Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bidadari Surga


Permata Hati

Putri
Gadis kecil berusia 5 tahun yang sedang duduk di bangku Raudhatul  Athfal ini itu berlari kecil ingin menunjukkan gambar yang sudah dibuatnya kepada gurunya.
“Bu guru, lihat gambar punyaku..?”
“Apa putri..??, sini, bu guru mau lihat gambar putri seperti apa?.” putri menyodorkan gambar yang dibuatnya ke-ibu gurunya, gambar purtri bersama orang tuanya, gambar yang sederhana yang menurut orang dewasa mungkin tak bagus. Namun, anak se-umuran putri menggambar seperti ini berarti ada perkembangan kemampuan motorik dan kognitifnya.
“Gambar putri bagus kan bu guru?”
“Wah, bagus sekali putri. Terus belajar yang baik lagi biar tambah bagus, nanti bu guru akan ikutkan kamu lomba menggambar”.
“Beneran bu guru..?, nanti putri pasti dapat piala?”
“Iya putri, kamu kan pintar”…
.......................................
Jam 7 malam putri bersiap untuk tidur dan tak lupa bundanya membacakan dongeng kisah-kisah para Nabi. Seusai membaca dongeng putri bertanya kepada bundanya.
“Bunda, putri boleh tanya nggak..?”
“Apa anakku..?”
“Nabi Muhammad sekarang ada di mana bun”?, bundanya yang mendengar pertanyaan putrid pun mengernyitkan dahi sembari berpikir bagaimana untuk bisa menjawab pertanyaan anaknya.
“Nabi Muhammad ada di surga nak”
“Surga itu apa bun?...
“Surga itu tempatnya orang-orang baik dan sholehah, tempat yang indah sekali, apa yang putri suka ada di sana seperti coklat, es krim, permen, dan lain-lain.”
“Oh begitu yah bun, putri juga mau jadi orang baik dan sholehah agar putri bisa makan coklat dan es krim yang banyak sekali”. Bunda yang mendengarnya pun tersenyum dan berkata “iya anakku, putri kan orangnya baik”. Meski putri masih kecil, namun abinya sudah mengajarkan shalat dan mengenalkan  huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur'an kepada  putri. Setiap kali kedua orang tuanya shalat lima waktu putri selalu ikut shalat kecuali shalat shubuh.
“Bunda…, bunda tadi putri dengerin ucapan Bu Anisa itu di sekolah, ada sebuah kisah seorang ibu di larang masuk surga oleh malaikat Ridwan karena anaknya masuk neraka, kenapa malaikat melarang ibu itu bun?”
“Mungkin ibu itu tidak bertanggung jawab mengajarkan anaknya tentang Islam nak, sehingga anak itu tidak mengerjakan shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya. Orang  tua mempunyai tanggung jawab mendidik anaknya dengan baik sama seperti bunda juga nak, Bunda mendidik putri agar menjadi anak yang sholehah.”
“Oh…, begitu yah Bun?”
“Iya nak, sudah dulu ceritanya sayang, sudah malam putri harus tidur agar besok bisa bangun pagi dan tidak terlambat ke sekolah.”
“Iya bunda”
“Hayo, putri lupa ya apa yang sudah Bunda dan bu guru ajarkan kalo sebelum tidur harus baca do'a dulu biar putri di lindungi oleh Allah SAW dari mimpi buruk”
“Oh iya bunda, hehehehe”. Putri mengangkat kedua tanganya lalu berdo'a  “Bismikallah hummah ahya wabissmika amuts, aamiin”. Setelah itu putri pun memejamkan matanya lalu tidur.
Keesokan harinya, sesuai mandi putri sarapan pagi bersama Abi dan bundanya.
“Putri, sebelum makan baca do’a dulu nak”, Abinya mengingatkan putri.
“Iya Abi”. Putrid mengangkat kedua tanganya lalu berdo'a”, Allahumma bariklana fima rozaqtana waqina adzabannar, aamiin”, sesuai makan putri berangkat ke-sekolah dengan diantar Abi dan Bundanya. Sesampainya di sekolah putri berpamitan kepada kedua orang tuanya.
“Abi bunda, putri sekolah dulu yah”.
“Iya nak, jangan nakal yah.putri harus sopan santun sama Bu guru Anisa seperti apa yang sudah diajarkan sama Bunda”
“Siap Bunda”. Putri berlari menuju barisan berkumpul dengan temannya untuk baris berbaris kemidian memasuki kelas.
“Jangan lari nak, nanti kamu bisa jatuh”. Ucap Bundanya memperingatkan putri.
Abinya melihat putri lalu berkata “Ya Allah jadikanlah anak kami  menjadi wanita sholehah kelak seperti apa yang telah aku dan istriku ajarkan kepada anak kami dan jadikanlah dia sebagai penghuni surgaMU”. “aamiin Abi”

By: Putri

Berlangganan via Email