Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBAHASA ANAK USIA DINI


Buah Kehidupan


Gangguan bahasa merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada anak yang perkembangan bahasanya secara subtansial berada di bawah tingkat usianya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan ini mungkin berhubungan dengan interaksi faktor multigenetik dan lingkungan. (Bishop, 2006). Gangguan ini juga disebut sebagai keterlambatan bahasa, meskipun demikian pengguan istilah keterlambatan bahasa mengimplikasikan bahwa anak mengembangkan bahasa hanya saja dengan kecepatan yang lambat.

Meskipun ciri-ciri linguistik antara keterlambatan dan gangguan bahasa hampir sama, tetapi istilah keterlambatan bahasa lebih tepat untuk anak-anak prasekolah yang mengalami kesulitan bahasa, dan gangguan bahasa lebih tepat digunakan untuk anak yang lebih dewasa (di atas 5 tahun) yang mengalami kesulitan bahasa. Aliran Nativisme berpandangan bahwa perkembangan kemampuan berbahasa seseorang ditentukan oleh faktor-faktor bawaan sejak lahir. Adapun faktor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa seseorang adalah besarnya kesempatan yang diperoleh untuk melalukan proses belajar dari lingkungannya. Secara rinci dapat diidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini , yaitu:
  1. Kognisi
    Tinggi rendahnya kemampuan kognisi individu akan mempengaruhi cepat lambatnya perkembangan bahasa individu tersebut 
  2. Pola komunikasi dalam keluarga
    Dalam suatu keluarga yang pola komunikasinya banyak arah atau interaksinya relatif demokratis akan mempercepat perkembangan bahasa anggota keluarganya ketimbang yang menerapkan pola komunikasi dan interaksi sebaliknya.
  3. Jumlah anak atau anggota keluarga
    Jika suata keluarga memiliki anak yang banyak atau anggota keluarga didalamnya banyak akan lebih memepercepat perkembangan bahasa anak karena akan sering terjadinya komunikasi.
  4. Posisi urutan kelahiran
    Anak yang urutan posisinya di tengah akan lebih cepat perkembangan bahasanya dari pada anak pertama atau anak terakhir karena anak tengah memiliki arah komunikasi keatas maupun kebawah, sedangkan anak sulung hanya memiliki arah komukasi kebawah saja, sedangkan anak bungsu hanya memiliki arah komunikasi keatas saja.
  5. Kedwibahasaan
    Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menggunakan bahasa lebih dari satu akan lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahasanya karena anak terbiasa menggunakan bahasa secara bervariasi. 

Pengucapan bahasa anak prasekolah membedakan antara bunyi yang kata nyata dan yang tidak, biasanya hanya mengenali beberapa kalimat. Kalimat sederhana yang panjangnya sekitar empat kata menjadi hal umum dan telah dikuasai pada umumnya antara usia 2 dan 3 tahun kalimat yang kompleks mulai timbul secara spontan dalam pembicaraan seorang anak, misalnya dengan kata penghubung "dan" ( contoh, "kamu memanggil dan saya datang"). Jika anak mengalami keterlambatan bahasa kalimat yang diucapkan lebih sedikit. Anak yang mengalami keterlambatan bahasa biasanya memiliki pendengaran dan kecerdasan nonverbal yang normal dan juga memiliki ketidak mampuan perkembangan, namun ada beberapa kesulitan dalam kemampuan bahasa reseptif da ekspresifnya. Mereka biasanya mampu melalui pengetesan kecerdasan nonverbal dengan nilai yang normal.

Ciri-ciri linguistik anak dengan gangguan bahasa meliputi keterbatasan di lima aspek pengetahuan bahasa. Perkembangan semantik juga terganggu dibandingkan dengan anak-anak yang perkembangan bahasanya secara normal, kosakata anak-anak dengan gangguan bahasa lebih sedikit, dan kalimat-kalimatnya kurang kompleks, banyak kesalahan tata bahasa yang terjadi secara sering, dan menunjukkan sedikit variasi. Kesulitan dengan aspek bahasa pragmatik juga terlihat jelas diantara anak-anak dengan gangguan keterlambatan bahasa, yang terlihat mengalami kesulitan dalam mempertahankan percakapan dan mungkin memiliki masalah dalam memahami orang lain atau dalam dipahami orang lain. Anak-anak dengan keterlambatan bahasa terlihat lebih fokus berbicara tentang apa yang terjadi sekarang dibandingkan yang sudah terjadi di masa lalu.

Gangguan keterlambatan berbahasa bisa diidentifikasi pada masa prasekolah, ketika anak menunjukkan kesulitan dalam percakapan, dan mengalami kesulitan dalam memahami bahasa lisan maupun tulisan. Kesulitannya dalam percakapan bisa muncul dalam masalah-masalah umum dalam berinteraksi dengan temannya yang lain.

Adapun cara untuk menangani keterlambatan berbahasa pada anak usia dini 
Sebagaimana dengan gangguan bentuk komunikasi yang lain, dengan keterlambatan bahass sekolah / lingkungan harus menjadi lingkungan yang positif dimana fokusnya yaitu pada komunikasi interaktif. Penting bagi guru/orangtua untuk mendengarkan secara aktif dan benar-benar mendengarkan pada apa yang diucapkan anak dan merespon apa yang diucapkan. Dalam hal ini, percakapan berpusat pada anak ketika guru/orangtua menggabungkan topik anak kedalam respon anda.

Pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban terbuka juga bisa digunakan untuk mendapatkan partisipasi dari anak, meskipun anda perlu peka terhadap tingkat pertanyaan yang tepat untuk anak. Anak-anak dengan keterlambatan bahasa mungkin juga perlu diberi pertanyaan - pertanyaan literal dengan tingkat yang lebih rendah untuk membangun kepercayaan dirinya dan juga untuk membangun kemampuannya daam merespon pertanyaan. Dengan menggunakan teknik bahasa penyangga yang meliputi serangakaian pertanyaan, anak-anak didorong untuk berpartisipasi dalam percakapan yang lebih panjang.

Pembacaan buku cerita secara bersama atau secara satu lawan satu bisa untuk mendorong anak yang keterlambatan bahasa supaya menjadi lebih terlibat dalam menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan pikiran, pertanyaan dan idenya. Gunakan beragam pertanyaan untuk mendapatkan respon anak terhadap buku tersebut. Anak dengan keterlambatan bahasa juga mendapatkan manfaat dari bahasa penyangga selama kegiatan bermain bebasnya. Misalnya, anda bisa duduk ditempat permainan drama dan setelah mengamati situasi yang sedang terjadi, menawarkan komentar singkat atau pertanyaan - pertanyaan untuk mendukung interaksi anak. Penting juga untuk menjadi pendengar yang aktif dan untuk menyediakan waktu yang cukup bagi anak ketika anda melibatkan anak dalam percakapan. Melalui interaksi satu lawan satu, anda bisa memfasilitasi kemampuan percakapan antara anak - anak dengan keterlambatan bahasa. Penting juga untuk memfasilitasi interaksi sosial-linguistik disemua kelompok kecil dan keseluruhan kelompok dikelas untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pragmatik, termasuk didalamnya penggunaan bahasa.

Adapun strategi khusus guru untuk anak prasekolah lebih efektif dalam memperluas perolehan bahas, diantaranya :
  1. Bangunlah kontak mata dan dengarkan dengan saksama apa yang diucapkan anak. 
  2. Perhatikan respon dan perilaku nonlisan anak, yang menambahkan maksud terhadap apa yang diucapkan. 
  3. Ketika anda tidak bisa memahami apa yang telah diucapkan anak, ulangi kata atau frasa kunci pada anak, menggunakan intonasi bertanya(bukan dengan nada mengancam) 
  4. Fokus pada ketertarikan anak dan maksud anak sebagai topik percakapan. 
  5. Tunggulah anak untuk "mengambil gilirannya" dalam percakapan dengan sabar dan santai. 
  6. Responlah komentar anak dengan memperluas percakapan melalui penambahan bahasa dan uraian. 





Daftar pustaka 
Otto, Beverly.2015.Perkembangan bahasa pada anak usia dini. Jakarta:Prenada Media Group. 
Mussen, Paul Henry.2008.Perkembangan dan kepribadian anak.Jakarta:Erlangga. 
Susanto, Ahmad. 2012. Perkembangan anak usia dini pengantar dalam berbagai aspeknya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

By: Fadhilatul Mukaromah

Berlangganan via Email