Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cadel Pada Anak Termasuk Keterlambatan Atau Kelainan?


Bagaimana Cadel Pada Anak Termasuk Keterlambatan Atau Kelainan?


Cadel atau lisp adalah kelainan bicara yang ditandai dengan masalah artikulasi.Ini terjadi ketika lidah tidak berada pada tempat yang benar di mulut,sehingga menunggu aliran udara.Pada anak-anak terutama balita memang masih belum bisa mengucapkan kata atau kalimat secara jelas.Namun terkadang orang tua bisa memahami apa yang dimaksud oleh anak itu.Tapi,ada juga beberapa anak yang memang memiliki masalah dalam melafalkan beberapa huruf sehingga mereka tidak bisa mengucapkan kata atau kalimat dengan jelas.

Seorang anak yang cadel mungkin akan kesulitan menyebabkan ‘’s, z, i,dan r’’. Cadel pada anak-anak khususnya balita memang merupakan hal yang wajar dan biasanya akan hilang dengan seringnya belajar dan berlatih dalam melafalkan huruf. Namun jika sudah masuk usia diatas 5 tahun dan masih tetap cadel maka perlu dibawa ke ahli terapi berbicara. Penyebab cadel pada anak.

Berikut beberapa penyebab cadel pada anak usia diatas 5 tahun,yaitu:
1. Cadel interdental,yaitu cadel yang disebabkan oleh lidal yang menonjol di antara 2 gigi depan.
2. Cadel dental,yaitu cadel yang disebabkan oleh posisilidah yang menyentuh kedua gigi depan,sehingga menyebabkan anak susah dalam  melafalkan huruf s,z,I dan r dengan benar.
3. Cadel lateral,yaitu cadel yang disebabkan oleh udara yang masuk ke dalam rongga mulut tetapi malah diarahkan ke lidah bagian bawah,jadi pelafalan huruf s menjadi tidak mendesis.
4. Cadel palatal,yaitu cadel yang disebabkan karena lidah menyenentuh langit-langit mulut yang lunak saat berbicara,hal ini menyebabkan pelafalan yang dikeluarkan berbeda.

Dari penyebab diatas,sebagian besar disebabkan oleh bentuk lidah atau kendali terhadap otot-otot tidak benar yang kemudian membuat kata-kata yang diucapkan tidak terdengar jelas.Penyebab lain adalah adanya Down syndrome,gangguan saraf pada anak,gangguan pendengaran,dan gangguan perkembangan.

Cara menghilangkan cadel pada anak adalah jika masih balita merupakan hal yang normal dan wajar dan seiring berjalannya waktu dengan seringnya berlatih dan belajar maka akan dapat hilang cadel tersebut.Namun jika sampai diatas usia 5 tahun dan anak masih cadel,maka perlu untuk dibawa periksa ke ahli terapi.Saat anak melakukan terapi bicara,anak akan belajar bagaimana cara melafalkan huruf dan berbagai kosakata dengan benar.Selain itu,terapis juga akan memberikan teknik berbicara,tes pendengaran apakah ada /tidaknya masalah pendengaran ,dan tes pemahaman bahasa dan memori.yaitu tes mendengarkan cerita lalu anak diminta menjawab pertanyaan yang akan disampaikan..Selain cadel,masalah yang sering muncul lainnya adalah gagap/stuttering yang sebanyak 85% muncul sebelum usia 8 tahun,yang didominasi padaanak laki-laki.

Dalam hal ini,cadel bisa di katakan menjadi keterlambatan dan juga bisa dikatakan kelainan.Disebut keterlambatan jika anak mengalami cadel pada usia dibawah 5tahun karena dengan seiring berjalannya waktu dengan seringnya ia belajar dan berlatih melafalkan huruf s,z,ldan r maka akan dapat hilang cadel tersebut karena seringnya ia mendengar dan berlatih pelafalan huruf –huruf tersebut.Bisa juga disebut kelainan jika anak mengalami cadel disebabkan oleh gangguan pendengaran,penyimpangan structural lidah yang merupakan bawaan dari lahir.

Gangguan pendengaran ringan dapat menyebabkan frekuensi tingii juga dapat menganggu kemampun anakuntuk mendengar bahasa yang benar.Beberapa anak yang mengalami cadel juga kemungkinan meniru anak lain atau orang dewasa yang mencontohkan kalimat atau huruf secara cadel.

Oleh karena itu penting untuk orang tua atau siapapun itu juga ,jika berbicara dengan anak kecil sangat penting untuk mengucapkan dan melafalkan kalimat atau huruf dengan benar dan jelas.Maka akan bisa meminimalisir anak untuk mengalami cadel Karena anak akan terbiasa mendengar dan akan mencontoh kalimat dan huruf dengan benar.Dan sebaliknya,jika dari kecil saat mengajak anak atau memperdengarkan kalimat dan huru secara cadel maka besar kemungkinan anak kelak juga akan meniru hal tersebut.Seringkali orang tua dan orang disekitarnya meremehkan hal ini karena dianggap anak tidak akan meniru yang mereka lakukan.

1. Ada juga beberapa anak yang mengucapkan kata-kata secara cadel krena mereka sedang mengalami trauma ataupun stress yang luar biasa.Hal ini merupakan bagian dari regrasi ke periode yang lebih aman dan regresif seperti contoh saat ia mengmpol atau ingin tidur dalam keadaan lampu tetap  menyala.
2. Menurut Erin Angello ,seorang pengajar khusus untuk anak berkebutuhan khusus ,tonguetis atau lidah yang tidak sempurna juga bisa menyebabkan cadel.Karena ,jika ini terus terbawa sampai dia dewasa maka aka nada disuau posisi dimana dia akan melamar pekerjaan dan pada kriteria tertentu dituntut harus sempurna maka ia akan kesulitan.
3. Ada orang tua kita yang percaya jika anaknya cadel maka bisa diatasi dengan dikerok lidahnya menggunakan sendok.Menurut saya itu hanya mitos.karena jika penyebab anak mengalami cadel adalah gangguan pendengaran apakah bisa diatasi hanya dengan mengerok lidahnya menggunakan sendok?
4. Langkah terbaik yang bisa ditempuh jika anak usianya sudah diatas 5 tahun tetapi mengalami cadel adalah membawa dan memeriksakan ia ke ahlinya.Karena bisa juga cadel menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri .Mengapa? karena jika sudah menginjak masa SD-SMA maka bisa saja anak itu menjadi kurang percaya diri dalam berkomunikasi dan bersosialisasi karena dicemooh oleh teman-temannya karena cadelnya.

Di sini peran orang tua dan orang-orang sekitarnya .Karena selain faktor bawaan ,faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi perkembangan anak karena pada usia anak-anak akan lebih sering meniru dan mencontoh orang-orang disekitarnya.Contoh bahwa anak sering meniru dan mencontoh orang disekitarnya adalah jika anak hidup dan tinggal disekitar orang-orang yang sering berkata kasar maka sangat besar kemungkinan anak akan meniru berkata kasar.Ada juga anak yang tinggal disekitar orang yang berperilaku baik seperti berdoa sebelum makan,mencuci tangan sebelum dan sesudah makan,membuang sampah pada tempatnya,dan anak melihat dan terbiasa dengan hal tersebut,maka sangat memungkinkan anak akan meniru dan mencontoh perilaku baik tersebut.

Sebetulnya tidak hanya anak-anak,orang dewasa pun sangat terpengaruhi bagaimana lingkungan sekitarnya,jka mereka terbiasa dengan hal-hal yang buruk,ia pun kemungkinan aka terbawa arus ke dalam hal itu,dan sebaliknya jika lingkungannya merupakan orang-orang yang berperilaku baik maka besar kemungkinan ia akan seperti itu. Jadi meskipun anak balita masih belum memahami dan mengetahui apa yang kita katakana ,namun mereka memiliki memori yang kuat sehingga besar kemungkinan ia akan meniru kita.

By: Nurir Ruwaidah