Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Baru Bapak Nadiem Makarim, Apa Membawa Perubahan Baru atau Kurikulum Baru Lagi Ya?

Tak ubahnya perubahan menteri, pasti ada kemungkinan espektasi kita semua mengenai arah baru pendidikan kita, yang selama ini mengalami berbagai perubahan dan regulasi yang ada, apakah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru Bapak Nadiem Makarim yang merupakan CEO dari Pendiri Go-Jek Indonesia dari 2011 hingga saat ini, akan membawa perubahan iklim dan ekosistem serta arah tujuan pendidikan kita di era milenial persaingan hebat bagi lulusannya, kita belum tahu. Untung dan bersyukurnya Bapak Nadiem Makarim terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sebalumnya dijabat oleh Bapak Muhajir Effendy, dengan terpilihnya Bapak Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan semoga pendidikan Indonesia bisa se-kreatif dan inovatif dengan cara pandang pemikiran Pendiri Go-Jek Indonesia tersebut.


Go-jek atau Gojek Indonesia Nadiem Makarim


Bapak Nadiem Makarim menyandang gelar status decacorn perusahaan bernilai diatas 10 meliar dollar AS. Gojek merupakan platform on-demand sukses dan berhasil di Asia Tenggara. Perusahaan ini pertama kali didirikan awalnya sebagai sebuah call center untuk menghubungkan konsumen dengan kurir pengiriman dan layanan pesanan ojek yang sebelumnya banyak di kampung-kampung desa atau terminal kota sekarang menjelma menjadi market jasa bisnis transportasi Go-Jek Indonesia. Berlanjut sampai hari ini Gojek hadir dalam bentuk aplikasi pada 2015 dengan tiga layanan yaitu GoRide, GoCar, dan GoMart. Hingga akhirnya, Gojek bertransformasi menjadi "Super App" dengan lebih dari 20 layanan yang siap disediakan untuk melayani konsumen. Beberapa layanan barunya adalah GoTix, GoPlay, GoBox, dan GoGames itulah sisi edupreneaurship yang siap bertansformasi dengan perannya. Suntikan dana Gojek terus mengalir dari raksasa internet dunia sistem pencari data Google. Perusahaan besar Tanah Air pun ikut andil melirik Gojek, termasuk Group Djarum, Astra, dengan menjadi investor tahun lalu yang siap mendanai GO-Jek.

Untuk menjadi manusia kreatif dibutuhkan usaha sungguh-sungguh dengan pembuktian nyata, berupa tindakan bukan hanya banyak mereneung, bicara, retorika, dan teoritis yang selalu menggaung, akan tetapi tindakan konkrit realistis ini dibuktikan seperti yang dilakukan oleh Bapak Nadiem Makarim sebagai innovator Go-Jek yang ada selama ini, semoga dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru Bapak Nadiem Makarim ini pendidikan kita bisa berkibar layaknya Go-JEK yang bisa merambah ke ASIA TENGGARA seperti Filipina, Thailand, Vietnam dan singapura. Seorang innovator Bapak Nadiem Makarim pasti dan bisa dipastikan sudah memiliki gagasan dan pikiran yang siap diterapkan dalam pendidikan kita, yang oleh penulis pendidikan kita yang masih jauh dari harapan mendasar untuk menyiapkan SDM yang punya kepekaan sosial, relegi, arif dan spiritualtas mampu menjawab tantangan. Perlu upaya dan kerja keras seorang konseptor dan innovator dari pemangku kebijakan pendidikan kita yang semakin hari dan semakin tahu kondisi realistisnya kebutuhan dan perkembangan jaman, bukan retorik dan robotik yang sibuk administratif yang hanya membawa bergumpulan-kumpulan manusia yang siap mereproduksi layaknya mesin.

Dengan berbagai macam pengalaman dan wawasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru Bapak Nadiem Makarim kami yakin dan merasa akan adanya perubahan yang hebat dan spektakuler yang terjadi dalam pendidikan kita yang dikembangkan dan mau dibawah kemana pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru Bapak Nadiem Makarim. Kami yakin dan seyakin-yakinnya bahwa Bapak Nadiem Makarim akan membawa arah perubahan besar pendidikan kita yang ada untuk mencipatakan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing dan siap mengisi peradaban dunia.

Harapan besar untuk masa depan dari Bapak Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan perna menyelesaikan pendidikan S1 Hubungan Internasional di Brown University pernah menjabat sebagai Managing Director Zalora Indonesia. Jauh sebelumnya menyelesaikan kuliah, ia sempat memulai karier sebagai Associate di McKinsey and Company hingga 2009. kemdian melanjutkan kuliah master di Harvard Business School. Anak dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri pernah menjabat sebagai Chief Innovation Officer di perusahaan rintisan, Kartuku. Melihat dan membaca profil pendidikannya, kiranya Bapak Nadiem Makarim siap membawa pendidikan sekaliber Harvard.

Tak lupa pesan: pendidikan budi pekerti yang diminta Bapak Muhadjir Effendy yang sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjawab harus dilanjutkan menteri baru Bapak Nadiem Makarim  Presiden harus diprioritaskan. Pertama, pendidikan budi pekerti, kemudian melahirkan pendidikan karakter yang sudah punya payung hukumnya, yaitu Perpres Nomor 87 Tahun 2017. Pendidikan karakter yang disahkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Disebutkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan, kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang diusung dengan visi refolusi mental.


By : Taseman

Berlangganan via Email