Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

“Sepele Padahal Penting! Penggunaan Bahasa di Dunia Anak AUD”


Sepele Padahal Penting! Penggunaan Bahasa di Dunia Anak AUD


Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi yang digunakan untuk berfikir, mengekspresikan diri juga untuk menangkap atau menerima perasaan dan pikiran orang lain.Di era globalisasi saat ini, segala sesuatu dapat dengan mudah diakses dan menyebar dengan sangat cepat. Sebagai contoh adalah munculnya bahasa-bahasa baru atau biasa disebut dengan bahasa gaul. Bahasa sangat mudah dan cepat persebarannya karena bahasa tidak lain adalah sebagai alat berkomunikasi sehari-hari. Selain itu, adanya berbagai macam suku bangsa yang tinggal di negara Indonesia, membuat bahasa di negeri ini semakin beraneka ragam. Namun, terkadang meski pun seseorang berasal dari suku bangsa yang sama, dan tinggal di daerah yang sama belum tentu mereka saling mengerti bahasa satu sama lain. Karena setiap individu juga mempunyai karakteristik bahasa yang berbeda-beda.

Perkembangan bahasa pada anak usia dini atau biasa disebut AUD, sangat perlu diperhatikan oleh para orang tua. Anak usia dini adalah anak yang berusia antara 0-6 tahun. Perkembangan bahasa perlu diperhatikan diusia ini karena, aspek dari tahapan anak untuk mengekspresikan pemikiran adalah menggunakan kata-kata yang akan terus meningkat seiring anak tumbuh dalam tahap perkembangannya.

Metode pengembangan bahasa pada anak usia dini sangat beragam, antara lain dengan mendengarkan, berbicara atau mengajaknya untuk berkomunikasi secara tatap muka, menulis, membaca. Metode pengembangan ini digunakan sesuai dengan umur anak usia dini, karena mereka masih dalam proses tahap awal, oleh karena itu metode yang digunakan tentunya juga berbeda-beda.

Masalah sosial yang sering saya temui di lingkungan pada perkembangan anak usia dini adalah gaya dan bahasa yang sering diucapkan terkadang kurang pas didengar dan diucapkan oleh anak usia tersebut. Mengapa demikian? Karena anak usia dini lebih sering menambah kosa kata dengan cara memerhatiakan orang lain berbicara. Anak sangat rawan untuk mengikuti pola bicara dan susunan kata orang dewasa karena anak usia dini diibaratkan sebagai mesin penjiplak yang mahir. Selain itu, jika anak usia dini sering berada di lingkungan yang pergaulannya kurang sehat, anak akan rawan berbahasa yang tidak seharusnya diucapkan anak usia tersebut. Anak akan ceplas-ceplos saat berbicara dan tidak bisa menyaring mana yang salah dan mana yang benar dari kalimat yang diucapkannya.

Selain itu, ada banyak juga masalah lain yang sering diabaikan oleh orang tua. Kebalikan dari masalah diatas adalah, ada juga anak yang kurang dalam berbahasa. Anak yang kurang bisa mengekspresikan diri atau malu dalam berbahasa dan lebih cenderung pendiam. Jika anak yang   cenderung pendiam ini dibiarkan begitu saja, anak akan terbiasa kurang pede dalam bergaul dengan teman sebayanya. Bahkan, akan minder saat berkumpul dengan teman-temannya karena dia kurang bisa mengekspresikan dirinya. Anak pendiam banyak disebabkan karena adanya keterlambatan berbicara, namun ada juga factor-faktor lainnya. Anak usia dini yang leb ih cenderung pendiam biasanya memiliki ciri-ciri saat diajak tanya jawab, anak lambat untuk merespon apa yang sedang kita tanyakan.

Selain itu ada juga masalah berbahasa anak yang kurang jelas dalam bebicara karena dia cedal atau tidak bisa mengucapkan huruf-huruf tertentu. Contohnya sulit untuk mengucapkan huruf R, L, D, S, N. anak dengan gangguan berbicara cedal ini biasanya akan ditertawakan oleh temannya saat sedang berinteraksi atau berbicara dengan teman-temannya. Kadang anak dengan gangguan cedal ini juga sering merasa tersisihkan dan minder. Anak-anak yang demikian sering menjadi anak yang pemurung.

Banyak masalah berbahasa pada anak yang kurang bisa dipahami oleh para orang tua. Banyak orang tua yang kurang sadar akan pentingnya tumbuh berkembangnya anak pada usia dini. Orang tua juga sering berfikir “biarkan anak itu bergaul dengan bebas”, tanpa adanya pengawasan yang lebih dari orang tua. Anak yang dibiarkan bergaul begitu saja tanpa pengawasan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dimulai dari usia dini yang berlanjut saat umur mereka bertambah, akan semakin sulit dipisahkan. Dan biasanya karena orang tua merasa kasihan terhadap anaknya, banyak orang tua yang membiarkan anaknya melakukan kebiasaan-kebiasaan yang biasanya dilakukan agar tidak menangis dan berfikir seiring berjalannya waktu, dimana anak usia dini mulai tumbuh dan berkembang kebiasaan tersebut akan hilang begitu saja.

Asumsi tersebut sangat tidak tepat untuk dijadikan sebuah pedoman untuk para orang tua. Karena setiap anak pasti punya kebiasaan yang berbeda-beda dan tidak semua kebiasaan bisa diluruskan dengan satu solusi saja. Peran orang tua dalam umur-umur rawan anak usia  dini seperti ini sangat penting dan tidak bisa disepelekan begitu saja. Orang tua jangan menyalahkan anak terlebih dahulu karena masalah-masalah diatas. Karena jika orang tua langsung menyalahkan anak begitu saja, anak malah akan merasa terbebani dan mempunyai sifat yang kurang bisa mengontrol emosinya.

Lalu, bagaimana solusi atau cara mengatasi permasalahan-permaslahan bahasa anak usia dini seperti yang sudah saya sebutkan diatas? Ada berbagai macam metode untuk mengatasinya, pertama sebagai orang tua juga harus terbuka dengan anak-anaknya. Karena keluarga adalah pendidilan pertama anak sebelum di sekolah formal. Jadi contoh perilaku orang tua di rumah adalah cerminan anak untuk menjadikan pedoman tingkah laku anak sehari-hari, terutama tutur bahasanya. Orang tua harus bertutur kata yang baik agar saat berkomunikasi dengan anak, secara tidak langsung anak akan belajar dan mengingat tutur kata yang baik karena sering mendengar orang tuanya berbicara baik. 

Selain itu pergaulan anak juga harus diperhatikan karena lingkungan dan dengan siapa anak itu bergaul akan berpengaruh dalam proses berkembangnya bahasa. Anak dengan pergaulan lingkungan yang sehat, pasti akan terbawa dengan kehidupan dan tutur bahasa yang sehat juga. Namun, peran orang tua juga penting, orang tua harus tetap membimbing dan mengawasi pergaulan anak-anak. Selain itu, dengan menggunakan metode bercerita dan tanya jawab kepada anak juga dapat merangsang berkembangnya bahasa pada anak. Bercerita adalah cara efektif, biarkan anak mengekspresikan rasa diri pada anak, jangan menyela cerita anak saat berbicara. Orang tua harus tanggap dan memberi kesan bagus saat anak bercerita, agar anak merasa percaya diri dan percaya dengan dengan orang tuanya. Dan melatih anak agar lebih berani dan tidak menjadi anak yang pendiam atau pemurung.

Selain itu cedal pada anak juga perlu diperhatikan dan dilatih agar cedal pada anak berkurang atau bahkan menghilang. Orang tua tidak boleh menyalahkan anak hanya gara-gara anak tersebut tidak bisa mengucapkan huruf dengan benar. Anak yang cedal bisa dilatih dengan pelan-pelan dan sabar. Menuntunnya dengan pengucapan huruf atau kata yang benar dengan berulang-ulang. Dengan demikian anak akan terus mengikuti dan berlahan-lahan belajar mengucapkan dengan benar.

Jadi peran orang tua sangat penting dalam perkembangan bahasa pada anak. Karena orang yang pertama mengerti karakter anak adalah orang tua itu sendiri dan keluarga adalah pendidikan pertama untuk anak sebelum anak masuk ke sekolah formal. Maka orang tua tidak boleh menganggap sepele hal-hal kecil di lingkungan sekitar anak.

By: Herlinda Rizqi Safa’ati

Berlangganan via Email