Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Penyebab Murid Pendiam dan Pasif di Sekolah?


Bagaimana Penyebab Murid Pendiam dan Pasif di Sekolah?
Guru merupakan profesi yang sangat mulia karena guru bertugas mendidik serta mengajar generasi penerus bangsa Indonesia yang akan memajukan negara Indonesia. Peran guru di sekolah sangatlah penting. Di sekolah guru dapat mengajar dan mendidik jumlah anak yang banyak yang dapat disebut dengan murid. Tentulah dengan jumlah murid yang banyak tersebut memiliki berbagai sifat serta karakteristik anak yang berbeda. Pada profesi guru SD/MI pasti menghadapi murid dengan klasifikasi usia anak-anak yang tentunya harus sangat diperhatikan serta di arahkan betul cara berperilaku dan cara berpikir dengan baik agar dapat mengoptimalkan dan memaksimalkan proses belajarnya selama di sekolah maupun dirumah.

Dalam usia sekolah dasar, usia murid berkisar antara 7 tahun sampai 12 tahun yang dapat dikatakan sebagai usia anak-anak. Sering kita jumpai bahwa sifat murid yang berusia anak-anak tentulah memiliki sifat yang cenderung aktif, periang dan ceria di kelasnya. Namun, ada pula anak yang pendiam dan pasif ketika berada di kelas. Karena kebanyakan anak yang pendiam dan pasif ini sulit untuk dapat bergaul dengan teman sebaya, takut mencoba sesuatu hal yang baru dan terkadang sulit untuk menyerap materi yang dijelaskan oleh guru. hal ini tentunya harus mendapat perhatian yang khusus dari bapak atau ibu guru khususnya orang tua, karena jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka sifat seperti ini sangat tidak baik ketika anak bertumbuh dewasa.

Sebagai seorang guru tentunya harus mengetahui permasalahan dalam diri seorang murid yang dapat menghambat proses belajarnya. Untuk dapat mengetahuinya guru perlu melakukan obrolan kepada orang tua sang murid. Karena tidak sedikit permasalahan anak berawal dari lingkungan rumah dan masyarakat. Perlakuan orang tua kepada anak dapat mempengaruhi sifat kepribadian anak dan dapat terbawa hingga ke proses belajarnya di sekolah salah satunya memuat anak menjadi pendiam, pemurung dan pemalu. Berikut adalah faktor penyabab anak menjadi pendiam dan pasif.

1. Sering Diabaikan
Jika anak sering di abaikan oleh orang tua atau keluarganya dapat membuat anak menjadi seorang yang pendiam dan pemurung. Hal ini dapat terjadi karena orang tua sibuk bekerja atau sibuk dengan aktivitasnya sehingga orang tua tidak mau diganggu oleh anaknya ketika anak sedang memerlukan dampingan dan perhatian dari orang tuanya. Biasanya anak akan mencari perhatian dengan mengajak berbicara orang tuanya tapi kebanyakan orang tua menjadi acuh atau tidak merespons si anak. jika hal ini dibiarkan, lambat laun anak akan menjadi seorang yang pendiam.

2. Sering Dimarahi
Seringkali orang tua tanpa sadar memarahi anak dan terkadang membentak dengan mengeluarkan kata “diam!” ketika anak berusaha merespons atas emosi yang di lontarkan oleh orang tuanya. Tanpa kita sadari hal itu dapat masuk ke dalam otak atau insting anak, sehingga anak akan menjadi pendiam dan takut untuk berbicara. Selain itu, bentakan bentakan tersebut dapat membuat anak menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan menjadi tertekan.

3. Anak jarang di beri respons positif
Kebanyakan orang tua tidak menganggap penting arti suatu respons positif. Dalam hal ini respons positif dapat berupa pujian, dorongan motivasi, hadiah, pelukan dan sejenisanya. Pemberian respons positif orang tua atau masyarakat sekitar anak dapat membuat anak jauh lebih percaya diri. Tetapi pada kenyataannya seringkali ketika anak melakukan sesuatu dan akan menunjukkannya kepada orang tua terkadang di acuhkan oleh orang tuanya bahkan terkadang orang tua justru merendahkan hingga menurunkan semangat sang anak ketika anak gagal dalam melakukan suatu percobaan atas kemampuannya. 

4. Sering dilarang
Tanpa disadari, orang tua sering melarang anaknya untuk ber eksplor atau bermain. Karena terkadang ketika anak bermain cenderung membuat kotor atau tempat cenderung terkesan berantakan. Setelah melarang anak, biasanya orang tua juga memarahi anak Perlakuan orang tua seperti ini dapat membuat anak menjadi tertekan, pendiam dan pemurung serta takut untuk mencoba hal yang baru.
Hal-hal yang terjadi di atas adalah contoh perlakuan orang tua kepada anak yang kurang tepat, karena dapat membuat anak menjadi pendiam, pemurung dan pemalu. Jika anak sudah memiliki sifat seperti itu dapat membuat anak menjadi sasaran bully temannya yang kini marak terjadi dikalangan anak sekolah, salah satunya adalah sekolah SD/MI. Cara mengatasi agar anak menjadi aktif dan tidak pendiam serta pasif adalah sebagai berikut:

1. Memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi
Berikan kesempatan anak untuk bereksplorasi. Kegiatan bereksplorasi bagi anak adalah untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Biarkan anak untuk bereksplorasi tetapi tetap dalam pengawasan orang tua atau guru. hal ini dapat membuat anak untuk lebih percaya diri dan aktif.

2. Memberi kesempatan anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat
Ajaklah anak atau murid melakukan kegiatan sosialisasi dengan masyarakat atau teman sebayanya. Upaya ini dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak, dapat membuat anak menjadi tidak pemalu ketika bertemu dengan orang baru.

3. Jangan membentak anak
Bentakan pada anak dapat membuat anak menjadi tertekan, trauma dan membuat anak untuk takut melakukan sesuatu karena dapat tertanam dalam insting mereka hal yang mereka lakukan adalah sesuatu yang salah. Dalam hal ini dapat membuat anak tidak bisa untuk mengembangkan potensinya.
Demikian adalah pembahasan tentang cara mengatasi sikap murid yang pendiam dan pasif. Dalam hal ini guru harus lebih pintar dan pandai untuk membentuk karakter murid yang baik. Menjadikan murid sebagai murid yang penyayang, saling menghomati serta aktif  dan tentunya dapat melaksanakan proses belajar dengan baik dan dapat mencapai hasil yang memuaskan serta menjadi generasi yang unggul bagi bangsa Indonesia. Peran orang tua serta masyarakat juga penting sekali untuk memperhatikan sisi pembentukan karakter anak.

By: NURULCHIKMIA

Berlangganan via Email