Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MEMBANGUN KESADARAN ORANG TUA UNTUK MENYEKOLAHKAN ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR

Pendidikan adalah hal yang penting dan tidak bisa di pisahkan dari kehidupan. semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi pribadi yang pintar cerdas dan menjadi penerus keluarga yang berkualitas. Namun banyak orangtua yang tidak memiliki ekonomi yang cukup untuk membiayai anak untuk sekolah, Oleh karenanya anak lebih di suruh menganggur atau bekerja daripada menimbah ilmu pendidikan, Tapi harus kita sadari bahwa pendidikan sangatlah penting bagi generasi muda saat ini. Apalagi dalam hal pendidikan, perang guru dan orang tua sangatlah penting dalam pendidikan. Tindakan yang sebenarnya harus di lakukan oleh orang tua adalah memberikan dorongan dan motivasi untukmenimbah ilmu pendidikan terutama di lembaga pendidikan dasar. 

Membangun kesadaran orang tua


Saat ini banyak anak-anak sederajat yang tidak sekolah dan menjadi anak-anak jalanan, punk, pengamen, pengemis, dll. Karena tidak mampunya orang tua untuk memnyekolahkan anak-anaknya, Dikarenakan mahalnya biaya pendidikan dan kurangnya minatnya orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Menurut Ahmadi (2009: 87) “Orang tua/keluarga merupakan unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Orang tua merupakan lembaga sosial pertama yang mewarnai pribadi anak, hal ini karena di dalam keluarga akan ditanamkan nilai-nilai dan norma-norma hidup yang positif pada akhirnya akan di pakai oleh anak-anaknya sebagai pedoman dalam bermasyarakat dan pendidikannya. Orang tua/keluarga juga merupakan tempat perlindungan serta pemenuhan kebutuhan-kebutuhan makan, kebutuhan akan tempat tinggal dan kebutuhan pendidikan anaknya. Orang tua yang kondisi ekonominya tinggi tidak akan banyak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, berbeda dengan orang tua yang keadaan ekonominya rendah. Perlu disadari bahwa tingkat pendidikan sangat erat kaitanya dengan kondisiperekonomian orang tua dari pendapatan yang mereka hasilkan dari bekerja sebagai petani, pedagang, dll. Orang tua berkewajiban membiayai seluruh keperluan pendidikan anaknya. Dalam hal ini kondisi ekonomi orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pendidikan anak. 

Namun banyak juga orang beranggapa jika masih kecil sudah tidak sekolah mau jadi apa anak tersebut, jika anak tidak di seklohkan maka dampak pada sisi psikologis dan spiritual anak berantakan dan jadinya anak-anak tersebut tidak memiliki kasih sayang orang tuanya. Contoh, anak akan sedikit lebiih jauh dari kedekatan kepada kedua orang tuanya. Dan juga anak yang masih kecil sudah mengerti sedikit tentang kerasnya dunia luar yang jauh dari orang tuanya. Dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari luar. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan dari orang tua tersebut karena ada beberapa faktor yang membuatnya untuk memilih lepas dari orang tau dan memilih hidup di jalanan. Misalnya faktor ekonomi, faktor intelektual, dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi anak tidak sekolah sebagai berikut :

Masalah waktu
Banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk mengajarkan pelajaran anaknya dirumah karena kesibukan bekerja. Alasan waktu sangat banyak di alami oleh para orang tua melihat kondisi zaman saat ini. Bahkan untuk mengurus anaknya yang masih kecil saja sudah banyak orang tua yang menitipkan di kakek atau neneknya. Hal ini dapat menimbyulkan anak kurang terasuh.

Kemalasan anak dan orang tua
Dalam diri anak di sebabkan malas untuk masuk sekolah karena minder, tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan, takut di cemooh karena kurangnya perekonomian. Sehingga anak tidak bisa bersosialisasi dengan baik dengan teman atau pergaulanya. Untuk orang tua karena perekonomiamn tak mewadahi untuk membiayai anak sekolah akhirnya anakpun di suruh bekerja. Hal ini dapat merusak psikis seorang anak.

Hubungan orang tua yang tidak harmonis
Hubungan keluarga tidak harmonis dapat berupa penceraian orang tua, hubungan antar keluarga tidak saling peduli, keadaan ini merupakan dasar anak mengalami permasalahan yang serius dan hambatan dalam pendidikannya. sehingga mengakibatkan anak tidak memiliki dorongan atau minat dalam mengemban pendidikan di sekolah.

Latar belakang pendidikan orang tua
Pendidikan orang tua yang hanya tamat sekolah dasar apalagi tidak tamat sekolah dasar, hal ini sangat berpengaruh terhadap cara berpikir orang tua untuk menyekolahkan anaknya, dan terhadap cara berpikir orang tua untuk menyekolahkan anaknya, dan cara pandangan orang tua tentu tidak sejauh dan seluas orang tua yang berpendidikan lebih tinggi. Latar belakang pendidikan orang tua yang rendah merupakan suatu hal yang mempengaruhi anak sehingga menyebabkan anak menjadi putus sekolah dalam usia sekolah. Akan tetapi ada juga orang tua yang telah mengalami dan mengenyam pendidikan sampai ke tingkat lanjutan dan bahkan sampai perguruan tinggi tetapi anaknya masih saja putus sekolah, maka dalam hal ini kita perlu mengkaitkannya dengan minat anak itu sendiri untuk sekolah, dan mengenai minat ini akan dijelaskan pada uraian berikutnya. Hal-hal tersebut diatas sangat mempengaruhi anak dalam mencapai suksesnya bersekolah. Pendapat keluarga yang serba kekurangan juga menyebabkan kurangnya perhatian orang tua terhadaap anak keran setiap harinya hanya memikirkan bagaimana caranya agar keperluan keluarga bisa dipenuihi, apalagi kalau harus meninggalkan keluarga untuk berusaha menempuh waktu berbulan-bulan bahkan kalau sampai tahunan, hal ini tentu pendidikan anak menjadi terabaikan.

Kondisi lingkungan tempat tinggal anak
Lingkungan tempat tinggal anak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kegiatan dan proses belajar/pendidikan. Oleh sebab itu seyogyanya lingkungan tempat tinggal anak atau lingkungan masyarakat ini dapat berperan dan ikut serta di dalam membina kepribadian anak-anak kearah yang lebih positif. Jelasnya suasana lingkungan tempat tinggal atau lingkungan masyarakat, juga ikut serta memotivikasi terlaksana kegiatan belajar bagi anak.

Dari beberapa faktor tersebut dapat kita simpulkan bahwa cenderung kepada orang tua. Mulai dari harapan orang tua yang besar dan juga faktor keterbatasan ilmu dari orang tua yang juga dulunya mereka juga lulusan tidak sampai pada yang tertinggi. Namun sebagai orang tua juga sadar bahwa umur anak kita yang juga masih belum dewasa dan lebih membutuhkan kedekatan moral dan psikis dari orang tua untuk mejaga kedakatan anak dan orang tua. Meskipun dari segi ilmu kita masih kalah dengan yang menjadi guru, karena sejak kecil harus kita didik untuk berperilaku dan memiliki tata krama untuk menuju ke dalam lingkup masyarakat  kedepannya. Karena jika kita berilmu namun kita tidak memiliki adab itu sama saja tidak berguna.

By : Achmad Fawwazi Falah

Berlangganan via Email