Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN SEGALA ASPEK YANG BERKAITAN?


PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN SEGALA ASPEK YANG BERKAITAN?


PENDAHULUAN
Seberapa penting strategi pembelajaran? strategi pembelajaran adalah salah satu komponen pokok, dikatakan begitu karena itu adalah momok dalam mempengaruhi proses belajar mengajar. Jadi sudah terlihat sabgat jelas bahwa sepenting itulah strategi pembelajaran. Karena dengan diterapkannya strategi pembelajaran yang sesuai sasaran akan menghasilkan apa yang diharapkan. Namun, apakah ada ketentuan lain seperti halnya layakkah strategi itu diterapkan? Atau seberapa efektif hasil yang akan didapat setelah pengaplikasian dalam dunia pedidikan? Tentunya ada batasan-batasan atau ketentuan yang harus diperhatikan dalam merencanakan strategi pembelajaran, apalagi jika asal membuat tanpa memerhatikan target, tujuan dan kondisi zaman nantinya bisa tidak tercapai apa yang diharapkan. 

Para pendidik dan calon pendidik harus memiliki strategi pembelajaran yang baik dan sesuai dengan target. Karena mereka ibarat seperti nahkoda yang akan membawa kemana kapalnya akan berlabuh. Apabila tidak memiliki dasar tujuan, peta atau teknik mengemudi yang baik kapal bisa karam. Itulah sangat pentingnya strategi pendidikan. 

A. Pengertian Strategi Pembelajaran, Konsep dan Segala Aspeknya
Strategi pembelajaran adalah serangkaian rencana belajar yang sudah tertata secara runtut guna mencapai suatu tertentu dalam proses belajar mengajar yang didalamnya terdapat cara, metode, pendekatan, model dan teknik pembelajaran. Menurut Sanjaya, (2007 : 126). Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Strategi pembelajaran adalah suatu komponen yang bisa dibilang sangat pokok, dikatakan begitu karena itu adalah momok dalam mempengaruhi proses belajar mengajar. Namun, perlu diperhatikan adalah strategi pembelajaran bersifat fleksibel, maksudnya perlu dirubah atau diperbarui dalam kurun waktu tertentu menyesuaikan kondisi zaman pada saat itu.

Perlu dicatat, bahwa, kadangkala strategi pembelajaran yang digunakan sudah sesuai namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Hal itu bisa disebabkan pendidik atau calon pendidik kurang memiliki bekal yang cukup untuk terjun dalam dunia itu. Tak heran juga, banyak tenaga pendidik yang kurang ahli atau kurang mantap dalam melaksanakan tanggung jawab. 

Dalam strategi pembelajaran terdapat teknik pembelajaran, bisa diartikan suatu metode yang bagaimana cara mengimplementasikan kebentuk yang lebih spesifik. Contohnya bila seorang guru menggunakan metode ceramah pada banyak murid maka ada teknik khusus supaya lebih didengar dan diperhatikan, misalnya diselingi dengan candaan, atau disisi lain tidak memiliki itu bisa menggunakan mediator lain sebagai penunjang seperti video atau hal lainnya. 

Strategi pembelajaran ada beberapa macam, diantaranya yaitu:
1. Strategi pembelajaran eksplositori, dalam pembelajaran ini guru menyampaikan materi secara verbal, jadi disimpulakan bahwa ini tipe yang berorientasi kepada guru. Guru yang memegang kendali, tipe pembelajaran ini bermaksudkan supaya murid mampu menguasai apa yang telah disampaikan oleh guru dengan baik.

2. Strategi pembelajaran Inquiri, tipe yang satu ini menekankan murid berikir secara kritis analitis untuk menemukan sendiri masalah ynag ada. Biasanya dilakukan oleh tanya jawab antara guru dan murid. Jadi tipe yang satu ini berorientasi pada murid. Tipe ini juga menekankan sisi intelektual anak supaya terlihat menonjol.

3. Strategi pembelajaran berbasis masalah, untuk tipe yang satu ini sangat penting untuk dikembangkan. Karena tipe ynag satu ini mendorong anak untuk memecahkan masalah secara ilmiah. Tidak hanya mendongkrak intelektual si anka, namun juga mendobrak sisi ssecara psikolog kognitif. Karena belajar yang paling mudah diingat adalah dari pengalaman tingkah laku. Tidak hanya kognitif, namun juga sisi motorik dan afektif. Murid secara tidak sadar belajar  dari kehidupan. Jadi dalam starategi pmebelajaran ini anak dilatih untuk siap dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi nantinya. Hebatnya lagi sistem pembelajaran ini mampu mendobrak dan memerbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

4. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir, tipe ini adalah perpaduan antara  strategi pembelajaran Inquiri dan Strategi pembelajaran berbasis masalah. Perbedaan terletak pada guru tetap memantau siswa. Secara lengkapnya, siswa akan diberi persoalan yang harus diselesaikan, selanjutnya guru harus tetap memnadu siswa. Model pembelajaran satu ini menekankan pada mencermati fakta-fakta yang ada terlebih dahulu, kemudian ditelaah supaya bisa memecahkan bahan masalah yang telah diajarkan.

5. Strategi Pembelajaran Kooperatif, strategi ini dilakukan okeh siswa dalam suatu kelompok, dengan jumlah anggota perkelompoknya dalam skala kecil 4-6 orang saja. Untuk pembagiannya harus berbeda-beda, seperti kemampuan akademik anak, ras, dan jenis kelamin yang berbeda. Tujuan srategi ini adalah supaya mampu mencapai tujuan dalam pembelajaran yang telah ditergetkan sebelumnya.

6. Strategi Pembelajaran Kontekstual, yaitu strategi pembelajaran yang berkonsep pada mengaitkan dan menghubngkan ilmu yang didapat dengan dunia nyata. Jadi guru harus mendorong siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dengan kehidupan sehari-hari sebagai proses belajar.

7. strategi pembelajaran Afektif. Tipe strategi ini sulit untuk dilakukan, karena berhubungan nilai yang sulit diukur dan konsep behavioral. Maksudnya adalah perilaku siswa adalah kualitas kemampuan yang dimiliki. Namun jelas saja hal ii sulit, karena ini terjadi antara sadar dan tidak. Jadi, untuk tipe yang satu ini sulit diterapkan.

Untuk yang terakhir akan membahas tentang metode pembelajaran. Menurut Nana Sudjana (2005: 76) metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru berhubungan dengan siswa saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Contoh metode yang umum diterapkan oleh para guru biasanya ceramah, diskusi, debat, brainstorming (tukar pendapat atau gagasan spontan dari anggota kelompok), simulasi, pengalaman lapangan, laboratoium, dll. Perlu diperhatikan bahwa metode-metode tersebut tidak boleh asal comot saja, ada beberapa yang perlu ditekankan ada pula yang kurang perlu untuk digunakan. Seperti contoh, mengajar seni, para murid tidak harus mendengarkan ceramah dari teks atau buku yang seperti dongeng, akan tetapi murid lebih efektif jika langsung praktik daripada teori. Berbeda lagi jika pelajaran sejarah, lebih pas jika guru bercerita panjang lebar daripada praktik lapangan. Contoh metode tersebut bisa diuraikan kebentuk yang lebih kreatif lagi, guru berhak mengetahui dan menerapkan cara tersebut supaya murid tidak jenuh dan mudah menerima apa yang telah disampaikan dan diajarkan.

By: Ade Mei Nurul Mawaddah

Berlangganan via Email