Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembelajaran Abad 21 untuk Solusi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

Pembelajaran Abad 21 untuk Solusi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

EVOLUSI industri kini telah memasuki babak baru. Yakni telah berada pada revolusi industri 4.0. Di mana industri adalah proses produksi yang terjadi di seluruh dunia dengan mengombinasikan tiga unsur penting, yakni manusia, mesin/robot, dan big data. Kombinasi tiga unsur ini, akan menggerakkan seluruh produksi menjadi lebih efektif serta lebih cepat dan masif. Tak terkecuali, lembaga pendidikan saat ini juga menghadapi tantangan yang tak ringan, utamanya SMK. Banyak bidang pekerjaan yang selama ini diisi tenaga manusia hilang digantikan dengan teknologi, mesin, robot, atau kecerdasan buatan. Akibatnya banyak lulusan SMK yang seharusnya bisa langsung kerja akhirnya terancam menjadi pengangguran.

Menghadapi tantangan yang besar ini, maka pendidikan, dalam hal ini SMK harus dituntut untuk berubah. Terlebih dalam penelitian BPS (2018) disebutkan bahwa angka pengangguran tertinggi adalah lulusan SMK, yakni 11,24 persen. Hal ini tentunya menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Sebab, menurut peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015  tentang Grand Design Pengembangan Teaching Factory, pendidikan SMK belum mampu merealisasikan tujuan awalnya. Yaitu membantu menjembatani celah yang ada antara industri dan dunia pendidikan. Untuk itu, salah satu cara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah adanya kesadaran pelajar dalam menguasai keahlian atau skill untuk melahirkan tenaga kerja yang profesional. Sistem pendidikan yang dapat menjawab tantangan itu, sistem pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang link and match dengan industri. Yaitu pendidikan yang mampu mencetak tenaga kerja dengan kemampuan khusus sesuai kebutuhan dengan masing-masing industri.

Dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 SMK harus terus berkembang secara dinamis dan mampu menyelenggarakan pendidikan berbasis kompetensi. SMK sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan mampu menopang akselerasi pembangunan nasional. Juga harus peka terhadap potensinya. Penyesuaian kejuruan dan kurikulum mutlak diperlukan, agar ada relevansi antara pendidikan di SMK dengan dunia kerja. Harus ada panduan dan penggerak agar SMK bisa memetakan tantangan dan kebutuhan masa depan. SMK sebagai lembaga pendidikan juga diharapkan bisa mencetak generasi muda produktif yang memiliki kualitas hebat, mendapatkan tantangan sendiri. Bukan hanya sekadar generasi yang cakap dalam pengetahuan namun juga generasi yang memiliki skill yang tangguh. Dalam rangka menghasilkan generasi hebat sebagai modal sebagai antisipasi revolusi industri 4.0 inilah, maka menjadi sangat wajar kalau kemudian dunia pendidikan menerapkan pembelajaran abad 21. Mengapa harus pembelajaran abad 21? Hal ini dikarenakan untuk mengimbangi munculnya karakteristik siswa yang saat ini cenderung aktif dan kreatif.

Pembelajaran abad 21 merupakan suatu pembelajaran yang bercirikan learning skill, skill, dan literasi. Learning skill yaitu kegiatan pembelajaran yang di dalamnya ditandai dengan adanya kerja sama, komunikasi, serta berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran abad 21 juga bisa dikatakan sebagai sarana mempersiapkan generasi abad 21. Di mana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berkembang begitu pesat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pada proses belajar-mengajar. Contohnya, peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi, khususnya komputer. Dengan begitu, peserta didik memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar peserta didik.

Selain itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu pembelajaran di mana kurikulum yang dikembangkan menuntut sekolah mengubah pendekatan pembelajaran. Yakni yang berpusat pada pendidik (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peseta didik (student centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan masa depan, peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Diterapkannya pembelajaran abad 21, diharapkan menghasilkan lulusan dari generasi produktif yang memiliki kualitas dan skill hebat. Guna menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

By: https://radarkudus.jawapos.com/read/2019/08/02/149209/pembelajaran-abad-21-sebagai-solusi-menghadapi-revolusi-industri-40

Berlangganan via Email