Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA PERAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH DASAR?

Apakah kalian tau apa itu bullying? Ya, Bullying adalah sebuah tindakan yang tidak terpuji oleh seseorang yang terjadi dimana saja dan kapan saja, tindakan mengintimidasi dan memaksa individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka. Perilaku siswa yang mencerminkan sikap bullying memang banyak terjadi tanpa disadari oleh guru maupun siswa itu sendiri. Bullying memberikan dampak negatif kepada korban. Dampak terbesar bullying adalah korban megalami gangguan psikosomatik dan psikososial. gangguan prestasi belajar siswa dikelas yang kronik juga dikaitkan dengan kemungkinan menjadi korban bullying. Secara umum bullying dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu: bullying fisik, bullying verbal, dan bullying psikis. Bentuk-bentuk jenis bullying yang terjadi di sekolah dasar yaitu seperti: 
1. Bullying fisik
adalah tindakan penindasan yang berkaitan dengan fisik.bullying ini seperti: mendorong, menyenggol dan menarik, menjambak, memukul, menjeglang,mencakar, merusak properti, menyandung dan lain sebagainya
2. Bullying verbal 
Bullying ini awalnya tidak berbahaya tapi jika keterusan akan mempengaruhi si korban seperti contoh: 
mengejek teman dengan memberi julukan kepada orang lain seperti ( si hitam , si botak , si kurus dan si gendut) dan bisa dengan juga memanggil siswa dengan sebutan nama orang tua seperti ( bambank, ceunah , dono, siti, parlan dan lain sebagainya). Atau bisa juga dengan berkata atau menuliskan sesuatu berupa sindiran, mengejek atau mengolok-ngolok  dan berkomentar yang tidak baik atau tidak pantas yang menyakiti hati seseorang. 
3. Bullying psikis
Sebuah tindakan yang merusak reputas atau hubungan seseorang, contohnya seperti mengajak teman- temannya untuk tidak berteman dengan seseorang, mempermalukan didepan umum atau orang banyak. Contoh: ada seseorang anak yang tidak suka dengan satu orang, lalu mengajak teman-temannya agar tidak menyukai orang itu dengan cara menjelek-jelekan dan akhirnya orang lain pun tidak menyukai karna terpengaruh omongan orang itu.

PERAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING


Ada juga contoh- contoh penyebab terjadinya bullying antar siswa disekolah dasar, yaitu:
1. Fisik
penyebab umum bullying adalah penampilan fisik seseorang 
ketika ada seseorang yang penampilan fisiknya berbeda orang lain pun membullynya 
penampilan fisik ini meliputi kelebihan atau kekurangan berat badan. Jika ada seseorang yang mempunyai badan kurus akan dibully dengan sebutan tiang bendera atau sapu lidi . contoh:  “ badan kurus banget si, kayak lidi berjalan” dan sebaliknya jika ada seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan maka akan di ejek seperti gentong, gajah dan lain sebagainya. Contoh: “ ih punya badan gendut banget kayak gentong air, badanmu besar banget kayak gajah”. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa yang diucapkan seseorang itu dapat menimbulkan sakit hati dan tekanan batin. Bisa jadi orang yang terkena faktor bullying ini menjadi tertekan dan stres.
2. Ras 
Perbedaan ras sering sekali menyebabkan faktor bullying 
Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang anak dengan ras yang berbeda memasuki satu lingkungan dan dianggap minoritas. Contohnya:  seperti si A adalah seorang turunan papua yang berkulit hitam dan dia tinggal di lingkungan yang menjadikannya minoritas. Maka bisa jadi dia dibully “ si hitam”.
3. Tidak mudah bergaul 
Tatkala ada seorang anak yang pendiam kurang bergaul dengan teman-temannya dengan menikmati kesendiriannya. Sifat tidak mudah bergaul ini terlihat lemah dan memiliki sedikit teman juga menjadikan salah satu penyebab faktor bullying 
4. Terlihat lemah
Penyebab bullying lainnya adalah ketika seseorang anak dianggap lemah dan tidak suka melawan. Bullying ini melibatkan ketidak kuatan melawan pelaku bullying. Contohnya ketika si A mempunyai badan kecil yang tidak bisa melawan si B yang mempunyai badan yang kuat 
Dan bagaimana peran seorang guru untuk mengatasi tindakan bullying ini?ya, Guru yang berperan sebagai pendidik tidak hanya bertanggung jawab pada nilai akademis siswa, akan tetapi guru mempunyai tanggung jawab dalam membentuk tingkah laku dan karakter siswa.  Peran guru terhadap bullying pada siswa di sekolah dasar yaitu sebagai pembimbing, memberi nasehat dan mengarahkan siswa sehingga dapat mengatasi khasus yang terjadi mengenai bullying agar dapat meminimalisir bullying yang terjadi disekolah dasar.
Berikut ialah peran seorang guru dalam mengatasi dan mencegah tindakan bullying, tindakan guru: 
1. Bertindak dengan tegas
Banyak guru di sekolah dasar yang bersikap cuek dan terlalu santai dalam menanggapi perilaku bullying. Hal ini menyebabkan si pelaku semakin bebas dan merasa diizinkan dalam melakukan tindakan bullying
2. Buat kampanye atau pamflet anti bullying
Ada baiknya mengadakan acara anti bullying yang mengajak para murid-murid di sekolah dasar untuk membuat poster atau pamflet anti bullying atau stop bullying
3. Mengadakan seminar anti bullying
Supaya pemikiran murid-murid menjadi luas dan terbuka tentang buruknya perilaku bullying
4. Mengadakan mentoring anti bullying
Meskipun kesannya membuang-buang waktu, tetapi ini sangat penting bagi murid-murid dan sangat dibutuhkan anak disekolah. Karena guru adalah orang tua kedua selain orang tua dirumah 
5. Menyediakan waktu untuk saling share atau sharing pengelaman- pengalaman disekolah
Berikut ialah cara guru untuk mengatasi khasus bullying di sekolah dasar:
1. Memberikan sanksi atau hukuman kepada murid agar hal tersebut tidak terulang kembali
2. Segera tangani dengan disiplin
3. Ciptakan kesempatan untuk berbuat baik
4. Tumbuhkan rasa empati 
5. Ajari keterampilan berteman 
6. Libatkan siswa dalam konstruktif
7. Menghiburnya
Penanganan- penanganan yang bisa dilakukan oleh guru atau wali kelas
1. Usahakan mendapat kejelasan mengenai apa yang telah terjadi
2. Membantu anak mengatasi ketidaknyamanan yang ia rasakan (keresahan)
3. Menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna oleh anak, dan jangan pernah menyalahkan anak atas tindakan bullying yang ia alami
4. Meminta bantuan pihak ketiga(ahli profesional atau bimbingan konseling) untuk membantu mengembalikan ke kondisi normal, jika perlu.
5. Membina kedekatan dengan teman-teman anak, cermati cerita anak dan mewasdai perubahan anak
6. Mengamati perilaku emosi anak, bahkan ketika saat kejadian bullying

By: Melvy Karennia

Berlangganan via Email