Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA TEMPAT KREATIVITAS SISWA YANG TIDAK TEPAT?

BAGAIMANA TEMPAT KREATIVITAS SISWA YANG TIDAK TEPAT?

Di beberapa sekolah masih banyak siswanya yang sering mencoret-coret tembok bahkan meja sekolah. Jika anda masih bersekolah atau sudah lulus dari sekolah, pasti pernah merasakan mencoret-coret salah sati item tersebut. Dan jarang sekali ada meja, kursi bahkan tembok yang lolos dari coretan siswa-siswa. Bagi sebagian kecil siswa, mencoret-coret meja itu masih menjadi hal yang menyenangkan, bahkan bisa jadi hal tersebut menguntungkan, atau bisa jadi prilaku yang tidak baik.

Karena salah satu hal yang dapat merusak sarana sekolah, dan membuat pemandangan sekolah menjadi tidak nyaman. Walaupun meja tersebut sudah diberi alas, mereka akan tetap mencoret alas tersebut. Pada dasarnya setiap siswa pasti memiliki tingkat kreatifitasnya sendiri. Ada yang paham akan penempatan dan tidak. Jika siswa tersebut paham aturan, maka ia tidak akan menggunakan prasarana sekolah untuk menyalurkan kreatifitasnya. Naum ada pula siswa yang masih belum paham dengan pengaplikasian bakatnya. Sehingga ia menggunakan sarana sekolah untuk mengaplikasikannya. Meja, tembok, kursi atau bahkan yang lainnya.

Kita sebagai pendidik juga dituntut untuk memberikan materi pada siswa dengan metode, strategi dan media yang menarik. Mengapa hal tersebut harus dilakukan, agar dalam menyampaikan pelajaran tersebut siswa tidak bosan dan juga tidak merasa binggung dengan materi yang disampaikan. Jika kita merasa bosan dan rasa untuk mencoret-coret sesuatu hal, baik itu hal penting maupun coretan yang tidak penting. 

Kebiasaan mencoret-coret meja oleh siswa, bisa saja disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 
1. RASA BOSAN 
Rasa bosan seringkali muncul saat materi pelajaran disampaikan. Hal tersebut dapat memicu siswa untuk mencoret-coret apa saja, baik meja, kursi, buku dan lain sebagainya. Mereka mencoret-coret dan menggambar beberapa hal seperti hanya sekedar gambar asal, tulisan, nama orang, nama game, atau hanya sekedar coretan. 
Pada saat jam istirahat tangan kita sedang memegang pena, tipe-x, atau spidol, sedangkan yang terdekat adalah meja atau tembok. Maka mereka akan menulisnya ke meja atau dinding tersebut. Untuk mengatasinya, sibukkanlah diri kita dengan belajar atau dengan hal yang berguna lainnya. 

2. MENCATAT KUNCI JAWABAN 
Pada saat ulangan kita seringkali kesusahan dalam menjawab pertanyaan. Pada akhirnya kita menulis beberapa rangkuman singkat dimana saja. Seperti di kertas, meja atau bahkan tembok samping meja. 
Untuk mengatasi hal ini kita dapat menggunakan cara yang sangat simple. Ajarkan pada mereka untuk jujur, namun jika masih saja ada yang curang. Anda dapat menggunakan cara, mendudukan siswa di lantai dan saling bersinggungan. Dan mengerjakan ulangan dengan 2 sesi. 

3. SEBAGAI PENGGANTI KERTAS BURAM 
Dalam dunia sekolah kita pastikan bertemu dengan mata pelajaran matematika. Jika ingin menjawab soal tersebut kita tentu membutuhkan kertas buram untuk mencoret-coret dalam mencari jawaban. Namun jika kertas buram tidak ada, tentu kita akan menggunakan apa yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut, kita sebagai pengajar harus mengerti dengan soal apa yang akan kita ujikan. 
Jika soal tidak boleh di coret-coret, maka sediakanlah kertas untuk mereka. Dan jika mereka masih mencoret-coret di meja, tembok atau kursi. Kita berikan sanksi pada mereka, dengan ancaman pengurangan nilai. 

4. MENGETES PENA 
Sebelum memulai pelajaran atau mau mencatat suatu hal tentu kita akan menggunakan pena. Namun jika pena yang akan kita gunakan untuk menulis itu macet dan sayang mencobanya di kertas buku kita, secara otomatis kita akan menggunakan apa saja yang ada di sekitar kita untuk mencoba pena yang macet itu. Biasanya di meja, tempat yang menjadi favorit para siswa untuk mencoba pena mereka yang macet. 

Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan sampah kertas, atau apa yang ada di bawah kita. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengganti meja atau kertas buku yang baru untuk di coret-coret. 

By: Novia Ayu Rua Indah

Berlangganan via Email