Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Mengetahui Indikasi Gangguan Kefasihan Atau Gangguan Kognitif Pada Anak?


Bagaimana Mengetahui Indikasi Gangguan Kefasihan Atau Gangguan Kognitif Pada Anak?


Gangguan terlambat berbicara atau kefasihan dalam bahasa inggris dikenal dengan speech delay adalah kondisi ketika seorang anak mendapatkan suatu kesulitan dalam hal mengekspresikan perasaan atau keinginannya pada orang lain. Hal ini tampak pada kesulitannya dalam berbicara secara jelas, terhambatnya pola komunikasi dengan orang lain, berbeda dengan anak seusianya, disebabkan kurangnya penguasaan kosakata. Ada beberapa anak yang tidak terdeteksi sebagai penderita gangguan pendengaran atau autisme, tetapi mengalami keterlambatan dalam berbicara. Maka keterlambatan berbicaranya termasuk dalam Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Ekspresif (GPBBE) atau sama dengan speech delay. 

Bahasa sebagai instrument komunikasi berperan dalam menyampaikan pesan dari penutur kepada pendengar. Kompetensi kebahasaan yang berada pada tataran mental kemudian diartikulasikan melalui organ bicara. Proses artikulasi bahasa melibatkan sistem yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai organ pada tubuh manusia. Gangguan atau kerusakan pada organ bicara dapat menyebabkan terganggunya komunikasi normal. Tetapi jika pada anak balita mungkin itu masih dianggap lucu tapi kalau dibiarkan terus menerus dantidak diobati atau ditangani maka sampai dewasa mereka akan tetap sama seperti itu.

Jenis dalam keterlambatan berbicara pada anak tidak hanya disebabkan oleh faktor perkembangan anak, juga disebabkan oleh gangguan sensori, gangguan neorologis, intellegences, kepribadian serta ketidakseimbangan perkembangan internal dan ketidakseimbangan perkembangan eksternal anak, komunikasi yang dilakukan orang tua dan terjadinya penghambatan pendengaran pada anak. Keterlambatan dalam berbicara memiliki jenis yang beda-beda satu dengan yang lainnya yang ditunjukkan dengan gangguan yang dialami oleh anak. Jenis-jenis keterlambatan dalamberbicara pada anak usia dini tersebut menurut Van Tiel (Tsuraya 2013:25) antara lain:

  1. Specific Language Impairment yaitu gangguan bahasa merupakan gangguan primer yang disebabkan karena gangguan perkembangannya sendiri, tidak disebabkan karena gangguan sensoris, gangguan neurologis dan gangguan kognitif (inteligensi)
  2. Speech and Language Expressive Disorder yaitu anak mengalami gangguan pada ekspresi bahasa
  3. Centrum Auditory Processing Disorder yaitu gangguan bicara tidak disebabkan karena masalah pada organ pendengarannya. Pendengarannya sendiri berada dalam kondisi baik, namun mengalami kesulitan dalam pemrosesan informasi yang tempatnya di dalam otak.
  4. Pure Dysphatic Development yaitu gangguan perkembangan bicara dan bahasa ekspresif yang mempunyai kelemahan pada sistem fonetik.
  5. Gifted Visual Spatial Learner yaitu karakteristik gifted visual spatial learner ini baik pada tumbuh kembangnya, kepribadiannya, maupun karakteristik giftednessnya sendiri.
  6. Disynchronous Developmental yaitu perkembangan seorang anak gifted pada dasarnya terdapat penyimpangan perkembangan dari pola normal. Ada ketidaksinkronan perkembangan internal dan ketidaksinkronan perkembangan eksternal

 Gangguan kefasihan umum terjadi pada anak-anak, misalnya menambahkan bunyi ‘oh’, mengganti kalimat (seperti ‘mama pergi – mama ke pasar’), mengulangi frasa (seperti ‘aku mau, aku mau, aku mau pulang’, atau mengulangi bunyi (seperti ‘a-a-a- aku mau permen). Biasanya mengalami kegagapan, pengulangan kata-kata, latah, atau memperpanjang bunyi, silaba, atau kata tertentu.

Gagap biasanya diderita oleh anak-anak dan biasanya hilang seiring pertambahan usianya. Namun demikian, tidak sedikit orang dewasa yang menderita gagap. Orang yang gagap sebenarnya tahu bahwa tuturan yang dihasilkannya tidak benar, namuin mereka tidak mampu mengendalikannya ujarannya. Selain gangguan komunikasi, orang yang mengalami kegagapan juga dapat mengalami gangguan psikologis seperti minder dan enggan bergaul. para ilmuan menemukan bahwa 50% penderita gagap memiliki riwayat anggota keluarga yang mengalami kegagapan. Hal ini menunjukan bahwa gagap merupakan gangguan yang dibawa secara genetis.

Cara penanganan gangguan bicara diawali dengan identifikasi pasein (Sastra, 2011) seperti, riwayat kesehatan, kemampuan berbicara, kemampuan mendengar, kemapuan kognitif, dan kemampuan berkomunikasi. Kemudian penanganan dilanjutkan dengan diagnosis gangguan yang dialami pasien. Setelah hasil diagnosis didapat, barulah diterapkan terapi yang tepat untuk pasien.

Terapi untuk penanganan masalah ini ada 4. Pertama yang bisa dilakukan yaitu terapi bicara, terapi bicara biasanya menggunakan audio atau video dan cermin tetapi cara terapi bicara yang dilakukan pada anak-anak yaitu melalui media seperti mengajak bermain boneka, bermain kartu bergambar dan bermain peran. Sedangkan untuk orang dewasa dilakukan dengan metode langsung yaitu metode praktek dan latihan.

Selain itu ada juga cara lain yang bisa dilakukan yaitu terapi oral motorik. Terapi ini menggunakan latihan yang tidak melibatkan proses bicara, seperti minum melalui sedotan, menium balon, atau meniu terompet. Setelah itu ada juga terapi berbasis komputer, dalam terapi ini ada beberapa perangkat lunak yang bisa digunakan yang pertama yaitu Tiny EYE merupakan piranti lunak yang memungkinkan terapi bicara dapat dilakukan dari jarak jauh. Metode yang digunakan pada piranti ini sama dengan metode yang dipakai pada terapi tatap muka. Lalu yang kedua ada perangkat lunak Fast ForWord merupakan piranti lunak yang dirancang berdasarkan masalah pada proses pendengaran. Piranti ini menggunakan permainan yang dirancang untuk memperlambat tempo suara sehingga memungkinkan pengguna untuk membedakan bunyi. Yang ketiga perangkat lunak TWIST (Technology with Innovative Speech Therapy) merupakan piranti lunak yang dikembangkan untuk terapi berbicara bagi penderita stroke, penderita geger otak, penderita penyakit degeneratif saraf, dan anak-anak yang mengalami gangguan berbicara.

Ada satu lagi cara yang bisa dilakukan yaitu Terapi Intonasi Melodi . Terapi ini bisa dilakukan pada penderita gangguan kebahasaan yang mengalami sakit stroke karena selain terapi bicara yang bisa dilakukan sekarang para ilmuan sudah menemukan cara lain yang lebih baik yaitu dengan menciptakan piranti elektronik yang bisa memproduksi suara sendiri.

Gangguan berbicara patut menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia apalagi pada anak-anak, yaitu komunikasi. Gangguan berbicara yang meliputi gangguan kefasihan walaupun tidak mengancam kehidupan, namun dapat mempengaruhi kepercayaan diri pada seseorag yang menderita dan kualitas kehidupan. Berbagai penyebab baik faktor genetis maupun faktor non genetis, seperti cacat lahir, kecelakaan, kanker, stroke, geger otak, dan faktor sosial dapat menyebabkan gangguan bicara.

Dengan adanya terapi bicara dengan berbagai metode terapi banyak orang yang telah terbantu untuk dapat menjalankan kehidupan dengan kepercayaan diri dan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Mereka semua merasaka manfaat dari terapi-terapi yang telah dipraktekkan kepada anak-anak mereka dan semua orang mulai mengikuti semua tahap-tahap yang dilakukan kebanyakan orang sehingga mereka mulai puas akan hasil yang didapatkan.

Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa gangguan kefasihan pada anak disebabkan oleh beberapa faktor seperti kuragnya komunikas antar orang tua dengan anaknya, hambatan pendengaran, bisa juga disebabkan oleh masalah keturunan atau faktor genetika dan masalah-masalah itu bisa diatasi dengan melakukan terapi seperti yang tertera diatas.


Daftar Pustaka
https://staff.unand.ac.id/handoko/2014/06/09/gangguan-berbicara/
https://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_terlambat_berbicara

By: Nurma Iktamalannisa

Berlangganan via Email