Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TIPS 3 TANTANGAN YANG WAJIB DIKETAHUI UNTUK JURUSAN PGMI

Sebelum pada informasi inti yakni 4 tantangan yang wajib kita ketahui untuk jurusan PGMI, baiknya kita mengetahui dulu, apa itu PGMI? PGMI adalah jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyh atau biasa disebut dengan (PGMI) yang merupakan sebuah program jurusan yang ada di Perguruan Tinggi Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruanyang khusus untuk berfokus menghasilkan calon  Guru SD/MI yang profesional. Menjadi seorang guru juga hampir sama menjadi orang yang senantiasa selalu bisa memberikan energi positif bagi orang di sekitarnya terutama bagi peserta didik, Tidak lepas dari itu guru juga harus menjadi orang yang mencintai hidup dan kehidupan, matang secara emosi serta memiliki kapasitas moral yang baik serta memahami value dari penciptaan manusia.


Pada Keputusan Menteri Agama (KMA) sebelum tahun 2017, alumni program studi dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan bergelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I). berdasarkan ketentuan peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2017 tentang kualifikasi dan kompetensi guru bagi lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). dengan gelar S.Pd.I kewenangan sebagai guru kelas. Dalam permendiknas tersebut tidak ada pembeda dari  kewenangan antara lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, keduanya merupakan guru kelas baik untuk SD ataupun MI. Tetapi pada kenyataannya masih ada diluar sana beranggapan bahwa lulusan PGMI dengan gelar S.Pd.I dianggap sebagai bidang studi bukanlah guru kelas.

Dr. Fauzan yang menjabat sebagai Wakil Dekan III FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Ketua Asosiasi PGMI se Indonesia menyampaikan dalam seminarnya tentang dua tantangan terbesar menjadi guru profesional khususnya pada jurusan PGMI, diantaranya :

  1. Pertama, Tantangan Eksternal yaitu arus globalisasi, tantangan pendidikan di arus globalisasi ini merupakan masalah moral. Dapat ditemukan melalui tayangan acara - acara di media elektronik dan media massa lainnya, ‎yang menyuguhkan pergaulan bebas, konsumsi narkotika, ‎ pornografi, kekerasan dan lain-lain. Namun dengan adanya tantangan-tantangan tersebut diharapkan supaya dapat dijadikan peringatan supaya lebih semangat untuk menjadikan bangsa indonesia yang bermoral.Oleh karena itu guru MI juga harus memiliki iman yang kuat dan pemahaman yang kuat tentang agama sehingga dapat memberi contoh kepada peserta didik akhlak yang baik serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang religius.
  2. Kedua, Tantangan Internal yaitu berupa suatu tuntutan mutu pendidikan yang berfokus kepada aspek Standar Nasional Pendidikan atau (pengakuan terhadap mutu lulusan, standarisasi kurikulum, proses/kegiatan perkuliahan, proses penilaian, penelitian, dan pengabdian dosen). Menurut Dr. Fauzan mengutarakan bahwa pendidikan bermutu salah satunya melalui penguatan penilaian untuk mengukur (of), mendorong (for), dan menstimulisasi (as), ketercapaian kecakapandi abad ini yaitu abad 21. Sedangkan kecakapan hidupCentury Learnign meliputi to know, to do, to be, and to live together. Dan juga perlu perlu generasi yang kreatif, generasi yang memiliki keutuhan kompetensi mulai dari sikap (spiritual dan sosial), keterampilan (kreativitas dan inovasi) dan pengetahuan (berpikir orde tinggi).
  3. Ketiga, tantangan tentang persaingan yang semakin meningkat untuk mendaftar menjadi guru, hal ini dilatar belakangi dengan peraturan yang sudah ditetapkan pada UU. No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang isinya adanya keharusan semua guru adalah lulusan strata 1. Dan pada akhirnya di era sekarang banyak yang minat untuk masuk kuliah di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah walaupun banyak yang kuliah di PGMI bukan berarti sulit mendapatkan peluang kesempatan mendapat pekerjaan ini karena banyak pula guru pensiunan yang akan membuka peluang untuk dapat kita dapatkan posisi tersebut sebagai guru MI. Itu juga sebabnya hal ini sudah pasti banyak tantangan dan saingan untuk untuk bisa mendapatkan posisi ini karena saking banyaknya yang lulus setiap tahunnya, walaupun begitu jutru dapat menjadikan semangat tersendiri dan menjadi sebuah perjuangan.


Kita tidak perlu khawatir setelah mengetahui 3 tantangan jurusan PGMI diatas karena pada era sebelumnya pada era dahulu Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak menarik dan tidak menjadi sorotan pilihan utama bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya, karena MI dianggap tidak berkualitas. Padahal Guru Madrasah Ibtidaiyah merupakan guru kelas yang dituntut untuk mengajar seluruh materi dikelas tersebut,yakni materi ke-SDan dan ke-pondok Pesantrenan. Akan tetapi, sekarang sudah mulai banyak Madrasah Ibtidaiyah yang baik dan menjadi favorit masyarakat, karena sudah terlihat banyak Madrasah yang berkembang dan sebagai Madrasah yang modern dan model, sebagai bukti dan contoh sudah terdapat Madrasah yang ideal yang lengkap akan fasilitasnya, bagus pula kualitas pendidiknyadan banyak prestasi yang dicapai. Jadi bagi para lulusan PGMI inshaAllah untuk kerja kedepannya akan meluas, karena semakin bertambahnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak – anaknya di Madrasah, seperti selogan “ Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah”.

By : Nur Rizki Amalia

Berlangganan via Email