Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagi Kita, Apa itu Cadel?


Bagi Kita, Apa itu Cadel?


Bahasa adalah sarana komunikasi bagi kehidupan manusia sehari-hari, oleh karena itu bahasa bisa menjadi pokok interaksi masyarakat pada umumnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Soenjono Dardjowidjojo (2008:16) dalam Pskolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia yang menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.

Secara pemahaman bahasa ada berbagai macam aspek baik tulis maupun lisan. Aspek-aspek dalam bahasa dapat dijadikan kajian dalam mempelajari komunikasi manusia atau interaksi melalui pemahaman bahasa manunia yang sering disebut (Psikolinguistik). Untuk memahami bahasa manusia ada beberapa kelainan mengolah bahasa dalam berinteraksi, seperti tunawicara, tunarungu, gangguan pervasif, gagap, dan Cadel (tidak bisa melafalkan huruh R).

Apa kalian pernah mendengar kata cadel ini? Iya cadel meruapakan salah satu penyakit yang lumayan sering terjadi pada setiap insan yang terlahir maupun yang sudah dewasa . Saat balita belajar bicara, terkadang ia mengalami kesulitan saat mengucapkan huruf R, L, T, S, D atau yang dikenal dengan istilah cadel. Jika cadel terjadi saat balita, hal ini adalah hal yang normal. Namun jika cadel terus berlanjut hingga dewasa, bisa jadi ini merupakan kelainan.

Balita yang belum mengucapkan beberapa huruf biasanya disebabkan karena otot lidahnya belum sempurna. Selain itu cadel juga bisa disebabkan oleh kelainan lidah bernama tongue tie atau ankyloglossia. Kondisi tongue tie ini terjadi ketika jaringan yang menempel di lidah dan bagian bawah mulut ukurannya terlalu pendek sehingga tidak mampu menyentuh bagian atas langit-langit mulut sehingga kesulitan menyebut huruf seperti L dan R.

Bagi anak yang lahir dengan tongue tie, orang tua bisa melatih lidahnya agar tidak kembali cadel. Namun jika cadel masih berlanjut hingga dewasa, bisa dilakukan operasi pemotongan jaringan yang terikat sehingga lidah bisa menyentuh bagian atas langit-langit mulut dengan baik. Rata-rata penyebab cadel pada anak di atas 5 tahun adalah bentuk lidah atau kendali yang kurang tepat sehingga membuat pelafalan huruf tidak terdengar jelas. Penyebab lainnya adalah adanya gangguan saraf pada anak,down syndrome, gangguan pendengaran dan gangguan perkembangan.

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia atau disebut dengan KBBI pengertian cadel yakni ca•del /cadél/ Sd a kurang sempurna mengucapkan kata-kata sehingga bunyi [r] dilafalkan [l], (misalnya kata rajadiucapkan laja); pelat; telor.

Masyarakat jepang pun mengatakan bahwa Cadel adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengucapkan suatu huruf, biasanya huruf R, meski ada juga sebagian orang yang justru bisa menyebutkan huruf R namun cadel untuk huruf lainnya. Orang jepang misalnya, kebanyakan cadel pada huruf L. Otot-otot lidah manusia sudah mulai matang ketika kita berusia tiga hingga empat tahun. Namun, ada beberapa orang yang mengalami masalah sehingga lidahnya nggak bisa mengucapkan huruf konsonan tertentu dengan baik. Orang cadel sulit melafalkan huruf R kerena ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya:

1. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan bisa disebabkan karena kondisi keluarga pada tahap pembelajaran anak berinteraksi berbicara cadel .Kebiasaan mengajari anak berinteraksi seperti itu yang menadi kebiasaan, mungkin orangtua beranggapan bahwa anknya masih dini belum bisa berbicara R, sehingga terbiasa menggunakan huruf L sebagai pengganti.

2. Faktor Psikologis
Faktor psikologis banyak yang menyatakan bahwa kehadiran adek menyebabkan cadel karena seringnya kita meniru seseorang yang seperti itu. Seperti hubungan yang tidak harmonis juga salah satu dari faktornya penyakit cadel ini.

3. Faktor Kesehatan
Faktor kesehatan karena gangguan pada mulut, keterlambatan berbicra dan pendenganran serta gen yang dapat menurun kepada anaknya. Kelainan pada mulut: cadel bisa juga disebabkan karena adanya kelainan pada area mulut, misalnya lidah terlalu pendek, rahang terlalu lebar, langit-langit mulut terlalu tinggi. Frenulum linguae dapat dilihat ketika kamu menggerakkan lidah ke atas. Terdapat seperti jaringan yang menghubungkan antara dasar mulut dan lidah. Perbedaan panjang dan pendek frenulum linguae inilah yang menyebabkan lidah sulit bergetar, sehingga pada akhirnya menyebabkan kesulitan pelafalan salah satu jenis huruf.

Kebiasaan berbicara cadel sejak kecil yang dianggap lucu oleh orang tua bisa juga menjadi penyebab cadel ketika seseorang telah dewasa karena pengucapan sejak kecil tersebut sudah dianggap benar oleh si anak. Meniru kebiasaan bicara yang cadel dari orang lain bisa juga menjadi penyebab cadelnya seseorang. Misalnya kita ingin menarik perhatian orang lain dengan cara berbicara cadel. Kebiasaan ini dilakukan terus menerus yang akhirnya membuat orang tersebut menjadi benar-benar cadel.

Dari beberapa penyebab yang saya ketahui inti dari semua yakni berdasarkan kebiasaan dari si anak tersebut dalam pernyataan ini pun sudah diketahui bahwa peran orang tua lah sangat berperan penting untuk mengawasi dan mengajari anak berbicara sejak lahir sebelum mendapatkan pengawasan dari guru. Meskipun begitu semua penyakit atau kelainan tentu saja ada obatnya sepeti firman Allah “semua penyakit pasti dapat disembuhkan kecuali kematian” dengan bekal kesabaran dan ke telatenan pasti bawaan cadel ini dapat dihilangkan secara perlahan-lahan tentunya.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi cadel pada anak antara lain:
1. Ajari anak mengucapkan kata sebenarnya
Mengetahui anak cadel, orang tua disarankan untuk tetap mengucapkan kata-kata dalam pelafalan yang benar agar anak terbiasa mendengarkan kata yang sebenarnya. Jangan mengikuti cara anak cadel berbicara karena hal ini akan membuat anak tidak terlatih.

2. Hindarkan anak dari kebiasaan mengisap jari
Kebiasaan mengisap jari dapat mengubah struktur gigi yang membuat anak cadel. Beberapa jenis cadel akibat struktur rongga mulut antara lain: cadel interdental, cadel dental, cadel lateral, dan cadel palatal.

3. Latihlah sesering mungkin
Sering belajar menggetarkan lidah dan koordinasi mulut
Selain cara tersebut, Anda juga bisa melatih anak Anda ke speech therapist untuk mendapatkan penanganan. Cadel sebenarnya bukan gejala yang berbahaya, namun dapat memengaruhi cara komunikasi anak dengan orang lain dan membuat anak kurang percaya diri.

By: Fadia rizqy adila

Berlangganan via Email