Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penangan Kesalahan Pola Asuh Anak yang Berdampak pada Perkembangan Bahasanya

Bahasa adalah sistem komunikasi dalam bentuk kata-kata dan tata bahasa untuk menyampaikan imformasi atau keiginan. Pemerolehan bahasa bisa dimulai sejak bayi masih berada dalam kandungan ketika sang ibu atau ayah bisa mengajak bayi berkomunikasi tentang segala hal yang ada disekitar mereka. Oleh karena bahasa adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan, maka kita harus benar benar memastikan bahwa anak kita tidak mengalami gangguan dalam perkembangan bahasanya yang akan mempengaruhi kehidupannya dimasa mendatang.

Pola Asuh Anak

Anak merupakan aset sangat berharga bagi kedua orang tuanya. Oleh karena anak adalah hal paling berharga bagi orang tua, para orang tua rela menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan anaknya. Mereka rela membanting tulang dari pagi hingga malam demi memenuhi kewajibannya. Disebabkan hal itu, si anak pasti akan dipindahtangankan pengasuhannya pada seorang asisten rumah tangga. Seorang asisten rumah tangga yang mengasuh anak haruslah benar-benar paham bagaimana cara-cara mendidik seorang anak mulai dari bayi hingga anak tersebut besar.

Seorang asisten rumah tangga yang juga bertugas sebagai pengasuh anak dari mulai bayi sebaiknya jangan seseorang yang memiliki kebutuhan khusus. Seperti contohnya seorang asisten rumah tangga yang tuna rungu dan tuna wicara sebaiknya tidak mengasuh anak dari mulai bayi. Karena hal itu akan membahayakan tumbuh kembang anak. Seperti saat ia seharusnya sudah mulai dapat berbicara, tetapi karena ia diasuh oleh seorang asisten rumah tangga yang tuna rungu dan tuna wicara, maka anak tersebut akan terganggu perkembangan bahasanya. Contohnya saat akan makan, biasanya sebelum makan pengasuhnya akan bilang makan atau mamam, karena seorang asisten rumah tangga tersebut adalah seorang tuna wicara, maka dia hanya akan menggunakan bahasa isyarat. Lama kelamaan anak akan ikut menirukan bahasa asisten rumah tangga tersebut yang hanya menggunakan isyarat. Begitu juga contoh yang lain seperti saat ia dipanggil, karena ia terbiasa melihat asisten rumah tangganya jika dipanggil hanya diam dan tidak menoleh, maka anak tersebut lama kelamaan akan mengikuti hal tersebut, karena dirasa itu adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh orang terdekatnya.

Jika hal itu dibiarkan saja, maka anak yang sebenarnya normal tapi karena diasuh oleh seorang asisten rumah tangga yang tuna rungu dan tuna wicara, ia akan ikut terbawa tidak berbicara, dan seakan tidak mendengar padahal sebenarnya dia mendengar dan mampu berbicara. Hal ini, sangat membahayakan bagi masa depan anak tersebut. Anak yang seperti ini haruslah mendapatkan khusus, dia yang sebenarnya adalah anak normal menjadi harus mendapatkan penanganan khusus hanya karena kesalahan pada pola asuhnya.

Pada intinya, anak haruslah diasuh ditangan yang benar. Anak yang normal dan tidak memiliki kelainan apapun, haruslah diasuh oleh pengasuh yang normal pula. Tapi akan lebih baik bila seorang anak, diasuh oleh orang tuanya sendiri. Agar orang tua dapat mengetahui perkembangan anak dari mulai ia dapat membuka mata, mendengarkan suara, sampai saat dia dapat mengucapkan kata pertamanya.

Dibawah ini, ada beberapa cara yang mungkin dapat membantu kita dalam mengatasi sedikit demi sedikit masalah keterlambatan berbicara pada anak. Yang pertama adalah kita dapat bercerita menggunakan buku ataupun majalah anak-anak yang bergambar, yang bertujuan agar anak dapat menunjuk atau mampu member nama benda-benda yang ia kenali. Lalu yang kedua yaitu menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat berinteraksi dengan anak tersebut agar mereka cepat paham dengan apa yang kita katakan.

Selanjutnya cara yang ketiga adalah kita menggunakan media musik. Anak-anak sangat senang bernyayi, saat kita ingin mengajarinya berbicara kita dapat memanfaatkan lagu anak-anak sebagai media kita. Cara ini sangat efektif. Karena biasanya meskipun musik sudah dimatikan, anak-anak akan cenderung tetap bernyanyi mengikuti lagu yang seakan-akan sudah terekam di memorinya. Selanjutnya langkah yang keempat adalah sering-serig berkomunikasi dan bertanya pada anak. Tentang lingkungan sekitarnya, tentang harinya, tentang teman-temannya dan tentang yang lainnya.

Yang kelima yakni dengan cara kita mengajak bermain kosa kata, kita hrus membuat semenarik mungkin hingga mereka yang memiliki keterlambatan berbicara dalpat memiliki minat dan akan lebih giat berlatih berbicaranya. Cara yang keenam yaitu dengan menirukan dan membenarkan kosa kata dari si anak. Saat anak-anak belajar berbicara mereka pertama kali pasti akan menunjuk, lalu setelahnya mereka baru akan berkata suatu kosa kata yang sudah dapat dipastikan akan mengalami sedikit kesalahan. Disitulah peran kita sebagai orang tua maupu guru untuk membantu membenarkan kata-kata yang diucapkan dengan pengucapan yang kurang benar dari si kecil. Selanjutnya langkah ketujuh dari kita yakni car berbicara menggunakan bahasa dan ejaan yang benar.

Dari situ mungki dapat menimbulkan seorang anak mau berbicara. Kita harus bisa mengajarkan sebuah kosa kata pada anak-anak harus beanar tanpa celah apapun. Yang ke depalapan adalah dengan cara berlatih menggunakan sedotan.kita sebagi orang tua maupun sebagai guru, dapat menggunakan sedotan sebagai sarana dalam mengembangkan bahasa bagi anak usia dini. Seperti contoh awalnya kita mengajari seorang anak minum dengan menggunakan sedotan, meamng pada awalnya akan terasa kurang begitu nyaman pada lidak si anak, tapi lama kelamaan dia akan suka pada hal tersebut. Untuk mengantisipasi kebosanan pada anak, kita bisa mengganti warna dan bentuk yang berbeda-beda. Yang terakhir, mungkin kita bisa memberikan si anak makanan yang bergizi dan juga mengajaknya berolahraga, yang mana hal itu akan turut andil dalam mendorong kemampuan perkembangan anak. Seperti contohnya makanan yang mengandung vitamin D. Contoh sesuatu yang mengandung vitamin D diantaranya adalah sinar matahari, ikan salmon, ikan tuna, susu, kuning telur, jamur kancing, hati, sereal, minyak ikan, dan masih banyak lagi.
  
Saat kita berhadapan dengan seorang anak yang memiliki keterlambatan berbicara, kita harus memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Agar saat kita mencoba membantu anak tersebut mengatasi keterlambatan berbicaranya, kita juga bisa sembari mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada anak sejak usia dini bahkan, juga pada anak yang memiliki keterlambatan berbicara. Kita harus membuktikan bahwa kemampuan berbahasa yang bagus, tidak hanya orang-orang yang tidak pernah mengalami keterlambatan berbicara. Namun, mereka yang memiliki keterlambatan juga pasti bisa memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar. 

Daftar Pustaka
  1. Bahren, Raehanul. dkk. 2013.  Bagaimana Mendidik Anak yang Bandel. Yogyakarta : Pustaka Muslim.
  2. Savitra, Khanza. (26 Desember 2017). 12 Terapi Anak Terlambat Bicara yang Dapat Dilakukan di Rumah. Dikutip 17 September 2019 dari Dosen Psikologi.com: https://dosenpsikologi.com/15-terapi-anak-terlambat-bicara 


By: ELMA DWI ISMAWARDANI

Berlangganan via Email