Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Mengajarkan Sholat Kepada Anak Kecil?

Masjid Tempat Sholat


Sahabat dunia pgmi apa kabar…, kali ini kita akan bahas mengenai bagaimana tata cara mengajarkan sholat pada anak-anak, yang belum begitu memahami tentang tata cara sholat, oleh karena itu ayuk kita bahas tata cara sholat yang benar sesuai dengan syariat Islam.

Sholat adalah sebuah bentuk komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya sesuai dengan tata cara yang telah di ajarkan oleh Rasulullah SAW pada agama Islam yamg di awali dari takbirotul ikram dan di akhiri dengan salam. Sholat juga merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat, salah satu tiang agama yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT dan jika tidak menjalankannya akan mendapatkan dosa. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2] : 43

الرَّاكِعِينَمَعَ وَارْكَعُوا الزَّكَاةَ وَآتُواالصَّلَاةَ وَأَقِيمُوا

Artinya : dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku’

Nah bagaimana cara kita menyuruh anak-anak agar mau sholat?, dan bagaimana cara kita mengajari anak-anak agar mau sholat? Kita sebagai orang dewasa harus mengajarkan sholat kepada anak sejak dini, dengan memberinya contoh seperti misalnya kita dapat melakukan sholat lima waktu di dekatnya, kita sebagai orang tua pun harus disiplin dalam menjalankan sholat, karena anak kecil itu melihat dan melakukan apa yang di contohkan oleh orang tuanya, baik tindakan perbuatan dan tata sikap prilaku orang tua.

Masjid untuk sholat


Kemampuan visual anak akan merekam apa yang dilakukan orang tuanya, seperti gerakan sholat serta waktu dilaksanakannya sholat. Jika kita sebagai orang tua sudah disiplin menjalankan sholat, dan anak sudah mulai mengikuti atau mencontoh apa yang kita lakukan, tahap selanjutnya adalah kita harus menanamkan kepada anak tentang pentingnya sholat bagi umat muslim, bahwa sholat adalah perintah Allah SAW dan merupakan ibadah yang penting dalam ajaran umat muslim.

Selanjutnya mulailah mengajak anak untuk sholat, beri dia hadiah agar dia tertarik untuk mengikuti orang tuanya seperti contoh “ayo nak, ikut mama/ayah sholat dulu, nanti klo adek sholatnya tertib dan rajin bakal mama kasih hadiah” dengan cara begitu merupakan hal yang sangat menarik untuk anak kecil. Mungkin awalnya si anak akan melakukan sholat karena adanya hadiah, tapi tidak masalah ini hanya untuk pancingan kepada anak agar ia terbiasa untuk melakukan sholat. Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya usia anak, berikan pengertian kepadanya untuk sholat dengan ikhlas dan niat karena Allah SWT. Insya Allah ia akan memahaminya.

Tergantung bagaimana kita sebagai orang tua untuk mengajarkan hal ini kepada anak, masing-masing orang tua pastinya memiliki cara tersendiri untuk membuat anaknya mau sholat. Semoga cara di atas bisa dijadikan sebagai referensi bagi kalian para orang tua maupun calon orang tua.

Sholat fardhu ini terdiri dari lima yang pertama subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan yang terakhir adalah isya’. Disini saya tidak akan menjelaskan kapan waktu sholat dilaksanakan, tapi disini saya akan menjelaskan tentang sholat dan tata caranya.

Yang pertama yang harus kita lakukan adalah niat. Tetapi dalam ibadah sholat ini, niat tidak akan sah apabila dilakukan sebelum berwudhu. Oleh karena itu agar sholat kita sah, kita harus berwudhu terebih dahulu. Setelah melakukan wudhu barulah kita niat. Niat dilafalkan di dalam hati sebelum takbiratul ikram di mulai, niat ini dilafalkan di dalam hati sesuai dengan bacaan sholat apa yang ingin kita lakukan. Contoh : niat sholat subuh

    أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ رَكَعتَيْنِ الصُّبْحأُصَلِّى فَرْضَ

Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.
Artinya : Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.
Yang kedua yaitu melakukan takbiratul ikram dengan cara mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga dan ibu jari menempel dengan daun telinga, lalu diturunkan dan melakukan gerakan sedekap berada di atas perut dengan tangan kanan berada di atas tangan kiri. Sambil mengucapkan Allahuakbar.

Setelah melakukan takbiratul ikram, selnjutnya membaca doa iftitah, doa ini di baca sebelum surat alfatihah di lafalkan. Berikut contoh doa iftitah:

Allahuma ba’id baini wa baina khatoyaya kama ba’ata bainal masriqi wal maghrib Allahumanakkini min khotoyaya kama yunakos saubul abyatu minadannas Allahummagshilni min khotoyaya bilma’i walsalji wal baraj.

Yang ketiga membaca surat Al fatihah sebagai surat yang utama dan surat pembuka sebelum membaca surat-surat pendek yang lainnya.

Yang keempat membaca surat-surat yang ada di dalam al quran kecuali suarat al fatihah.
Yang kelima rukuk, dilakukan dengan cara membungkukkan kepala hingga punggung membentuk sudut 90 derajat, dengan pandangan mata lurus ke tempat sujud dan kedua tangan di letakkan di atas kedua lutut. Sambil membaca subhana robbial adzimi wabihamdihi sebanyak 3 kali.

Yang keenam yaitu i’tidal, dilakukan setelah rukuk dengan cara berdiri, kedua tangan diletakkan di samping paha sambi membaca doa i’tidal yaitu : Sami’a Allahu liman hamidahu…Rabbana wa laka al-hamdu. 

Yang ketujuh yaitu sujud, dilakukan dengan cara menempelkan beberapa anggota tubuh yaitu dahi, hidung, mulut, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua telapak kaki pada lantai sembari membaca doa sujud yaitu subhana robbial a’la wabihamdihi sebanyak tiga kali.

Yang kedelapan, yaitu duduk di antara dua sujud, dilakukan sengan cara betis dan telapak kaki di gunakan sebagai tumpuan saat duduk, dengan kedua telapak tangan menempel berada di atas lutut sambil membaca doa duduk di antara dua sujud yaitu : Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Yang kesembilan melakukan sujud lagi, kemudian bangun dari sujud. Setelah itu tashyadud awal dengan membaca At-tahiyyaatulillah washolawatul wathtoyyibah assalamu’alaika ayuhannabiyu warahmatullahi wabarakatuh assalamu’alaina wa ‘ala ibadikhasholihin. Asyhadu’ala illa ha ilallah wa ashadu’ana muhammadarosulullah.

Tashyadud akhir dengan membaca : at-tahiyyaatulillah washolawatul wathoyyibah, assalamu’alaika ayuhannabiyu warahmatullahi wabarakatuh, assalamu’alaina wa ‘ala ibadikhasholihin. Ashyaduala illa ha ilallah, waashyhadu’ana muhammadarasulullah. Allahuma sholi ‘ala muhammad, wa ‘ala ali muhammad, kamaa sholaita ‘ala ibrohim, wa ‘ala ali ibrohim, wabarik ‘ala muhammad, wa ‘ala ali muhammad, kamaa barakta ‘ala ibrohim, wa’ala ali ibrohim fiil alaminaa innaka hamidummasjiid.

Allahuma ini ‘au dzubika min adzabi jahanama, wamin adzabil kobri, wa min fitnati makhyawalmamati, wamin syari fitnatil massiqidajjal .

Lalu tahapan yang terakhir adalah salam. Salam dilakukan dengan cara menolehkan kepala kesebelah kanan terlebih dahulu, lalu menolehkan kepala kesebelah kiri sembari mengucapkan assalamu’alaikum warahmatullah

Itu tadi sedikit ringkasan materi tentang sholat beserta tata caranya. Kita sebagai orang dewasa harus bersikap tegas untuk menanamkan anak anak kita pendidikan dan tanggung jawab tentang sholat. Anak sudah di wajibkan sholat apabila ia telah balik, namun sejak dini harus sudah di ajarkan agar menjadi kebiasaan hingga ia dewasa nanti.

Rasul sendiri pun mengajarkan kepada umatnya untuk mengajarkan sholat kepada anak-anak mereka, apabila anak tidak ingin melakukan sholat maka di perbolehkan untuk memukulnya, memukul disini pun dalam artian bukan memukul untuk menyakiti, melainkan memukul untuk mendidik agar si anak mau melakukan sholat. Karena sholat adalah tiang agama, perkara paling utama yang akan di hisab amalnya pada hari akhir nanti. Semoga kita semua bisa istiqomah di jalanNya dan mendapatkan ridho-Nya Aamiin.

By : Dayang Naomi Wismar

Berlangganan via Email