Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Penyebab Siswa Tidak Suka Dengan Mata Pelajaran Matematika?


Penyebab Siswa Tidak Suka Dengan Mata Pelajaran Matematika?


Masalah merupakan suatu konflik, hambatan bagi siswa dalam menyelesaikan tugas belajarnya di kelas. Namun masalah harus diselesaikan agar proses berpikir siswa terus berkembang. Semakin banyak siswa tidak dapat menyelesaikan setiap permasalahan matematika, maka siswa akan membenci atau tidak menyukai pelajaran tersebut karena dianggap rumit.

Dalam usia sekolah dasar, usia murid berkisar antara 7 tahun sampai 12 tahun yang dapat dikatakan sebagai usia anak-anak. Sering kita jumpai bahwa sifat murid yang berusia anak-anak tentulah memiliki sifat yang cenderung aktif, periang dan ceria di kelasnya. Namun, ada pula anak yang pendiam dan pasif ketika berada di kelas. Karena kebanyakan anak yang pendiam dan pasif ini sulit untuk dapat bergaul dengan teman sebaya, takut mencoba sesuatu hal yang baru dan terkadang sulit untuk menyerap materi yang dijelaskan oleh guru. hal ini tentunya harus mendapat perhatian yang khusus dari bapak atau ibu guru khususnya orang tua, karena jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka sifat seperti ini sangat tidak baik ketika anak bertumbuh dewasa. Adapun beberapa penyebab yang membuat siswa kesulitan dalam menyelesaikan berbagai macam soal matematika.

  1. Masalah Translasi adalah masalah yang berhubungan aktivitas sehari-hari siswa. Contoh: Ade membeli permen  12 buah. Bagaimana cara Ade membagikan kepada 24 orang temannya agar semua kebagian dengan adil?
  2. Masalah Aplikasi adalah masalah yang menerapkan suatu konsep, rumus matematika dalam sebuah soal-soal matematika. Contoh suatu kolam berbentuk persegi panjang yang berukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Berapa luas kolam tersebut?
  3. Masalah Proses/Pola adalah masalah yang memiliki pola, keteraturan dalam penyelesaiannya. Contoh: 2 4 6 8 … Berapa angka berikutnya?
  4. Masalah Teka-teki adalah masalah yang sifat menerka atau dapat berupa permainan namun tetap mengacu pada konsep dalam matematika. contoh: Aku adalah anggota bilangan Asli, aku adalah bilangan perkasa, jika kelipatanku dijumlahkan angka-angkanya hasilnya adalah aku, siapakah aku?
  5. Kebanyakan siswa sulit menyelesaikan persoalan cerita yang dianggap sangat rumit karena harus membaca terlebih dahulu setelah itu mencari mana saja yang harus dihitung. Dengan begitu bagaimana cara guru agar siswa suka berhitung dan mencari teka teki. Berikut strategi guru agar siswa dapat memecahkan sebuah masalah.
  6. Strategi pemecahan masalah secara khusus harus diajarkan sampai siswa dapat memecahkan masalah dengan benar.
  7. Guru harus mengajarkan berbagai strategi kepada siswa untuk dapat menyelesaikan berbagai bentuk masalah. Siswa harus dilatih menggunakan suatu strategi untuk berbagai jenis soal, atau menggunakan beberapa strategi untuk suatu soal.
  8. Siswa perlu dihadapkan pada masalah dengan cara pemecahan yang belum dikuasainya (tidak biasa), dan mereka harus didorong untuk mencoba berbagai alternatif pendekatan pemecahan.
  9. Beri hadiah atau apresiasi karena prestasi atau kemampuan siswa dalam memecahkan masalah berhubungan dengan tahap perkembangan siswa.

Demikian adalah cara guru agar siswa tidak kesulitan untuk menyelesaikan beberapa persoalan cerita pada mate pelajaran matematika.

By: Marisa

Berlangganan via Email