Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membaca Adalah Jendela Dunia

Membaca Adalah Jendela Dunia
Membaca Adalah Jendela Dunia

Kemajuan teknologi memang sudah semakin canggih. Begitu banyak peralatan teknologi yang dapat digunakan oleh konsumen dalam hal berbisnis, bekerja maupun aktivitas sehari-hari. Namun, terkadang banyak dari kita semua yang terlarut dalam kecanggihan teknologi, sehingga tak dipungkiri lagi mereka lebih disibukkan oleh benda-benda teknologi disamping mereka dalam mengisi waktu luang. Jarang diantara sebagian masyarakat saat ini yang memilih mengisi waktu luangnya dengan memilih untuk membaca. Padahal, dengan membaca buku banyak faedah yang dapat diambil. Contohnya yang saya lihat adalah sebagian besar dari kalangan anak-anak, remaja dan anak muda saat ini lebih memilih menghabiskan waktunya dengan menonton TV dan terlarut dalam kesibukan media sosial bila dibandingkan untuk meluangkan waktunya dengan membaca.

Membaca dalam sehari minimal 50 halaman saja dapat menambah wawasan serta meningkatkan kinerja otak menjadi lebih cerdas. Banyak dari orang-orang sukses yang membiasakan diri membudayakan membaca buku di pagi hari sebelum melakukan aktivitas kerja maupun di sela-sela kesibukan mereka. Karena bagi mereka membaca adalah sumber inspirasi untuk melakukan perbaikan diri serta inovasi dalam bekerja yang lebih cerdas. Orang yang suka membaca setiap hari terbukti lebih kreatif daripada yang tidak sama sekali.

Membaca juga dapa menjadi motivasi seseorang dalam berkreativitas mengembangkan imajinasinya. Karena disetiap kali membaca, kita akan menambah khasanah-khasanah baru yang dapat memperluas cara berpikir kita, meningkatkan pengetahuan dan memori serta pemahaman pola pikir. Membaca dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini yang dapat menghubungkan kita pada internet. Sehingga, kita dapat membaca hal-hal yang bermanfaat baik berita, artikel, opini dll melalui internet dari handphone, komputer mauun laptop. Mari….kita budayakan membaca mulai dari sekarang hingga seterusnya untuk mencerdaskan diri kita, orang lain dan bangsa kita demi kemajuan negara. Karena membaca adalah jendela dunia menuju kesuksesan.

https://www.kompasiana.com/amalia_asyari/55209bbaa33311dd4646d10e/membaca-adalah-jendela-dunia

Buku adalah jendela dunia. Ya, pepatah itu kurasa tepat. Agamapun juga mengatakan hal yang sama. Tuhan melelaui ayat Alquran pertama yang turun kepada Nabi Muhammad memerintahkan hambaNya untuk MEMBACA. Membaca dalam hal ini bukan hanya dalam arti sempit membaca sesuatu yang tertulis, melainkan juga membaca tanda-tanda kebesaranNya dan memahami makna di setiap hal yang telah kita baca. Kegiatan membaca bukan hanya sekedar melafalkan huruf-huruf dalam teks, tetapi juga mencerna di dalam otak, mencari maknanya dengan bantuan hat lalu diendapkani, dan menyimpan apa yang telah kita endapkan itu ke dalam jiwa. Agar jiwa kita semakin kaya sehingga kita bisa lebih dekat menjadi manusia yang hakiki. Membaca bukan sekedar kegiatan intelektual semata, melainkan lebih dari itu bisa menjadi kegiatan spritiual. Mengapa membaca bisa menjadi kegiatan spritual? Jawabannya bukan sekedar konteks membaca kitab suci. Pada saat kita membaca dengan niat yang tulus, kita secara tidak langsung sedang berupaya untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, yaitu si penulis. Menurut Karen Amstrong, saat kita berusaha saat memahami orang lain atau sesuatu yang melekat pada dirinya, maka mau tidak mau kita juga harus melihatnya dari sudut pandang dia selain dari sudut pandang kita sendiri. Apabila kita berhasil, maka sebenarnya kita telah mengalami suatu transedensi. Kita melampaui ego, ‘keakuan’, kita sendiri dan menjadi manusia yang lebih toleran. Semakin sering kegiatan tersebut kita lakukan, maka kita akan menjadi orang yang semakin bijak, semakin jernih pikirannya, dan semakin toleran. Hal-hal itu sebenarnya juga diajarkan dan menjadi inti dari semua ajaran agama: menjadi manusia yang toleran.

Aku tertarik pada sebuah gambar. Di gambar tersebut, ada dua orang yang sedang berdiri berdampingan. Mereka berdiri menghadap tembok yang bergambar pemandangan yang indah dihiasi dengan bunga-bunga dan langit yang cerah. Dia terlhiat sangat bahagia melihat pemandangan yang ada di tembok tersebut. Berbeda dengan pria yang berdiri di sebelahnya, pria ini berdiri di atas tumpukan-tumpukan buku yang tinggi sehingga dia dapat berdiri lebih tinggi dari pria satunya. Atau seorang anak kecil yang berhadapan dengan tembok kusam di suatu lorong yang gelap. Anka itu juga melakukan hal yang serupa: melihat apa yang ada di balik tembok dengan berdiri di atas buku-buku yang bertumpuk. Dari ketinggian itu, mereka bisa melihat apa yang ada di balik tembok tsb. Ternyata, pemandangan di balik tembok tersebut sangat luas dan sangat beragam. Tidak sedikit hal-hal yang tidak enak dipandang, menyakitkan, menyedihkan, dll. Tapi ada juga pemandangan yang jauh lebih indah dari apa gambar yang tertempel di tembok di hadapannya. Semakin banyak buku yang ditumpuk, pemandangannya pun semakin jelas.

Maksud dari gambar di atas bukan berarti kita harus memiliki buku sebanyak-banyaknya lalu ditumpuk di depan sebuah tembok. Pesan dari gambar tersebut bisa kita dapatkan dengan menggunakan metafora tentunya. Inti dari pesan tersebut ada dalam pepatah yang telahku sebutkan di awal paragraf: Buku adalah jendela dunia. Semakin banyak kita membaca, pikiran kita untuk melihat dunia semakin jernih. Saat pikiran kita jernih, kita dapat melihat dunia secara lebih adil. Mengapa demkian? Karena dengan semakin banyak membaca, kita dapat melihat hal-hal yang ada di dunia dengan menggunakan perspektif yang berbeda-beda yang dirasa paling sesuai.

Selain itu, ada persoalan lain yang tidak kalah pentingnya. Tembok dengan gambar-gambar pemandangan yang indah seperti perumpaan di atas menunjukkan bahwa di dunia kita saat ini, terlebih karena pengaruh globalisasi dan perkembangan paradigma posmodernisme, dipenuhi ‘gambar-gambar’ serupa. ‘Gambar-gambar’ itu sengaja diciptakan oleh pihak yang berkuasa atau lebih kuat dari kita untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka mengkodisikan apa yang boleh kita lihat dan apa yang tidak boleh kita lihat. Mereka juga mengkondisikan apa yang kita anggap baik dan apa yang kita anggap buruk. Pihak-pihak berupa-rupa bentuknya. Bisa negara, perusahaan, pemimpin negara, teroris, media massa, kelompok masyarakat, partai politik, sampai keluarga. Kita pun menjadi tidak sadar akan pengondisian tersebut dan beranggapan bahwa “tidak ada yang salah dengan hidupku”. Semua itu menjadi bermasalah saat kita sudah terbiasa dengan suatu ‘gambar’ dalam waktu yang cukup lama, tiba-tiba gambar itu dicabut begitu saja di depan kita dan serta merta kita langsung melihat apa sebenarnya yang ada di baliknya. Pasti kita akan tergagap-gagap menghadapinya, tidak siap dan bisa jadi gila. Atau yang lebih parah, ‘gambar’ itu  diganti dengan paksa oleh ‘gambar’ lain yang sangat bertentangan. Shocking moment yang sama, bedanya kalau ini kita masih terjebak dalam ‘gambar’ buatan lainnya.

Apakah kita mau hidup seperti itu? Aku rasa tidak ada satu pun orang yang mau hidup demikian. Salah satu cara mengatasinya ya tadi, banyak-banyak lah membaca. Membaca buku, koran, artikel, dll. Menonton film pun bisa termasuk dalam kategori membaca apabila kita bisa menangkap makna darinya, meskipun dengan keterbatasannya dalam kepadatan makna, pesan, dan pembentuk imajinaisi. Hasil bacaan dapat didiskusikan dengan teman sebagai upaya untuk memperkaya pemahaman serta membuat ikatan ‘orang-orang yang mengejar kejernihan pikiran”. Proses tersebut tidak mengenal waktu, usia, dan tempat. Semua itu harus dilakukan dengan konsisten dan lama, agar pikiran kita tetap tajam dan hati kita tetap peka akan realitas. Dengan begitu, kita bisa mendapat kapabilitas untuk menentukan apa yang kita ingin lihat dan apa yang tidak ingin kita lihat, apa yang menurut kita baik apa yang tidak. Kita juga dapat menyadari apakah pemandangan yang ada di depan kita adalah dunia yang sebenarnya atau hanya ‘gambar’ buatan orang lain atau mungkin ‘gambar’ yang kita ciptakan sendiri. Membaca membuat kita lebih kuat dan juga lebih manusiawi.

By: https://www.kompasiana.com/ikramhagi/553a61656ea834b719da42ce/membaca-adalah-jendela-dunia

Buku adalah jendela dunia, dan kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya.  Kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang-orang yang telah berusia lanjut. Buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Selain itu, dengan membaca, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita. Tanpa kita sadari, manfaat membaca buku dapat memberikan banyak inspirasi bagi kita. Namun sayangnya kegiatan membaca buku akhir-akhir ini telah banyak diabaikan berbagai kalangan dengan alasan kesibukan, maupun karena adanya media yang lebih praktis untuk mendapatkan informasi seperti televisi, radio, maupun media internet. Berikut ini beberapa manfaat membaca buku yang bisa kita dapatkan selain mempercerdas otak. diantaranya:

1. Dapat Menstimulasi Mental
Otak merupakan salah satu organ tubuh yang memrlukan latihan agar tetap kuat dan sehat seperti organ tubuh yang lainnya. Dengan membaca buku dapat menjaga otak agar bisa tetap aktif sehingga dapat melakukan fungsinya secara baik dan benar. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dengan membaca buku dapat merangsang mental bahkan dapat mencegah penyakit Alzheimer dan demensia.

2. Dapat Mengurangi Stress
Setelah seharian melakukan rutinitas harian yang melelahkan, tak jarang hal tersebut dapat memicu timbulnya stress. Dengan melakukan kegiatan membaca yang bisa dilakukan selama beberapa menit dapat membantu menekan perkembangan hormon stress seperti hormon kortisol. Dengan membaca dapat membuat pikiran lebih santai sehingga hal tersebut dapat membantu menurunkan tingkat stress hingga 67%. Selain relaksasi, dengan membaca buku dapat membawa kedamaian batin serta ketenangan yang sangat besar. Membaca dapat menurunkan tekanan darah serta telah terbukti membantu orang yang menderita gangguan mood tertentu dan penyakit mental ringan. Inilah manfaat membaca buku yang banyak orang abaikan, banyak orang beanggapan bahwa membaca buku justru membuat otak terus bekerja dan menimbulkan stres, padahal manfaat membaca buku adalah mengurangi stres.

3. Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Dengan membaca buku dapat mengisi kepala kita tentang berbagai macam informasi baru yang selama ini belum kita ketahui yang kemungkinan besar hal tersebut dapat berguna bagi kita nantinya. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, maka kita akan lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup baik dimasa sekarang maupun di masa-masa yang akan datang. Selain itu, ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat berharga yang tidak pernah dapat hilang meskipun kita kehilangan hal-hal lain didunia ini, seperti harta, benda, maupun yang lainnya. Cerita maupun ide-ide yang tertuang dalam sebuah buku yang kita baca dapat membantu untuk membuka jalan pikiran kita untuk lebih mengenal dunia lain, mendapatkan pemahama yang lebih dari sebelumnya.

4. Dapat Menambah Kosakata
Semakin banyak melakukan kegiatan membaca buku, maka akan semakin banyak kita mendapatkan penjelasan mengenai hal-hal yang belum kita ketahui, serta dapat menambah jumlah kosakata yang bisa kita gunakan dalam kehidupan keseharian kita. Hal ini tentu saja dapat membantu bagi kita untuk dapat mengartikulasikan, membantu menyampaikan pendapat dengan bahasa yang lugas, serta dapat menambah rasa percaya diri pada saat berbicara dengan orang lain.

5. Dapat Meningkatkan Kualitas Memori
Dengan membaca buku dapat memberikan andil untuk meningkatkan kualitas otak kita dalam proses mengingat, berbagai macam hal yang telah kita baca. Misalnya saja karakter, latar belakang, ambisi, sejarah, maupun berbagai macam unsur atau plot dari setiap alur cerita. Setiap memori dapat membantu untuk menempa jalur otak serta memperkuatnya. Selain itu juga dengan melakukan kegiatan membaca dapat menstabilkan suasana hati seseorang. Dengan membaca buku dapat membantu latihan otak secara maksimal daripada hanya menonton televisi atau mendengarkan radio. Seorang presiden direktur dari riset Haskins Laboratories yang bernama Ken Pugh, PhD mengatakan bahwa kebiasaan membaca buku dapat memacu otak untuk berpikir dan berkonsentrasi.

6. Melatih Ketrampilan untuk Berfikir dan Menganalisa
Manfaat membaca buku dapat melatih otak untuk dapat berfikir lebih kritis maupun menganalisis adanya masalah yang tersaji dalam apa yang kita baca. Kita seperti mendapatkan akses atau jalan untuk dapat masuk ke dalam alur cerita dan membantu dalam penyelesaian cerita tersebut. Hal tersebut dapat membantu mengembangkan karakter kita di masa mendatang.

7. Dapat Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Pada saat membaca buku, kita dapat melatih otak untuk lebih fokus dan berkonsentrasi pada apa yang kita baca. Hal ini akan melatih kita untuk dapat juga lebih fokus dalam melakukan berbagai macam kegiatan atau rutinitas keseharian.

8. Melatih untuk Dapat Menulis Dengan Baik
Dengan bertambahnya kosakata yang kita miliki dari kegiatan membaca buku, otomatis dapat membantu kita untuk dapat membuat karya tulis sendiri dengan bahasa yang sebaik atau bahkan bisa lebih baik dari apa yang telah kita baca sebelumnya.

9. Dapat Memperluas Pemikiran Seseorang
Seseorang yang gemar membaca buku telah dilaporkan memiliki tingkat kreativitas yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak atau kurang gemar membaca. Dengan kegiatan membaca buku, kita bisa berbagi pengalaman dengan orang lain tentang berbagai macam hal, yang nantinya bisa kita jadikan sebagai suatu bahan pertimbangan untuk dapat memutuskan sesuatu.

10. Dapat Meningkatkan Hubungan Sosial
Kegiatan gemar membaca buku ini juga mempengaruhi aspek kehidupan sosial manusia, dimana ia bisa lebih mengenal berbagai macam karakteristik, budaya, maupun kehidupan sosial suatu masyarakat. Sehingga apabila suatu saat ia berkunjung ke tempat tersebut, ia telah tahu bagaimana cara bersikap untuk menghormati adat serta kebudayaan mereka.

11. Dapat Membantu Mencegah Penurunan Fungsi Kognitif
Berdasarkan study yang dilakukan oleh Rush University Medical Center menyatakan bahwa Seseorang yang menghabiskan waktu mereka untuk melakukan kegiatan kreatif atau intelektual seperti membaca mengalami tingkat penurunan kognitif hingga 32% daripada mereka yang tidak membaca dikemudian harinya. Membaca buku dapat membuat otak bekerja lebih efisien yaitu dengan mengubah struktur neuropathologies yang berkaitan dengan usia.

12. Dapat Meningkatkan Empati Seseorang
Menurut penelitian yang dilakukan oleh New York University mengatakan bahwa dengan membaca buku dapat meningkatkan kemampuan kita untuk lebih memahami perasaan orang lain. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang-orang disekitar kita.

13. Dapat Mendorong Tujuan Hidup Seseorang
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University menyatakan bahwa dengan membaca buku dapat membantu seseorang untuk mendapatkan motivasi dalam mengatasi berbagai macam hambatan, sehingga nantinya dapat membantu dalam mencapai tujuan hidupnya. Pada saat seseorang dapat lebih mengidentifikasi karakter, pengalaman, serta berbagai macam peristiwa yang seolah-olah hal itu sedang terjadi pada mereka, maka akan semakin besar kemungkinan bagi mereka untuk mengambil tindakan.

14. Dapat Membantu Kita untuk Terhubung Dengan Dunia Luar
Seorang psikolog dari University of Buffalo menyatakan bahwa ketika seseorang sedang membaca buku, hal tersebut dapat membantunya untuk mengidentifikasi karakter dalam buku yang ia baca. Ia akan mengalami jenis hubungan kehidupan nyata yang dapat meningkatkan rasa inklusi.  Dengan kata lain, membaca dapat meningkatkan persahabatan dengan dunia luar.

15. Dapat Lebih Berhemat
Dengan membaca buku akan membawa dampak pada segi perekonomian. Dimana dengan membaca buku dapat menghemat uang daripada harus bersusah payah mencari jasa penyedia informasi atau hiburan lainnya, misalnya bioskop.


https://manfaat.co.id/manfaat-membaca-buku
https://perpustakaansekolah.net/berita/16-buku-adalah-jendela-dunia.html

Berlangganan via Email