Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana TANTANGAN GURU MI DALAM MENGHADAPI REVOLUSI TEKNOLOGI DIGITAL?

Teknologi berkembang sangatlah pesat setiap tahunnya, kegiatan menggunakan search engine adalah suatu kegiatan yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia zama sekarang. Banyak sekali aplikasi-aplikasi digital yang dapat kita akses setiap harinya, contohnya : google, instagram, facebook, twitter. Ataupun game online yang saat ini sudah meraja lela di kalangan anak-anak, maupun kalangan dewasa.  Media soaial membawa berbagai dampak dalam kehidupan manusia, baik itu merupakan dampak negatif maupun dampak positif. Dampak negatif yang di timbulkan dari resolusi digital yang semakin canggih ini di antaranya adalah : menyita minat anak untuk membaca buku, menyebabkan kecanduan, dapat mengakses segala sesuatu tanpa ada saringan yang ketat dalam setiap konten yang di akses, malas untuk bersosialisasi, cyber bullying dll.


Adapun dapak postifi yang di hasilkan adalah : mempeecepat arus informasi, media hiburan, media bisnis dll. Resolusi dari teknologi digital yang sangat berkembang dapat di manfaatkan dengan baik, salah satunya dengan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini, maka akan semakin mempermudah para guru dalam melakukan pembelajaran dengan media teknologi. Akan tetapi teknologi juga dapat menjadi bumerang pada keterlangsungan berfikir anak anak usia dini, seperti yang telah di sebutkan dalam dampak negatif teknologi, teknologi dapat membuat kecanduan pada diri anak seperti halnya penggunaan smartphone game. Pada era saat ini guru mendapatkan tantangan baru yang lebih berat, terlebih lagi untuk guru Madrasah Ibtida'iyah atau sederajat dengan sekolah dasar. 

Madrasah ibtida'iyah adalah lembaga yang ada di bawah naungan Department Agama Republik Indonesia. Madrasah ibtida'iyah mengusung pembelajaran umum yang juga di sertai dengan pembelajaran agama yang lengkap dan juga intens. Pembelajaran agama ini di dapatkan dari mata pelajaran seperti Alqur'an hadist, Sejarah kebudayaan Islam, fiqih, Aqidah Akhlak, Bahasa arab. Terkadang pendidikan agama tidak hanya di pupuk oleh mata pelajaran saja akan tetapi minat dan bakat peserta didik juga, biasanya di Madrasah Ibtida'iyah juga di tunjang dengan extrakulikuler yang beragam, seperti kaligrafi, takhfidz pidato dll, extrakulikuler semacam itu sudah lazim di temui di Madrasah Ibtida'iyah.  Tetapi tidak hanya di situ, meskipun Madrasah ibtidayah menyajikAn pembelajaran agama islam yang begitu intens,akan tetapi tidak juga mengabaikan pelajaran pada umumnya seperti : ilmpu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS),  sejarah, matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, bahasa daerah, penjaskes.  Meskipun berbasis agama madrasah ibtida'iyah tidak akan lupa dengan pendidikan umumnya.  Madrasah Ibtida'iyah menyematkan pelajaran agama berjutuan untuk menjadikan pondasi dasar bagi peserta didiknya supaya menjadi anak yang berpendidikan, dan mempunyai akhlakul karimah serta pondasi ilmu agama yang mumpuni, untuk menjadi modal di masa depan.

Guru madrasah ibtida'iyah memasuki era baru di mana era ini berbeda dengan era 8-10 tahun yang lalu, di mana sekarang perkembangan teknologi semakin pesat dan juga intens. Mengapa di katakan menmasuki era baru, di karenakan anak - anak di zaman sekarang ini mampu mengakses segala bentuk informasi ataupun berita yang dia inginkan. Mengakses internet dengan tujuan menambah ilmu pengetahuan memang tidak menjadi masalah, akan tetapi jika tidak ada batasannya maka dapat menimbulkan bahaya terhadap anak itu sendiri. Menjadikan bahaya apabila tidak ada batasan di karenakan anak dapat mengakses hal-hal yang belum waktunya untuk di akses misal video yang tidak senonoh, dan juga informasi hoax, ujaran ujaran kebencian yang mereka baca.  Tontonan dan bacaan dapat membentuk karakter anak tersebut sesuai dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia baca.  Guru Madrasah Ibtida'iyah yang notabennya adalah pendidik tingkat dasar harus dapat mencegah dan mewaspadai apa yang peserta didiknya lalukan, jangan sampai peserta didik kita menyalahgunakan perkembangan teknologi yang sedang berkembang di masanya ini.  Mangawasi dan membatasi penggunaan teknologi digital sangatlah perlu di mulai dari sekolah dasar atau Madrasah Ibtida'iyah.

Meskipun di madrasah ibtida'iyah peserta didik di bekali dengan ilmu agama dan ilmu umum yang mumpuni, akan tetapi itu semua belum cukup untuk menjawab tantangan bagi guru untuk menghadapi revolusi teknologi yang cepat ini, menjaga dan juga mendidik peserta didik supaya dapat menggunakan kemajuan teknologi dengan bijak nyatanya kerap kali sulit di sosialisasikan kepada peserta didik, fakta yang terjadi di lapangan menyatakan bahwasanya banyak dari wali murid mengeluhkan tentang kekhawatiran kecanduan anaknya akan game online dan juga media sosial yang sedang menjadi trend pada saat ini.  Banyak sekali tantangan yang di hadapi guru Madrasah ibtida'iyah pada era ini. Dengan maraknya penggunaan game online maupun media sosial, maka guru dan juga orang tua patut mewasdai apa yang di mainkan, di baca dan di tonton oleh peserta didik, telah di singgung di paragraf sebelum ini,  bahawa apa yang di liat, di baca akan mempengaruhi karakteristik dan pola pikir anak. Di khawatirkan pembentukan karakteristik pada peserta didik menjadi  anak yang berfikiran tidak selayaknya, karena di media sosial sering kali terjadi cyber bullying (atau pembulian di media)  karena orang bebas berkomen tar sarkas ataupun buruk, nah dari situ di khawatirkan karakter anak akan terbentuk menjadi manusia yang kurang sopan dalam bertutur kata, dan berlaku seenaknya.

Juga masih terdapat tantangan-tantangan lainnya untuk guru Madrasah Ibtida'iyah dalam menghadapi revolusi teknologi yang semakin canngih ini. Adanya revolusi teknologi yang begitu cepat dan pesat menuntut para guru Madrasah Ibtida'iyah untuk mempelajari teknologi masa kini, supaya tidak ketinggalan zaman dan juga, mengajar lebih mudah, sudah di singgung di atas, bahwa teknologi yang berkembang juga dapat mempermudah bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Perkembangan Microsoft office yang sungguh sangat pesat, teknologi lcd dan proyektor dll, menuntut guru untuk dapat mengoperasikannya, yang bertujuan untuk memudahkannya. Akan tetapi fakta yang ada di lapangan banyak guru-guru yang dapat di katakan umurnya sudah tidak mudah lagi yang tidak bisa menggunakan teknologi tersebut. Karakteristik anak Madrasah Ibtidaiyah yang notabennya masih bisa di katakan masa kanak-kanak akan mudah bosan, apabila guru hanya mengajarnya dengan metode ceramah dan tanpa ada variasi yang lain. Adanya teknologi ini sangat membantu guru intuk menjaga mood para peserta didik. Dengan adanya teknologi guru dapat memodivikasi cara mengajar, misalnya dengan pemutaran video pembelajaran yang menarik, video pembelajaran yang menarik akan menarik minat siswa, sehingga pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan,efektif.

Diperlukan solusi solusi yang efektif dan efesien agar dapat menjawab tantangan tangan yang ada saat ini, guru madrasah ibtidaiyah harus melek teknologi, sosial media, kenapa guru madrasah ibtidaiyah harus melek teknologi dan sosial media?  Guru madrasah ibtidaiyah harus melek teknologi dan sosial media agar dapat mengimbangi apa yang saat ini sedang di senangi oleh peserta didiknya, sehingga apa guru dapat mengimbangi dan mengawasi dari jarak jauh apa yang sedang di senangi atau di gandrungi oleh peserta didiknya, sehingga guru dapat memberikan pengarahan pengarahan yang tepat tanpa harus memaksakan peserta didik. Mengontrol tentu tidak bisa di lakukan oleh guru selama 24 jam akan itu lebih baik jika guru berkoordinasi dengan wali muri peserta didik agar dapat mengawasi jejaring sosial dan kegiatan internet apa yang sedang di lakukan oleh peserta didik dan juga memberi waktu untuk peserta didik dalam mengakses internet.

Solusi untuk mengedukasi agar guru madrasah ibtida'iyah menjadi guru yang aktif dan melek teknologi dan media sosial, maka di perlukan pelatihan pelatihan khusus yang di adakan oleh pihak madrasah. Pelatihan ini sangatlah berguna untuk guru yang notabennya sudah tua, dan juga dapat menambah wawasan juga bari guru guru muda,  yang sudah bisa menggunakan teknologi dengan baik. Maka dengan inindi harapkan guru guru dapat mengubah cara engajarannya menjadi lebih efektif dan inovatif, agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan terkesan tidak mengintimidasi peserta didik, dan juga dapat memudahkan peserta didik menerima pelajaran dengan mudah.

By : Auliyah Imaroatul H

Berlangganan via Email