolah mempunyai standar kerja yang tinggi, mendorong aktifitas, konsentrasi terhadap pengajaran dan pembelajaran. Sedangkan strategi dalam pembelajaran dapat mewujudkan hasil yang akan membawa perubahan , dari perubahan yang berbeda pada diri seseorang peserta didik karena individu akan merasakan ilmu yang tersampaikan oleh guru, menambah pengetahuan dan kemampuan dalam seorang anak, perubahan kontinu yang bermaksud perubahan yang mengalami perubahan hasil dai sebelumnya, perubahan fungsional, perubahan yang bersifat kognitif, perubahan yang bersifat aktif, perubahan yang bersifat permanen, perubahan bersifat yang terarah dan memilki tujuan , dan dapat mempengaruhi perubahan perilaku secara keseluruhan.  

Cara untuk menunjang itu semua guru atau seorang dosen bisa menggunakan cara-cara yakni dengan membentuk diskusi saat pembelajaran yang mana diskusi ini bertujuan untuk mengatur strateginya dan saling melengkapi dalam belajar, kedua dengan ceramah atau presentasi dengan hal ini bertujuan untuk membuat peserta didik atau murid dapat belajar berbicara didepan umum dan berani nyampaikan kepada teman temannya bahwa dia sudah mengerti atau faham, selanjutnya dengan simulasi atau mempraktekkan cara ini membuat mengasah kekreatifan seorang anak dan dengan cara lain sebagainya. 

Dengan cara cara terebut diharapkan pendidikan di Indonesia mampu lebih baik dan memiliki generasi yang hebat berkarakter mulia untuk sendirinya maupun bangsa ini. Tak luput juga sampingan selain ada strategi pembelajaran harus ada dukungan dari wali murid dan apresiasi wali murid untuk menudukung dan menjadikan hal utama sikap semangat yang dibawa dari rumah sampai sekolah. Hubungan dari wali murid ini dapat menjadikan dukungan yang bagus dari diri seorang anak sehingga anak akan merasakan semangat dalam belajar dikelas maupun dirumah seorang anak. 

Dalam menjalan strategi dalam pembelajaran perlu adanya kesabaran dan ketelatenan dalam menjalaninya sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran yang baik dan sesuai tujuan bersama. Jika diibaratkan untuk membangun sebuah rumah atau bangunan strategi yang dibicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe yang diperlukan ialah rumah joglo atau gadang yang masing masing akan memperlihatkan kecantikan yang berbeda dan begitupun kleteria dalam mendesain juga diperlukan urutan urutan yang baik begitupun  guru akan diwajibkan untuk profesional dan dapat memahami serta memiliki kemampuan untuk menandai perkembangan yang bvewrmodel aktif, kreatif dan terhibur atau menyenangkan. 

Dengan hal ini perlu adanya mencermati sebuah reformasi pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia ini, calon guru atau guru harus dapat mengerti konsep teori dasar dalam melaksanakan pembelajaran sehingga guru dapat kreatif dalam melakukan serta mengembangkannya dengan khas caranya sendiri atau menyesusuaikan peralatan kebutuhan yang ada dalam kelas atau tempat itu sendiri sehingga pada saat melaksankan proses pembelajaran akan terdapat model model pembelajaran versi guru tersebu dan tentunya memperkaya model model gaya melakukan pembelajaran untuk mengantisipasi kekurangan modal yang dihadapi nya. Sekian artikel saya buat terimakasih.

By : Putri Nur Aini

Berlangganan via Email