Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Mengapa anak kurang aktif dalam kelas?

Bagaimana Mengapa anak kurang aktif dalam kelas?

Oke teman teman, disini saya akan sedikit menceritakan Mengapa anak kurang aktif dalam kelas? Nah, simak berikut penyebab penyebabnya.
Penyebab anak yang kurang aktif dalam kelas terjadi akibat:

1. Kurang percaya diri
Anak yang kurang percaya diri cenderung memilih diam dariapada berbicara. Jangankan dengan guru, dengan teman sebayanya  sendiri  terkadang sulit untuk berdialog.

2. Tidak akrab dengan guru
Siswa yang kurang akrab dengan guru juga menjadikan ketidakatifan dalam belajar. Sebab apa? Pasti mereka akan berfikir ‘’si bu guru atau pak guru hanya akrab dengan teman yang lain sedangkan tidak akrab dengan aku’’. Maka hal tersebut yang menjadikan sikap siswa acuh terhadap intruksi guru.

3. Tidak nyaman dengan ligkungan sekitar atau temannya
Lingkungan yang kurang nyaman juga dapat menyebabkan ketidakaktifan siswa dalam belajar.  Seperti halnya siswa tidak nyaman atau mempunyai masalah dengan teman sekelasnya pasti siswa tidak akan konsen dalam belajar.

4. Jiwanya bermasalah
Ada macam macam bentuk karakteristik siswa, salah satunya yaitu mempunyai kejiwaan yang bermasalah. Sampai guru harus bersikap sabar dan memberi perhatian ekstra kepada si siswa. Dan tugas guru tidak boleh menyamaratakan hal tersebut dengan siswa lain.

5. Kurang tertarik dengan suasana kelas
Suasana kelas yang kurang menarik juga dapat menyebabkan kepasifan siswa. Mulai dari cara guru menyampaikan materi juga suasana didalam kelas. Maka dari itu bagaimana cara guru sekolah dasar pintar pintar dalam strategi pembelajaran begitu juga dengan media apa saja yang dipakai dalam setiap mata pelajaran.

6. Kurangnya kasih sayang orang tua
Kurangnya kasih sayang dari orang tua juga termasuk penyebab ketidak aktifan dan kepasifan siswa dalam menuntut ilmu. Sebab si anak akan merasa tidak mempunyai penyemangat yang pada akhirnya membuat konsentrasi belajar pudar dan anak kurang fokus sehingga membuat anak sulit dalam menerima materi yang diajarakan oleh guru di sekolah.

Dari permasalahan permasalahan diatas dapat kita simpulkan bahwasannya anak harus mendapat perhatian lebih dari orang tua dan guru harus ekstra sabar dalam menyikapi setiap siswa. Sebab dalam sebuah pembelajaran pasti  setiap siswa memiliki karakteristik dan kemapuan yang berbeda, jadi kita sebagai guru dalam memberikan materi tidak boleh memukul rata, kita harus ekstra menanyai satu per satu apakah siswa tesebut sudah benar benar paham apa belum. Sebab tidak semua siswa itu aktif bertanya dan menjawab, pasti ada tipikal siswa yang cnderung diam karna malu untuk bertanya.  Demikian artikel sekaligus perspektif saya, semoga bermanfaat.

Layyinatul fadlilah

Berlangganan via Email