Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadget Datang Prestasi Kuhilang

Di Indonesia presentasi pengguna gadget cukup tinggi, yaitu 79,5% yang didominasi oleh kalangan anak-anak. Mengapa gadget sangat popular di dunia anak-anak? Karena karakteristik dari gadget itu sendiri yang memang menarik. Padazamansaat ini memang berbeda dengan zaman yang dulu. Ya? Mengapa berbeda?  Karena nya kini disebut zaman milenial. Zaman dimana semua orang membutuhkan gadget / lebih tepat  nya disebut handphone. Tidak memandang usia, anak kecil,  siswa SD,  siswa SMP, apalagi siswa SMA, anak kuliah, ibu-ibu, bapak- bapak. Saya rasa mereka semua mempunyai gadget masing-masing.

Gadget
Berbeda dengan zaman dahulu,  mungkin siswa smp baru memegang hp. Jika sekarang, anak kecil pun sudah pandai memainkan handphone sendiri melebihi orang dewasa. Seperti yang kita tahu, seharusnya anak sekarang lebih mengenal masa-masa yang indah bermain dengan teman-temannya, bukan malah pada asyik main gadget  masing-masing.Menurut pandangan saya, anak-anak sekarang juga mungkin bisa melakukan hal sep
erti itu, juga terpengaruhi dari faktor lingkungan, faktor keluarga,  dan lain-lain.
  • Faktor yang mempengaruhi pendidikan anak

  1. Rumah 
    Rumah ialah tempat pendidikan yang pertama kali bagi seorang anak dan merupakan tempat yang paling berpengaruh terhadap pola hidup seorang anak. Anak yang selalu berbuat ketaatan kepada Allah maka ia akan tumbuh menjadi seorang  anak yang taat dan pemberani. Oleh karena itu, setiap orang tua harus memperhatikan kondisi rumahnya.
  2. Sekolah
    Sekolah ialah merupakan lingkungan yang baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda-beda,  baik dari status sosial maupun status agamanya. Di sekolah inilah seorang anak akan mengetahui berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda-beda.
  3. Media elektronik dan cetak
    Ada banyak sekali macam-macam media elektronik dan cetak, misalnya radio, televisi, internet, telepon, majalah,  cerpen anak, komik, dan juga novel. Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian anak. Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, suatu saat anak-anak akan tumbuh sebagai mana yang ia peroleh dari kedua media ini.
  4. Teman dan sahabat
    Teman memiliki peran dan pengaruh besar dalam pendidikan, sebab teman mampu membentuk prinsip dan pemahaman yang tidak bisa dilakukan kedua orang tua. Oleh sebab itu, Al-Qur‘ân dan as-Sunnah sangat menaruh perhatian dalam masalah persahabatan.
  5. Jalanan
    Jalanan merupakan tempat bermain dan lalu lalang anak-anak, dengan berbagai macam sifat, pemikiran, latar belakang sosial dan juga pendidikan. Dengan beragam latar belakang, mereka sangat membahayakan proses pendidikan anak, karena  seorang anak belum memiliki fikiran untuk menyaring mana yang baik dan mana yang buruk.Di sela-sela waktu bermain, anak-anak akan mengambil dan meniru sifat dan  tingkah laku temannya atau orang yang sedang lewat, sehingga terkadang mampu merubah pemikiran lurus menjadi rusak, apalagi mereka mempunyai kebiasaan rusak, misalnya perokok, pemabuk dan pecandu narkoba, maka mereka lebih cepat menebarkan kerusakan di tengah pergaulan anak-anak dan remaja.
  6. Pembantu dan tetangga
    Para pembantu memiliki peran cukup penting juga dalam pendidikan anak, karena pembantu mempunyai waktu yang relatif lama tinggal bersama anak, terutama pada usia balita. Seorang anak sangat sensitif dari berbagai macam pengaruh. Pada masa usia itulah,  merupakan masa awal pembentukan pemikiran dan aqidah, serta emosional. Begitu juga tetangga, mereka bisa membawa pengaruh, karena anak-anak kita kadang harus bermain ke rumahnya.

    Zaman modern seperti ini, handphone tidak bisa di pisahkan dari remaja. Remaja sekarang, walaupun tidak  semua mempunyai handphone, tetapi sebagian besar remaja zaman sekarang pasti meminta minta ke-orang tua untuk dibelikan handphone tercanggih supaya tidak ketinggalan zaman, bahkan tidak hanya remaja seusia SMA , anak-anak SD pun ada yang minta handphone terbaru yang canggih supaya tidak ketinggalan zaman. Handphone sudah meracuni anak-anak dan remaja zaman sekarang.

    Jika sudah sekali memainkan handphone, pasti anak-anak akan sering ingin memainkannya lagi. Ibarat seperti anak yg belum pernah diberikan permen oleh ibunya, pasti dia ingin memilikinya terus. Karena mereka sudah tau bagaimana rasanya permen itu, rasanya manis, bentuk-bentuk permen lucu. Pada handphone pun juga begitu, sekali dua kali mungkin masih bisa dijadikan game yang bisa memberikan edukasi bagi anak, lama kelamaan anak-anak akan diberikan  sesuatu yang bernama YOUTUBE. Karena memang isi dari YOUTUBE itu pun  bermacam-macam dan menarik. Mungkin bagi orang/anak-anak yang tidak memiliki handphone, seperti kurang gaul, atau seperti ada  yang kurang. Namun disinilah  handphone itu menyebabkan efek yang buruk bagi prestasi belajar siswa. Karena banyak sekali penyalagunaan handphone oleh siswa/pelajar. Sehingga handphone juga dapat membuat prestasi menurun karena sangking seringnya main handphone daripada belajar. Handphone pun juga bisa dijadikan media menyontek pada saat ujian.

    Ada juga efek dari main handphone bagi kesehatan yaitu radiasi handphone itu yang berlebihan jika terlalu sering memainkannya. Maka untuk pihak orang tua, diharapkan agar membatasi anak-anaknya untuk tidak terlalu sering bermain handphone. Berikan waktu tersendiri untuk bermain handphone tetapi di luar jam mengaji, ataupun saat belajar. Jangan diberi waktu yg bebas untuk bermain handphone, anak akan sering meminta dan terus meminta. Sehingga anak-anak tidak akan peduli dengan sekitarnya dan akan menjadi anti sosial. Anak-anak akan sulit bergaul dengan teman-teman sebayanya,  susah untuk memilih teman yg positif di kelas atau pun di sekolah.

    Handphone yang memiliki fitur-fitur yang lengkap, seharusnya membuat pelajar dapat mencari Informasi yang ada di dunia ini. Bisa mencari Informasi tentang pelajaran-pelajaran yang tidak di mengerti, keterampilan yang unik, atau materi materi kelompok atau materi ujian yang akan dihadapi, sehingga rasa ingin tahu siswa itu akan semakin kuat. Namun pada saat ini, anak-anak lebih sering pamer sana-sini, pamer game online dengan teman-teman sebayanya.

Jadi untuk kesimpulan nya ialah handphone sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, maka dengan ini untuk para pihak orang tua tolong untuk memberi waktu tertentu untuk para anak-anak nya agar tidak sering bermain handphone, seperti pada saat waktunya sholat, waktunya belajar, waktunya mengaji, dan yang paling  penting saat berkumpul dengan para keluarga. Jangan biarkan anak-anak untuk bermain handphone terus menerus. Ajaklah anak-anak untuk fokus membicarakan tentang hobi, cita-cita, atau hal yang lain.
Sekian terima kasih.

By : Putri Wahyu Ningsih