Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Mengatasi Keterlabatan Berbahasa Bagi Anak Usia Dini?


Bagaimana Cara Mengatasi Keterlabatan Berbahasa Bagi Anak Usia Dini?




Anak mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, bermain, beristirahat, berekreasi, dan belajar dalam suatu pendidikan. Jadi, belajar adalah hak anak bukan kewajiban. Orang tua dan pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak dalam rangka program belajar. Karena belajar adalah hak anak, maka belajar harus menyenangkan, kondusif, dan memungkinkan anak untuk termotivasi dan antusias. Memperoleh rangsangan rangsangan kemampuan dasar terhadap perkembangan bahasa, kognitif, fisik motorik dan seni, serta pengembangan pembiasaan yang terdiri dari nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian., Kemampuan dasar anak saling mendukung satu sama lainnya.

Metode problem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran dengan menghadapkan siswa kepada persoalan konstektual yang harus dipecahkan atau diselesaikan secara berkelompok atau mandiri untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua maupun pendidik untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang dihadapi anak. Karena tidak hanya berguna untuk menyelesaikan masalah mereka sehari-hari, keterampilan problem solving juga bermanfaat saat anak harus mengeksplorasi dunianya, atau mengerjakan tugas-tugas di sekolah. Dan yang paling penting, problem solving dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak, sehingga pastinya akan berpengaruh pada prestasi belajarnya. Umumnya sudah dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan bermain variatif yang membutukan pemecahan masalah dalam memainkannya. Misalnya seperti menyusun puzzle, lompat tali, menyusun balok, atau bermain petak umpet. Setiap permainan tentunya memiliki aturannya tersendiri. Sehingga anak akan memikirkan bagaimana cara agar dia dapat bermain dan menyelesaikannya.

Dalam hal ini, satu-satunya peran orang tua atau pendidik hanyalah sebagai pendamping. Biarkan anak bereksplorasi dengan pemikirannya, sehingga kemampuan problem solvingnya terasah. Kecuali jika anak benar-benar merasa kesulitan dan memerlukan bantuan, maka boleh membantu namun dengan syarat tidak mendominasi. Dalam artian, berikan petunjuk supaya anak dapat berusaha melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, kemampuan dalam memahami masalah juga akan bertambah. Begitu juga ketika sudah memasuki usia 5-6 tahun, rasa ingin tahu anak akan semakin menjadi-jadi. Hal itu yang menyebabkan anak mulai bermain dengan tujuan rasa ingin tahu terhadap akibat dari tindakannya. Seperti ketika memukul alat musik yang menghasilkan bunyi. Anak akan terus memperhatikan sebab-akibat dan mengulanginya kembali jika hal tersebut dirasa menyenangkan. Maka dalam proses memahami sebab-akibat, memori anak secara tidak langsung akan terbentuk. Memori inilah yang nantinya akan membantu pemecahan masalah anak. Manusia mampu menyimpan ataupun mengingat informasi dari berbagai peristiwa yang dialami. Dan dalam kehidupan sehari-hari, anak dapat mengingat banyak hal.

Oleh karena itu sebaiknya pada masa ini anak tidak diperlakukan secara otoriter. Biarkan mereka bereksperimen dan menemukan hal-hal baru dengan sendirinya. Aktivitas bermain anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Dalam bermain, mereka cenderung penasaran akan hal-hal baru. Lagi-lagi, peran orang tuan dan pendidik disini hanya sebatas pengamat dan pendamping. Kemampuan problem solving atau memecahkan masalah sejalan dengan perkembangan kognitif seorang anak. Karena keterampilan problem solving ini akan terus berkembang hingga anak beranjak dewasa, dan akan membuatnya lebih baik dalam menyelesaikan konflik sosial, menyelesaikan soal-soal matematika, mengelola hidupnya sendiri. Ada beberapa  kriteria pemilihan bahan pelajaran untuk metode pemecahan masalah yaitu:

1. Mengandung isu-isu yang mengandung konflik bisa dari berita, rekaman video dan lain-lain
2. Bersifat familiar dengan siswa
3. Berhubungan dengan kepentingan orang banyak
4. Mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki siswa sesuai kurikulum yang berlaku
5. Sesuai dengan minat siswa sehingga siswa merasa perlu untuk mempelajari.

Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari  metode pemecahan masalah banyak digunakan guru bersama dengan penggunaan metode lainnya. Dengan metode ini guru tidak memberikan informasi dulu  tetapi informasi diperoleh siswa setelah memecahkan masalahnya. Pembelajaran pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan.

Kelebihannya sebagai berikut:
1. Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
2. Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil.
3. Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencari pemecahan.

Keterampilan anak dalam memecahkan masalah, memiliki tahapan tersendiri sesuai dengan usianya. Untuk itu perlu kita ketahui bagaimana tahapan problem solving anak, supaya mampu mengasah kemampuan tersebut sehingga anak akan semakin terarah dan tahu kapan menggunakannya. Salah satu kemampuan dasar yaitu kemampuan bahasa. Kemampuan bahasa memegang peranan penting dalam perkembangan anak, namun perkembangan yang lain juga tidak kalah pentingnya. perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun sangatcepat. Kemampuan mereka menyerap dan mengingat pembicaraan orang disekitarnya sangat tinggi. Para peneliti di Amerika anak umur 4-5 tahun telah menguasai 2000 kata, dan penambahan kata mereka tiap bulannya 50 kata.

Orang tua dan guru yang sering berkomunikasi membacakan cerita, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara tentang pengalaman, pemikiran dan perasaannya sangat besar manfaatnya dalam mempercepat penguasaan bahasa anak. Pentingnya pemberian kesempatan berbahasa yang disertai penghargaan atau penguatan kepada anak-anak usia 4 -5 tahun. Hal ini disebabkan anak mau belajar berbahasa kalau merasa senang. Ketika anak tumbuh dan berkembang, terjadi peningkatan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, produk bahasanya secara bertahap kemampuan anak meningkat, bermula dari mengexpresikan suara saja, hingga mengexpresikannya dengan komunikasi. Komunikasi anak yang bermula dengan mennggunakan gerakan dan isyarat untuk menunjukkan keinginannya secara bertahap berkembang menjadi komunkasi melalui ujaran yang tepat dan jelas.

Salah satu bidang pengembangan dalam pertumbuhan kemampuan dasar di Taman Kanak-kanak adalah pengembangan bahasa. Bahasa memungkinkan anak untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam symbol-simbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berpikir. Belajar bahasa yang sangat krusial terjadi pada anak sebelum 6 tahun. Oleh karena itu, taman kanak-kanak atau pendidikan pra sakolah merupakan wahana yang sangat penting dalam mengembangkan bahasa anak. Anak memperoleh bahasa dari lingkunga keluarga dan dari lingkungan masyarakat.

Perkembangan bahasa yang baik bagi mereka, dapat meningkatkan kosakata dengan cepat. Anak akan belajar bagaimana berpertisipasi dalam suatu percakapan dan menggunakan bahasanya untuk memecahkan masalah. Menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain, anak akan mendapatkan benyak sekali kosakata, sekaligus dapat mengekspresikan dirinya melalui bahasa. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahawa bahasa merupakan alat untuk mengekspresikan ide dan sebagai alat penghubung atau alat komunikasi antar individu untuk menyatakan pendapat, perasaan dan keinginan.

By: Nur Latifah

Berlangganan via Email