Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Perkembangan Bahasa Anak dan Problem Solving?


Bagaimana Perkembangan Bahasa Anak dan Problem Solving?


Perkembangan bahasa sebagai salah satu dari kemampuan dasar yang harus dimiliki anak, sesuai dengan tahapan usia dan karakteristik perkembangannya. Perkembangan adalah suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi seperti biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Bahasa adalah suatu sistem simbol untuk berkomunikasi yang meliputi fonologi (unit suara), morfologi (unit arti), sintaksis (tata bahasa), semantic (variasi arti), dan pragmatic (penggunaan) bahasa. Dengan bahasa, anak dapat mengkomunikasikan maksud, tujuan, pemikiran, maupun perasaannya pada orang lain.

Anak usia dini, khususnya usia 4-5 tahun dapat mengembangkan kosa kata secara mengagumkan. Owens (dalam Rita Kurnia, 2009:37) mengemukakan bahwa “anak usia tersebut memperkaya kosa katanya melalui pengulangan”. Mereka sering mengulangi kosa kata yang baru dan unik sekalipun belum memahami artinya. Dalam mengembangkan kosa kata tersebut, anak menggunakan fast wrapping yaitu suatu proses dimana anak menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam dialog. Pada masa dini inilah anak mulai mengkombinasikan suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat.

Perkembangan berbicara dan menulis merupakan suatu proses yang menggunakan bahasa ekspresif dalam membentuk arti. Perkembangan berbicara pada anak berawal dari anak menggumam maupun membeo, sedangkan perkembangan menulis pada anak berawal dari kegiatan mencoret-coret sebagai hasil ekspresi mereka. Dalam berbicara terkadang individu dapat menyesuaikan dengan keinginannya sendiri. Hal ini tidak sama dengan menulis, dimana diperlukan suatu aturan berbahasa yang baik, benar dan tertib. Potensi akan berkembang lebih cepat menjadi pola kebiasaan dimana perkembangan pada usia dini berpengaruh bagi diri anak sepanjang hayat dan mempengaruhi penyesuaian pribadi serta sosialnya, bertambahnya usia perilaku yang dibentuk dan terbentuk pada awal kehidupan cenderung akan bertahan.

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpilan.

  • Metode Pengembangan bahasa Anak Usia Dini

Metode yang digunakan guru dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini.
1. Metode bercerita
2. Pengertian Metode bercerita
Metoda bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi Anak Usia Dini dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik dan mengundang perhatian anak. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk Anak Usia Dini, haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak, sehingga anak memahami isi cerita tersebut
  2. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira.lucu dan mengasyikan sesuai dengan kehidupan anak yang penuh suka cita.
  3. Kegiatan bercerita diusahakan menjadi pengalaman yang bersifat unik dan menarik bagi anak.

Untuk dapat bercerita dengan baik, pendidik harus memperhatikan hal-hal berikut:
  • Menguasai isi cerita secara tuntas
  • Memiliki ketrampilan bercerita
  • Berlatih dalam irama dan modulasi suara secara terus-menerus
  • Menggunakan perlengkapan yang menarik perhatian anak
  • Menciptakan situasi emosional sesuai dengan tuntutan cerita.


Teknik-teknik yang bisa digunakan guru dalam membacakan cerita:
  • Membaca langsung dari buku cerita
  • Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dari buku
  • Menceritakan dongeng
  • Bercerita dengan papan flannel
  • Bercerita dengan menggunakan media boneka
  • Dramatisasi suatu cerita
  • Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan

  1. Manfaat bercerita bagi anak:

  • Bagi Anak Usia Dini mendengarkan cerita yang menarik yang dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengaksyikan.
  • Guru dapat menanmkan kegiatan bercerita untuk menanamkan kejujuran, keberanian,kesetiaan, keramahan,ketulusan,dan sikap-sikap positif yang lain daalm kehidupan lingkungan keluarga, sekolah dan luar sekolah.

2. Tujuan Kegiatan Bercerita bagi Anak Usia Dini :
3. Menanamkan pesan-pesan atau nila-nilai sosial, moral dan agama yang terkandung dalam sebuah cerita.
4. Guru memberikan informasi tentang lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang perlu diketahui oleh anak.
5. Tema Kegiatan bercerita bagi Anak Usia Dini

Tema yang dipilih sebagai materi sangatlah banyak dan beragam, diantaranya adalah tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan anak sehari-hari.
1. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Bercerita:
Menetapkan tujuan dan tema cerita
Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih
Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita
Menetapkan langkah-langkah kegiatan bercerita
2. Metode Bercakap-cakap
3. Pengertian Metode
Metode bercakap-cakap merupakan suatu penyampaian pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap antara guru dengan anak.

Tujuan metode bercakap-cakap menurut Moeslihatun (1999) adalah:
1. Mengmbangkan kecakapan dan keberanian anak dalam menyampaikan pendapat kepada siapapun.
2. memberi kesempatan pada anak untuk berekspresi secara lisan
3. Memperbaiki lafal dan ucapan anak
4. Mengembangka intelegensi anak
5. Menambah perbendaharaan kosa kata
6. Melatih daya tangkap
7. Melatih daya fikir dan fantasi anak
8. Menambah pengetahuan dan pengalaman anak
9. Memberikan kesenangan pada anak
10. Merangsang anak untuk belajar membaca dan menulis

3. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab biasanya dapat digunakan dengan metoda lain yang disebut metode bantu. Menurut Depdikbud (1998) adalah suatu metode dalam pengembangan bahasa yang dapat memberi rangsangan agar anak aktif untuk berfikir, melalui pertanyaan-pertanyan guru, anak akan berusaha memahaminya dan menenukan jawabannya.

4. Metode bermain Peran
Metode bermain peran merupakan salah satu metoda yang dapat digunakan dalam mengmbangkan kemampuan bahasa dimana diupayakan untuk membantu anak dalam menemukan makna dari lingkungan yang bermanfaat dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan kelompok sebayanya.

By: Na'ilah Yasaroh

Berlangganan via Email