Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menanamkan Pendidikan Islam Pada Anak Usia Dini


Masjid Pusat Islam
Anak bukanlah sebuah miniatur dari orang dewasa, melainkan makhluk kecil yang memiliki potensi dalam dirinya yang akan berkembang. Mereka adalah anugerah yang di ciptakan oleh Allah SAW untuk menjadi khalifah di bumi ini. Saat masih bayi mereka membutuhkan seseorang yang akan membantunya dalam setiap hal, untuk membimbing, mengarahkan dan memberikan kasih sayang. Ketika masih anak-anak mereka lebih sering meniru dan mendengarkan segala sesuatu dari lingkungan sekitarnya. Dengan meniru dan mendengarkan, anak akan mengingatnya dengan kuat sehingga memudahkan dia dalam bertindak.

Peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan setiap anak. Perilaku yang dilakukan oleh anak adalah cerminan dari perilaku kedua orang tuanya. Jadi, bila anak berprilaku tidak wajar bisa jadi orang tuanya kurang dalam membimbing dan memperhatikan anaknya. Sejak lahir hanya orang tua yang ada di dekatnya, dan orang tua harus memberikan contoh perilaku yang baik karena sifat anak adalah meniru dan mendengarkan segala hal dari lingkungan sekitarnya. Kali ini akan dibahas cara untuk menanamkan pendidikan Islam pada anak sejak dini, agar kelak mereka dewasa kebiasaan yang di tanamkan sejak dini akan terus dilakukan sampai nanti dewasa.

Ibadah kepada Allah SWT. Setiap muslim memiliki lima rukun Islam, meliputi syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji.
  1. Syahadat
    Orang tua terutama seorang ibu harus menjelaskan tentang kepercayaan dan agama Islam yang dianut oleh keluarga mereka. Komunikasi antara ibu dan anak harus selalu terjalin, untuk lebih saling mengenal masing-masing karakter ibu dan anak. Sebagai orang tua juga harus kreatif dalam mendidik dan membimbing anak. Coba dua kalimat syahadat beserta artinya ini di buat sebuah lagu, untuk menarik perhatian anak sebab sifat anak adalah suka hal-hal yang menarik dan baru. Setelah memperkenalkan lagu tersebut setidaknya orang tua harus menjelaskannya dengan penjelasan sederhana dan tidak terlihat aneh dan susah di pahami. Orang tua harus sering- sering menyanyikan lagu itu dengan anak, agar anak dapat menghafalnya dengan baik.

  2. Sholat
    Sebelum memperkenalkan dan menjelaskan tentang sholat, lakukan sholat secara berjama’ah antara ayah dan ibu sesering mungkin di rumah. Dengan hal-hal baru dan asing baginya anak akan merasa tertarik. Secara tidak langsung seorang anak akan mendekat dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Saat seperti itu orang tua menjelaskan ke anak bahwa yang dilakukan kedua orang tuanya adalah sholat, tetap orang tua harus menjelaskan secara sederhana, mudah di pahami, dan masuk akal bagi mereka. Setelah menjelaskan pengertian sholat ajak mereka praktek sederhana agar mereka lebih memahami. Bila anak lebih tidak mempedulikan yang dilakukan kedua orang tuanya, terus lakukan sholat berjama’ah sesering mungkin di rumah.

  3. Puasa
    Datangnya bulan suci Ramadhan adalah bulan yang di tunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Seorang anak pasti merasakan ke hebohan datangnya bulan Ramadhan, mulai dari lingkungan masyarakatnya, sekolahnya, acara-acara televisi yang sering mengulang-ulang, “Selamat datang bulan suci Ramadhan!”. Hal ini akan merangsang anak untuk bertanya pada kedua orang tuanya tentang bulan Ramadhan. Tugasnya orang tua menjelaskan kembali secara sederhana dan masuk akal agar  pahami. Pada saat bulan Ramadhan kedua orang tua berpuasa dan tidak melakukan aktifitas makan dan minum mulai pagi sampai menjelang malam. Bila anak mulai tertarik dengan berpuasa ajak mereka berpuasa. 

    Tapi, hanya untuk memperkenalkan dan melatih anak saja agar mengetahui puasa. Mereka berlatih tidak di wajibkan seharian untuk berpuasa. Ajak berpuasa secara sederhana saja, seperti ajak mereka menahan makan dan minum selama beberapa jam saja atau bila mereka benar-benar sungguh ingin melakukan puasa ajak sampai adzan Dhuhur. Jangan sampai memaksakan mereka untuk berpuasa ketika mereka sudah tidak kuat, karena paksaan sangatlah berbahaya bagi anak sebab akan menimbulkan trauma bila anak mengalami kesakitan.
  4. Zakat 
    Berakhirnya bulan suci Ramadhan akan di sambut oleh hari raya iedul fitri. Pelaksanaan zakat ketika sebelum sholat iedul fitri yang mulai pada pagi hari. Beri penjelasan bahwa zakat ini harus dilakukan kepada seluruh umat muslim di dunia. Tumbuhkan rasa saling tolong menolong kepada sesama yang membutuhkan. Ajak mereka turun langsung dalam menyerahkan zakatnya pada orang yang membutuhkan. Tidak hanya pada saat zakat saja namun pada kehidupan biasa, seperti shadaqah. Setiap anak harus di biasakan bershadaqah dengan orang yang membutuhkan.

  5. Haji
    Mungkin cukup sulit dalam mempraktekannya. Secara sederhana saja ajak anak pergi ke tempat miniatur prosesi haji. Di sana anak akan mengetahui secara simbolik apa yang dilakukan jama’ah haji dalam proses hajinya. Bisa juga membacakan cerita tentang haji beserta tunjukkan gambarnya agar mereka bisa berimajinasi dengan dunianya.


Berlangganan via Email