Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikkan Sejarah Kebudayaan Islam

Penting bagi mahasiswa untuk mengetahui sejarah kebudayaan Islam ini, pada zaman yang semakin maju, banyak sekali dari seorang pelajar yang tidak mengetahui bagaimana sejarah Islam sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Mereka hanya mengetahui sekilas pada saat pembelajaran yang diberikan oleh gurunya, dan ada yang juga tidak memahaminya lebih dalam apa itu sejarah, terkadang ada juga orang yang beranggapan bahwa belajar sejarah itu tidak begitu penting sehingga tidak dapat meneladaninya. Nyatanya, dalam sejarah banyak isi kandungan yang bermanfaat dalam sejarah kebudayaan Islam ini bagi yang memahami dan mau membaca sejarah.

Dari sejarah kebudayaan Islam ini, kita menjadi tahu bagaimana proses perjuangan lika-liku yang dialami beliau untuk menyebarkan agama Islam, selain itu sejarah juga berisi mengenai asal usul tokoh-tokoh yang bersejarah misalnya wai-wali. Tidak lepas dari peran para ulama, kyai, ilmuan dan beliau-beliau yang berjasa dalam penyebaran agama Islam. Sejarah kebudayaan merupakan ilmu yang mempelajari kebudayaan yang masa lampau atau masa yang sudah terlewat. Kita boleh jadi tidak tahu darimana ilmu-ilmu yang kita pelajari sekarang , kita baca dan kita pahami? Tentunya semua itu belajar dari masa lampau khususnya Islam pada masa Abbasiyah. Mereka menyerukan agama Islam dengan semangat hanya mengharapkan ridho Allah Swt. dan sesuai yang diajarkan Allah.
Sejarah kebudayaan Islam memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan kita sehari-hari untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang keilmuan masa lampau yang masih revelan dimasa saat ini. Mencari informasi ataupun mempelajari tentang sejarah ini sekarang sudah sangat mudah, bisa di akses lewat media seperti media cetak, bisa lihat melalui televisi, internet, radio dan banyak lainnya, karna pada zaman yang sudah makin berkembang dan serba canggih maka dari itu tidak perlu bingung untuk mencari informasi dimana lagi untuk belajar tentang sejarah.

Dari pembelajaran tentang sejarah yang sudah kita ketahui, kita juga dapat mengamalkan ilmu kita kepada orang yang belum memiliki ilmu tentang sejarah. Sejarah kebudayaan Islam mengulas kisah nyata perilaku dan kejadian penting orang-orang muslim dahulu sehingga muslim pada masa sekarang dapat meneladani segala macam yang baik dalam berperilaku dan menegakkan syariat Islam. Pemberian informasi inilah yang dijadikan sebagai contoh untuk peserta didik dalam membentuk sikap, moral, dan akhlak terpuji.

Sejarah kebudayaan Islam yang kita temui di madrasah Aliyah mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah saw dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. Dapat melatih daya kritis  yang memepelajari sejarah untuk memahami fakta yang ada didalam sejarah secara benar, sejarah merupakan kisah yang fakta ataupun nyata yang ada didalam kehidupan dan kenyataan-kenyataan hidup yang telah terjadi  pada masa lampau dan tidak mengarang ataupun fiktif belaka cerita.

Sebagai cerminan sejarah kita perlu melihat diri kita sendiri ataupun yang disebut ber intropeksi diri dan mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian masa lampau sehingga sejarah yang dihasilkan dapat diambil manfaatnya khususnya bagi perkembangan pendidikkan Islam. Sejarah juga dapat sebagai pembanding, suatu peristiwa yang berlangsung dari masa ke masa, dari waktu ke waktu tentu memiliki perbedaan dan persamaan. Maka dari itu hasil yang didapatkan dari proses pembanding antara masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang diharapkan mampu memberikan andil bagi perkembangan pendidikkan Islam.

Karena pada hakikatnya sejarah itu menjadi tiruan pembanding bagi masa yang baru. Sejarah merupakan sumber cerita yang harus dikenang dan di ingat, dalam hal ini sejarah identik dengan history yaitu kajian yang membahas peristiwa masalalu terutama laporan tertulis mengenai kegiatan manusia yang dilakukan sepanjang waktu. Sejarah kebudayaan sangat erat kaitannya dengan beberapa ilmu antara lain : sosiologi, ilmu sejarah, sejarah kebudayaan. Ketiga itu berisi sama intinya yaitu dalam menyempurnakan segala kecakapan anak didik guna menghadapi berbagai persoalan dan harapan kebudayaannya. Suatu usaha guna mewariskan nilai-nilai budaya Islam dari suatu generasi ke generasi baru.

By : Ana Silmi Kafah

Berlangganan via Email