Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Keterlambatab Bicara Pada Anak Usia Dini


Bagaimana Keterlambatab Bicara Pada Anak Usia Dini


Gangguan terlambat berbicara atau dalam bahasa inggris dikenal dengan speech delay adalah kondisi ketika seorang anak mendapatkan suatu kesulitan dalam hal mengekspresikan perasaan atau keinginannya pada orang lain. Hal ini tampak pada kesulitannya dalam berbicara secara jelas, terhambatnya pola komunikasi dengan orang lain, berbeda dengan anak seusianya, disebabkan kurangnya penguasaan kosakata. Ada beberapa anak yang tidak terdeteksi sebagai penderita gangguan pendengaran atau autisme, tetapi mengalami keterlambatan dalam berbicara. Maka keterlambatan berbicaranya termasuk dalam Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Ekspresif (GPBBE) atau sama dengan speech delay. 

  1. Jenis 

Jenis dalam keterlambatan berbicara tidak hanya disebabkan oleh faktor perkembangan anak, juga disebabkan oleh gangguan sensori, gangguan neorologis, intellegences, kepribadian serta ketidakseimbangan perkembangan internal dan ketidakseimbangan perkembangan eksternal anak. Keterlambatan dalam berbicara memiliki jenis yang beda-beda satu dengan yang lainnya yang ditunjukkan dengan gangguan yang dialami oleh anak. Jenis-jenis keterlambatan dalam berbicara pada anak usia dini tersebut menurut Van Tiel (Tsuraya 2013:25) antara lain: 
  1. Specific Language Impairment yaitu gangguan bahasa merupakan gangguan primer yang disebabkan karena gangguan perkembangannya sendiri, tidak disebabkan karena gangguan sensoris, gangguan neurologis dan gangguan kognitif (inteligensi)
  2. Speech and Language Expressive Disorder yaitu anak mengalami gangguan pada ekspresi bahasa
  3. Centrum Auditory Processing Disorder yaitu gangguan bicara tidak disebabkan karena masalah pada organ pendengarannya. Pendengarannya sendiri berada dalam kondisi baik, namun mengalami kesulitan dalam pemrosesan informasi yang tempatnya di dalam otak.
  4. Pure Dysphatic Development yaitu gangguan perkembangan bicara dan bahasa ekspresif yang mempunyai kelemahan pada sistem fonetik.
  5. Gifted Visual Spatial Learner yaitu karakteristik gifted visual spatial learner ini baik pada tumbuh kembangnya, kepribadiannya, maupun karakteristik giftednessnya sendiri.
  6. Disynchronous Developmental yaitu perkembangan seorang anak gifted pada dasarnya terdapat penyimpangan perkembangan dari pola normal. Ada ketidaksinkronan perkembangan internal dan ketidaksinkronan perkembangan eksternal

Gangguan keterlambatan bicara pada anak prasekolah, diperkirakan 5% dari populasi normal dan 70% dari kasus tersebut ditangani oleh terapis. Gangguan perkembangan artikulasi ditunjukan dengan kegagalan pengucapan satu huruf sampai beberapa huruf, sering terjadi penghilangan atau penggantian bunyi huruf tersebut sehingga menimbulkan kesan cara bicara seperti anak kecil. Pada anak-anak usia 5 tahun, 19% diidentifikasi memiliki gangguan bicara dan bahasa (6,4% keterlambatan berbicara, 4,6% keterlambatan bicara dan bahasa, dan 6% keterlambatan bahasa).

Gagap terjadi sekitar 4,6% pada usia 4-5 tahun dan 1% pada usia remaja. Laki-laki diidentifikasi memiliki gangguan bicara dan bahasa hampir dua kali lebih banyak dari pada wanita. Sekitar 3-6% anak usia sekolah memiliki gangguan bicara dan bahasa tanpa gejala neurologi, sedangkan pada usia prasekolah prevalensinya lebih tinggi yaitu sekitar 15%. 

Penyebab
Gangguan keterlambatan bicara atau speech delay mempunyai beberapa faktor penyebab. Istilah yang dipergunakan untuk mendiskripsikan adanya hambatan pada kemampuan bicara dan perkembangan bahasa pada anak-anak, tanpa disertai keterlambatan aspek perkembangan lainnya. Pada umumnya mereka mempunyai perkembangan intelegensi dan sosial-emosional yang normal. Problem ini terjadi atau di alami 5 sampai 10% anak-anak usia prasekolah.

Beragam faktor seperti hambatan pendengaran, hambatan perkembangan pada anak yang mengusai kemampuan oral-motor, masalah ketururuan, masalah pembelajaran dan komunikasi pada orang tua, dan faktor televisi (yang tidak memberikan respon apa-apa pada penontonnya). Sebagaian besar anak terlambat bicara secara fungsional adalah kurangnya latihan, lebih banyak bermain sendiri, terlalu pasif, terlalu banyak menonton televisi atau dikarenakan menggunakan dua atau lebih bahasa, pada dasarnya jika anak terlambat bicara namun mengerti semua yang diucapkan kepadanya dan mampu berinteraksi dengan baik sekitarnya, maka perihal anak terlambat bicara ini dapat ditoleransi. Dalam kehidupan sehari-hari, semua menggunakan bahasa untuk saling bertukar informasi, perasaan, keinginan, dan bermacam-macam pikiran. Selain itu, kemampuan belajar secara akademis, apabila anak sudah saatnya duduk dibangku sekolah. 

Terapi Untuk Keterlambatan Bicara
  • Belajar Dengan Musik  

Mendengarkan musik dan nyanyian dapat menjadi salah satu media terapi yang baik untuk anak-anak dengan kondisi terlambat bicara. Nyanyian dan musik akan menarik perhatian anak anak dan kemudian berusaha menirukan bahasa, gerakan, maupun isyarat. Cara ini memang cukup menarik dan efektif dalam terapi penyembuhan. Bahkan saat musik dimatikan sekalipun, anak-anak tetap cenderung bernyanyi maupun menari dengan sendirinya. Tentunya musik dan nyanyian yang dipedengarkan haruslah sesuai dengan umur anak. Sehingga nantinya juga dapat menambah kekayaan bahasa bagi anak-anak.

Sering Bertanya Kepada Anak  
Sebagai orang tua, cobalah untuk sering berkomunikasi dengan anak-anak anda. Hal ini dapat dimulai dengan sering bertanya sehingga secara tidak langsung membuat anak-anak akan tertarik dengan kegiatan ini. Sebagai orang tua anda bisa mulai menanyakan tentang pertanyaan-pertanyaan umum semisal “siapa namamu?”, “berapa usiamu?”dan masih banyak lainnya. Bahkan anda bisa menambahkan beberapa kata-kata manis pada pertanyaan yang anda ajukan sehingga anak menjadi lebih tertarik mendengarkannya. Mungkin saja anak belum dapat menjawabnya dengan baik, namun anak akan merasa senang dan terpancing untuk lebih banyak berbicara panjang.

3. Mengajari Bahasa Isyarat
Anak-anak dengan kondisi terlambat bicara memang sebaiknya diajari menegnai bahasa isyarat yang nantinya dapat mewakili kosakata. Anak dengan kondisi terlambat bicara memang cenderung mudah marah karena kesulitan dalam berkomunikasi yang menyebabkan keinginannya akan sulit terpenuhi . Untuk itu penting bagi orang tua memahami bagaimana cara mengatasi anak pemarah. Mungkin di awal bahasa isyarat akan sulit dipahami oleh anak-anak. Namun setelah beberapa waktu kemudian anak akan memahami dan muali berlatih bicara. Anda dapat memberikan bahasa-bahasa isyarat yang dipergunakan untuk beberapa benda yang mungkin sering dibutuhkan anak. Jangan lupa pula untuk selalu mengucapkan kosakata secara jelas ketika memberikan bahasa isyarat.

4. Bicara Lambat Kepada Anak
 Banyak orang tua yang mungkin terlalu cepat berbicara pada anak-anak yang masih berusia balita. Sehingga secara tidak langsung membuat anak-anak mengalami kondisi terlambat bicara dikarenakan kurang memahami terkait hal-hal yang disampaikan oleh orang tua mereka. Untuk memancing nya, sebagai orang tua akan lebih baik jika anda mencoba untuk berbicara lebih lambat kepada anak. Namun jangan pula terlalu lambat dan beri sedikit ketegasan. Anak-anak harus dapat mengerti mengenai kata-kata yang anda bicarakan, mulai dari awal hingga akhir kata. Cara ini membuat anak dapat melihat bagaimana ekspresi orang tua dan kemudian menirukannya.

5. Menirukan dan Membenarkan Kosakata Anak
Saat anak-anak menunjuk pada sesuatu, maka anda harus dapat mengatakan dan menjelaskan mengenai nama benda yang dituju oleh anak. Jelaskan dengan perlahan sehingga anak dapat memahami. Jika anak-anak mulai belajar bicara namun masih terdapat beberapa kesalahan, maka cobalah untuk membenarkannya secara lembut. Jika perlu ketika melakukan komunikasi, sentuh wajah anak sambil membenarkan setiap perkataannya dengan penuh kasih sayang.

By: Maulidia Khasanah Ali Islami

Berlangganan via Email