Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu srategi pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran?



Assalamu’alaikum wr.wb teman-teman, disini saya akan membahas tentang Strategi Pembelajaran. Nah apakah kalian sudah mengerti apa sih strategi pembelajaran itu? Bagi kalian yang belum mengerti tentang strategi pembelajaran, tenang saja kalian tidak perlu cemas karena saya akan memberitahu kalian tentang strategi pembelajaran terlebih dahulu.

Strategi membaca belajar dari sebuah keinginan untuk memiliki koleksi


PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Secara garis besar strategi dapat diartikan sebagai suatu garis besar yang berperan dalam usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Apabila di kaitkan dengan pembelajaran maka bisa diartikan sebagai bentuk upaya guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mewujudkan tujuan yang telah di bentuk. Di dunia pendidikan memiliki banyak strategi pendidikan, diantaranya yang akan saya bahas disini adalah Strategi Pembelajaran Inquiry (SPI), yuk simak lebih dalam lagi..

PERNGERTIAN STRATEGI PEMBELAJRAN INQUIRY
Strategi pembelajaran inqury adalah sebuah kegiatan yang lebih mengutamakan pada proses berfikir secara krisis serta analitis dalam mencari dan menemukan jawaban sendiri atas suatu masalah yang ditanyakan. SPI menekankan strategi pada pembentukan intelektual anak. Menurut Piaget perkembangan mental (intelektual) dapat dipengaruhi 4 faktor yaitu maturation, physical experience, sosial experience, dan equilibration.  Strategi ini menerapkan beberapa metode yang relevan, seperti:
  1. Metode pemberian tugas
    Pemberian tugas adalah salah satu bentuk penyajian dari materi yang telah diberikan oleh guru yang kemudian akan memberikan suatu tugas dan wajib dikerjakan oleh peserta didik, sehingga peserta didik dapat aktif.
  2. Metode diskusi
    Metode diskusi diberikan supaya peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru pengajar. Dengan metode ini peserta didik lebih bisa belajar menghargai pendapat orang lain, mengutarakan pendapat  dan juga peserta didik jauh lebih bisa cepat aktif
  3. Metode tanya jawab
    Metode tanya jawab adalah penyajian pembelajaran berupa pertanyaan yang harus di jawab. Tidak hanya guru kepada peserta didik, namun bisa juga peserta didik kepada guru. Peserta didik bebas bertanya kepada guru tentang apa saja yang tidak mereka pahami dari apa yang telah di sampaikan. Begitu pun sebaliknya, guru bebas bertanya kepada murid usai menjelaskan sebagai bentuk seberapa jauh pemahaman peserta didiknya. Karna kemapuan guru dalam bertanya adalah syarat utama strategi ini.
  4. Metode eksperimen
    Dalam metode ini peserta didik dapat melakukan suatu kegiatan percobaan yang dapat membuktikan sendiri sesuatu yang telah dipelajarinya. Jadi dengan metode ini peserta didik dapat berpikir untuk melakukan suatu aktivitas aktif berdasarkan pengalamannya.

Ada juga hal-hal utama yang yang menjadi strategi pembelajaran inquiry, yaitu:

  1. Strategi inquiry menempatkan siswa sebagai objek belajar serta mengutamakan aktifitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya peserta didik tidak hanya bertugas menerima materi melalui penjelasan guru, tapi peserta didik juga harus dapat menemukan sendiri inti dari materi tersebut
  2. Proses pembelajaran dimula dari rasa ingin tau peserta didik terhadap sesuatu
  3.   Apabila guru memiliki waktu lebih banyak untuk menggunakan metode ini karena berpusat pada peserta didik
  4. Strategi ini akan berhasil apabila diterapkan kepada kelompok peserta didik yang memiliki kemauan dan kemampuan berpikir yang baik. Namun akan kurang berhasil jika diterapkan pada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kurang
  5. Strategi ini bukan hanya menempatkan guru sebagai sumber belajar, tapi juga sebagai motivator  dan fasilitator dalam belajar peserta didik

PRINSIP PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY
Berorientasi pada mengembangan intelektual. Selain berorientasi pada hasil belajar, strategi pembelajaran ini jugaberorientasi pada proses belakjar. Karena tujuan utama dari strategi ini adalah pengembangan kemampuan berpikir.
  1. Prinsip bertanya
    Guru dalam strategi ini adalah berperan sebagai penanya, peserta didik yang dapat menjawab dari setiap pertanyaan sudah termasuk dari proses berpikir. Oleh karena itu kemapuan guru bertanya adalah hal yang sangat penting dalam strategi ini.
  2.  Prinsip belajar untuk berpikir
    Tidak hanya mengingat segala fakta, tapi belajar adalah proses berpikir, yakni proses pengembangan seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
  3. Prinsip interaksi
    Proses pembelajaran tida telepas dari proses interaksi, baik interaksi antar peserta didik maupun peserta didik dengan guru atau interaksi peserta didik dengan lingkungan nya. Tugas guru tidak hanya sebagai pengajar atau pemberi materi. Namun juga sebagai pengatur lingkungan atau interaksi itu sendiri.
  4.  Prinsip keterbukaan
    Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memeberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

LANGKAH-LANGKAH PELAKSAAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY
  1. Orientasi
    Pada langkah ini guru mengondisikan agar peserta didik tenang dan siap dalam melaukan proses pembelajaran. Guru selanjutkan memancing dan mengajak peserta didik untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah ini adalah langkah yang sangat penting karena keberhasilan strategi ini sangat berpengaruh pada kemauan peserta didik dalam beraktivitas kemampuan dalam memecahkan masalah, tanpa adanya kemauan dan kemampuan maka strategi ini tidak akan berjalan lancar
  2. Merumuskan masalah
    Langkah ini adalah langkah dimana guru dapat membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki, dimana peserta didik dituntut untuk berpikir memecahkan teka-teki tersebut. Peserta didik didorong untuk memilih jawaban yang paling tepat. Proses menemukan jawaban tersebut lah yang paling penting dalan strategi ini, dimana peserta didik akan mendapatkan banyak pengalaman berharga sebagai pengembangan mental melalui proses berpikir
  3. Merumuskan hipotesis
    Guru akan menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi dan fakta-fakta yang berhubungan dengan teka-teki atau materi yang diberikan. Dengan demikian peserta didik yang memliki wawasan kurang luas akan sulit dalam mengembangkan hipotesis yang logis dan rasional.
  4. Mengumpulkan bukti
    Peserta didik akan mengumpulkan bukti atau data dari berbagai macam sumber dengan melakukan alat-alat percobaan.
  5. Menguji hipotesi
    Mencocokkan hipotesis yang ada dengan fakta-fakta yang ditemukan dari hasil percobaan. Menentukan jawaban yang dapat diterima sesuai dengan pengumpulan data atau informasi yang diperoleh. Kebenararan jawaban tidak hanya berdasarkan argumentasi saja tapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan bisa dipertanggung jawabkan.
  6. Kesimpulan
    Pada langkanh ini kesimpulan yang dirumuskan sering kali tidak fokus pada teka-teki yang akan dipecahkan, karena terlalu banyaknya data yang diperoleh. Oleh karena itu guru bertugas untuk memberitahu data mana yang relevan untuk mencapai kesimpulan yang akurat.

KELEBIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY

  1. Peserta didik dapat aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran yang diberikan
  2. Memberikan peluang pada peserta didik dan guru untuk berinteraksi, dengan itu peserta didik dapat melatih penggunaan bahasa yang baik dan benar.
  3. Materi yang diberikan akan lebih lama diingat oleh peserta didik karena peserta didik terlibat langsung dalam proses penemuan nya.
  4. Menumbuhkan dan menanamkan sifat inquiry (mencari-menemukan)
  5.  Mendukung kemampuan problem solving peserta didik.
  6. Meningkatkan semangat belajar peserta didik.

KEKURANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY
  • Tidak semua peserta didik dapat mengikuti pembelajaran ini, karena ada sebagian peserta didik yang lebih paham dan terbiasa dengan menggunakan model ceramah
  • Waktu akan tersita lebih lama untuk materi-materi tertentu
  • Jika jumlah peserta didik terlalu  banyak, maka guru akan kesulitan untuk memenuhi fasilitas proses belajar seluruh peserta didik
  • Jika pembelajaran inquiry selalu dibentuk kelompok, maka tidak semua peserta didik dapat aktif dalam kelompok. Oleh karena itu guru harus bisa memberi motivasi agar semua peserta didik dapat mengambil bagian dalam kelompok tersebut
  • Demikian dari saya penjelasan mengenai Srategi Pembelajaran Inquiry (SPI), apabila ada kurang lebih saya mohon maaf, wassalamu’alaikum wr. Wb. Semoga bermanfaat.
by : Mar'atus S

Berlangganan via Email