Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENYEBAB SISWA KURANG KONSENTRASI DALAM BELAJAR DAN UPAYA GURU DALAM MENGATASINYA


PENYEBAB SISWA KURANG KONSENTRASI DALAM BELAJAR DAN UPAYA GURU DALAM MENGATASINYA

Proses pembelajaran di dalam kelas memang tidaklah selalu lancar dan sesuai dengan apa yang menjadi harapan seorang guru. Selalu ada kendala dan hambatan yang dijumpai siswa untuk meraih prestasi dalam belajar. Salah satu hambatan yang sering ditemui adalah terganggunya konsentrasi siswa saat proses pembelajaran.

Konsentrasi atau focus merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian dan pikiran dalam satu objek ataupun kegiatan untuk waktu tertentu. Dalam proses pembelajaran konsentrasi sangatlah diperlukan, karena ini menyangkut dengan kemampuan siswa menangkap materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu, konsentrasi juga akan menambah keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Berbicara mengenai konsentrasi, sekarang ini banyak siswa yang kurang berkonsentrasi dalam belajar, hal itu juga menyebabkan lahirnya generasi yang tidak mau tau mengenai pelajaran. Mungkin masih ada beberapa siswa yang berkonsentrasi dalam belajar, itu dikarenakan jasmani dan rohaninya sejalan. Sedangkan siswa yang kurang berkonsentrasi. itu karena jasmani dan rohaninya saling bertolak belakang.

Namun perlu diketahui, kemampuan konsentrasi pada anak juga berbeda-beda sesuai dengan usianya. Jangka waktu anak dalam menerima atau memperhatikan informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda. Walaupun konsentrasi merupakan pemusatan perhatian yang sengaja dilakukan, tapi apabila dilakukan dalam waktu yang lama juga akan menurunkan konsentrasi anak.
Baik teman-teman. Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja yang menyebabkan siswa kurang konsentrasi dalam belajar, mari kita simak penjelasan berikut ini.

1.      Tidak Sarapan Pagi
Sarapan pagi sangatlah berpengaruh pada konsentrasi siswa, hal ini sangatlah mutlak terjadi. Anak yang tidak sarapan pagi, kemampuan konsentrasi dalam belajarnya akan berkurang. Namun sebaliknya, jika anak sarapan pagi baik di rumah ataupun di sekolah walaupun sedikit akan mampu berkonsentrasi dalam belajarnya secara optimal. Karena dengan sarapan pagi, berarti anak telah mengkonsumsi karbohidrat sehingga akan memiliki energy dan tidak lapar saat proses pembelajaran.

2.      Pengaruh Dari Handphone (HP)
Di zaman yang sudah serba teknologi ini, hampir setiap orang sudah memiliki HP yang canggih. Bukan hanya orang dewasa dan remaja saja bahkan anak SD saja sudah memilikinya. Penggunaan HP memang memiliki dampak positif dan negative. Dengan menggunakan HP, anak atau bahkan kita bisa mengakses internet ataupun game. Kegiatan-kegiatan tersebut yang akan membuat anak kecanduan sehingga mereka akan terus kepikiran sampai pada proses pembelajaran. Akhirnya, konsentrasi anak juga akan berkurang.

3.     Keluarga Yang Broken Home
Keluarga yang broken home merupakan keluarga yang mempunyai masalah dalam berumah tangga, yang bermasalah disini adalah ibu dan ayah, bukan anaknya. Jika ibu dan ayah sering bertengkar, tentu saja perhatian pada anak akan berkurang. Akibat dari hal tersebut, seorang anak akan merasa terasingkan dan selalu kepikiran dengan masalah mereka. Dan tak jarang juga anak akan terus memikirkan pertengkaran ibu dan ayahnya sampai pada proses pembelajaran dan mengakibatkan konsentrasi anak menjadi berkurang.

4.      Kurang Tidur
Sangat jelas sekali bahwa kurang tidur bisa mengganggu konsentrasi anak dalam belajar. Jika anak kurang tidur, maka saat proses pembelajaran berlangsung tentu ia akan merasa mengantuk. Mengantuk itulah yang akan menyebabkan anak kita tidak bisa menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru.

5.      Pengaruh Dari Cuaca
Cuaca yang membuat tubuh tidak nyaman akan menyebabkan konsentrasi anak berkurang. Contohnya jika cuaca panas akan membuat tubuh menjadi gerah dan kurang nyaman. Terkadang ada anak yang berkipas-kipas, hal tersebut tentu saja akan mengurangi konsentrasi anak dalam belajar.
Dari beberapa penyebab tersebut diatas, memang sedikit membuat guru menjadi sulit untuk melakukan pendekatan pemecahan masalah. Akibatnya, guru harus bisa berperan secara ganda, bisa sebagai guru mata pelajaran sekaligus menjadi guru konselor. Guru mata pelajaran juga perlu menguasai dasar dan teknik konseling untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan psikologi siswa.

Seorang guru harus melakukan pendekatan pemecahan masalah konsentrasi dalam belajar siswa, dengan menggunakan pendekatan pemusatan perhatian.  Perhatian sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu perhatian yang spontan dan tidak spontan. Perhatian spontan berarti perhatian itu berasal dari dalam dirinya sendiri. Sedangkan perhatian yang tidah spontan berarti perhatian yang muncul karena rangsangan dari seseorang.
Guru harus memiliki upaya untuk mengatasi kurangnya konsentrasi pada anak atau siswa dengan menimbulkan perhatian tidak spontan dalam proses pembelajaran. Upaya yang harus dilakukan guru antara lain :
  1. Mengatur bahan dan materi yang akan disampaikan dengan maksimal dengan tujuan agar bisa mengundang perhatian siswa.
  2. Menyajikan bahan dan materi dengan metode yang disukai oleh siswa, agar siswa lebih menikmati dan mendengarkan materi pembelajaran yang disampaikan.
  3. Menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman atau fakta hidup siswa sehati-hari.
  4. Menyajikan materi pelajaran sesuai dengan pengalaman batin dan taraf berfikir siswa.
  5. Menyampaikan materi pembelajaran dengan gaya bahasa dan vocal yang menarik sehingga mengundang perhatian siswa.
  6. Menampilkan ekspresi  dan sikap optimis, ceria dan bersemangat serta jangan lupa memberi humor segar pada sela proses pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan. Upaya diatas merupakan cara alternative yang bisa dilakukan oleh guru untuk mengundang perhatian dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Sekian artikel ini saya buat, semoga bermanfaat dan bisa mengatasi rendahnya perhatian dan konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran. Terima kasih


Milatut Thoyibah, D77218046

Berlangganan via Email