Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi, Tujuan, Manfaat Manajemen Berbasis Madrasah

Kehadiran manajemen dalam sebuah organisasi bertujuan untuk melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Secara tegas tidak ada rumusan yang sama dan berlaku umum untuk fungsi manajamen. 
Fungsi, Tujuan, Manfaat Manajemen Berbasis Madrasah

Secara formal belum ada kesepakatan yang diatur melalui peraturan perundangan tentang fungsi yang didesentralisasikan., namun secara rasional jenis kegiatan-kegiatan tertentu yang selama ini dilakukan oleh kantor wilayah atau dinas pendidikan yang dapat didesentralisasikan kesekolah yaitu Fungsi manajemen pada madrasah dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Perencanaan (Planning)
Madrasah dapat menyusun rencana dan programnya sendiri (school based plan), dan juga melakukan evaluasi internal terhadap program-program yang dilaksanakan, untuk melihat tingkat keberhasilannya.

Merencanaan merupakan langkah awal dalam proses manajemen. Perencanaan merupakan suatu proses penentuan tujuan pedoman pelaksanaan, dengan memilih yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada (Hasibuan, 2006:40).

Esensi dari perencanaan adalah pengambilan keputusan terhadap langkang yang akan diambil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan konsep perencanaan dimulai dari proses yang rasional, yaitu mengacu pada karakteristik pengembangan organisasi dari aktivitas belajar mengajar . 

Perencaan terkait dengan masa yang akan datang, dan masa depan unpredictable. Tanpa perencanaan, madrasah atau lembaga pendidikan akan kehilangan kesempatan dan tidak dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya. Oleh karena itu, rencana harus dibuat agar semua tindakan terarah dan terfokus pada tujuan yang akan dicapai. 

Menurut Banghart and Thurll (1973) perencanaan pendidikan harus memupanyai karaktersitik, diantaran yaitu:
- Berorientasi pada visi, misi institusi yang ingin dicapai
- Memiliki program secarabertahap dan berkesinambungan (program jangka pendek, menengah dan panjang)
- Mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena orientasi sebuah pendidikan adalah membentuk manusia yang bermartabat dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.

b) Organizing (Pengorganisasian)
Organisasi merupakan upaya penentuan kerja melalui bagian-bagian  , wewengan sesuai luang lingkup kerja. Menurut Hasibuan (2006:40) pengorganisasian ialah: suatu proses penentuan, pengelompokkan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menetapkan orang-orang pada setiap organisasi ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menempatkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. 

c) Pelaksanaan (Acuating/motivating/direcing/staffing/leading)
Menurut Rahayulis, 2006:273 Motivating ialah; usaha memberikan motivasi kepada seseorang untuk melaksanakan pekerjaan. Directing ialah: menunjukkan orang lain supaya meu melaksanakan pekerjaan. 

Staffing ialah: menempatkan seseorang pada suatu oekerjaan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Leading ialah: memberikan bimbingan dan arahan kepada seseorang sehingga mau melakukan pekerjaan tertentu.

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan yaitu: keteladanan, konstitensi, keterbukaan, kelembutan, dan kebijkan

d) Pengawasan (Controlling)
Menurut Ramayulis (2008:274) pengawasan ialah: proses penentuan yang terus menerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekuen baik yang bersifat materi alau spiritual.

Pengawasan dilakukan agar pelaksanaan dilapangan sesuai dengan program dan mekanisme yang sudah diatur. Namun gaya kepemimpinan seseorang leader dalam mengontrol akan memepengaruhi kualitas Controlling tersebut. 

Supaya pengawasan dapat berfungsi efektif antara lain:
- Pengawasan harus dikaitkan dengan tujuan dan kriteria yang dipergunakan dalam sisitem pendidikan, yaitu: relevansi, efektifitas, efesiensi dan produktifias
- Pengawasan harus disesuaikan dengan sifat dan kebutuhan organisasi
- Pengawasan hendaknya mengacu pada tindakan perbaikan

e) Garapan Manajemen Madrasah
Menurut Mulyasa (2002) terdapat tujuh komponen madrasah yang merupakan garapan penting dari manajemen madrasah, anatara lain: Manajemen kesiswaan/peserta didik, manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegitan yang berkaitan peserta didik mulai masuk samapai lulus/keluar.

1. Tujuan MBM
Yang terpenting dari MBM adalah pendidikan dapat dikelola secara baik yaitu mencapai kualitas, produktivitas, efektifitas, dan evsiensi dengan memberikan kepercayaan kepada madrasah bahwa mereka paling menguasai dan memiliki kemampuan untuk mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia. 

Tujuan mengadakan MBS yaitu:
a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia
b) Meningkatkan kepedulian warga madrasah dan masyarakat dalam menyelenggrakan pendidikan melalui pengambilan keputusan secara kooperatif
c) Meningkatkan tanggung jawab madrasah kepada orang tua, masyfyarakat, dan pemerintah tentang mutu pendidikan sekolah
d) Meningkatkan kompetensi yang sehat antara madrasah untuk mencapai mutu pendidikan yang diharapkan

MBM ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respons pemerintah terhadap gejala-gejalah yang muncul dimasyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. 

Peningkatan efisiensi, antara lain, diperoleh melalui sumberdaya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.serta peningkatan mutu dapat diperoleh, anatar lain, melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan madrasah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah, berlakunya sisitem intensif. Peningkatan pemerataan anatara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertnetu. 

2. Manfaat MBM
MBM memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada madrasah, disertai seperangkat tanggyung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan oengembanagan strategis MBM sesuai dengan kondisi setempat, madrasah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi.

Penerapan MBS memiliki beberapa fungsi, diantara yaitu:
a) Secara formal MBM dapat memahami keahlian dan kemampuan orang –orang yang bekerja dimadrasah. Keahlian dan kemampuan personel madrasah dimanfaatkan untuk mengambil keputusan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
b) Meningkatkan moral guru. Moral guru meningkat karena adanya komitmen dan tanggung jawab dalam setiap pengembalian keputusan madrasah. 
c) Keputusan yang diambl sekolah memilki akuntabilitas. Hal ini karena konstituen sekolah memilki andil yan cukup dalam setiap pengambilan keputusan. Menyelesaikan sumber keuangan terhadap tujuan intruksional yang dikembangkan oleh sekolah
d) Menstimulasi munculnya pemimpin baru di madrasah.
e) Meningkatkan kualitas dan fleksibilitas komunikasi tiap komunikasi madrasah dalam rangka mencapai kebutuhan sekolah.

Berlangganan via Email