Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa saja Strategi Pembelajaran ?

Halo teman-teman, bagaimana dengan kabar kalian? Semoga baik-baik ya. Kali ini jumpa dengan saya yang akan mengulas tentang strategi pembelajaran. Pastinya teman-teman di sini penasaran kan apa saja strategi pembelajaran? Mari kita simak pembahasan seputar strategi pembelajaran.

Strategi Pembelajaran

  1. Apa itu Strategi Pembelajaran?
    Strategi pembelajaran merupakan salah satu bahan mata kuliah untuk mahasiswa calon guru. Dikatakan hal itu karena dipandaang sangat penting bagi mahasiswa yang menjalaninya sebagai modal keilmuan dan ketrampilan dalam melaksanakan proses pembelajaran saat di kelas. Nah, pasti berhasil atau tidaknya pencapaian belajar anak didik amat tergantung dengan proses pembelajaran yang dilakukan antara anak didik dengan guru. Maka dari itu, perlu adanya strategi dapat membantu proses kelancaran belajar.

    Mengulas dari buku shihabuddin, bahwa strategi adalah cara atau usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Istilah strategi juga terdapat dalam beberapa konteks dengan makna yang berbeda. Sama seperti memiliki kemiripan dengan pendekatan, model, metode, ataupu  teknik pembelajaran. Dikutip pula dari beberapa para ahli, seperti halnya menurut Romiszowski mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan dan jalan kegiatan yang dilakukan untuk memilih metode pembelajaran. Sejalan dengan definisi tersebut, Worrel dan Stillwel juga mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah penerapan perencanaan sebuah metode pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.

    Ada pula, strategi pembelajaran menurut Kemp adalah kegiatan belajar mengajar, ini berarti apa yang harus dikerjakan sebagai tenaga pendidik dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sacara efektif dan efisien. Dikemukakan juga oleh Suparman bahwa strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari alur kegiatan dan cara pengkondisian materi pelajaran, anak didik, media atau peralatan, bahan dan waktu yang digunakan ketika dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.

    Nah, dari beberapa definisi teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya hakikat strategi pembelajaran adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang Guru selaku sebagai tenaga pendidik. Strategi pembelajaran merupakan rancangan dari sistem pembelajaran yang menjelaskan komponen umum dari suatu bahan pembelajaran dan alur yang telah ditentukan untuk mencapai hasil belajar yang baik.
  2. Apa saja Klasifikasi Strategi Pembelajaran?
    Pada strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:

1. Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)
Pada strategi ini merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh Guru. Strategi ini bersifat efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Biasanya, guru memberikan informasi tentang latar belakang, mendemonstrasikan keterampilan yang sedang diberikan kemudian memberikan waktu kepada peserta didik untuk dijadikan bahan latihan keterampilan tersebut dan menerima umpan balik apa yang anak didik lakukan. 

2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)
Pada strategi ini umumnya diutamakan pada peserta didik walaupun strategi pembelajaran langsung dan tidak langsung dapat saling bergantung satu sama lain. Dalam strategi pembelajaran ini peranan guru yang biasanya disebut sebagai seorang penceramah bergeser menjadi fasilitator. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena sebagai seorang guru harus dapat mengelola lingkungan belajar ketika di dalam kelas dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk ikut terlibat.

3. Strategi Pembelajaran Interaktif 
Dalam strategi pembelajaran interaktif lebih menekankan pada diskusi dan sharing antara guru dengan peserta didik. Karena dengan diskusi dan sharing dapat memberi kesempatan untuk peserta didik berkreasi terhadap gagasan, pendekatan, pengalaman dan pengetahuan serta dapat membentuk cara alternatif berpikir dan merasakan.

4. Strategi Pembelajaran Mandiri
Pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk inisiatif dari tiap individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Sistem strategi ini berfokus pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik namun tetap dengan bantu seorang guru. Maksud dari belajar mandiri ini dapat dilakukan dengan teman sebaya nya atau dibentuk menjadi bagian kelompok kecil.
Itulah beberapa bentuk dari klasifikasi strategi pembelajaran. Bukan hanya itu, dalam strategi pembelajaran juga terbagi beberapa bentuk setiap jajarannya. Seperti strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran Inkuiri, Strategi pembelajaran Kooperatif, dan strategi pembelajaran menggunakan CTL (Contextual Teaching and Learning). 

Berbicara tentang strategi, salah satu penerapan pengetahuan yang dapat memudahkan anak didik dalam mencerna dan memahami materi yang diajarkan guru, namun terkadang masih ada guru atau tenaga pendidik yang mengeluh karena materi yang akan diajarkan terlalu panjang ataupun waktu yang kurang untuk bisa menerapkan semuanya. Serta, kurang pengaplikasian terhadap anak didik sehingga anak didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya untuk menyalurkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Maka dari itu, guru harus dapat mempunyai kemampuan dan pemahaman dalam pengetahuan dan keterampilan yang lain seperti halnya kemampuan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan, agar anak didik dapat benar-benar menangkap materi dan memahaminya dengan baik serta dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. 
Dengan pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) bila diterapkan ke dalam dunia pendidikan akan lebih efektif jika dilakukan dengan rancangan pemikiran belajar sosial. Karena dengan terkaitnya sosial dapat mengacu pada kebutuhan agar dapat terlibat dalam kegiatan yang mendukung interpersonal environment yakni suatu lingkungan yang bisa saja terjadi hubungan yang saling mengenal antara pribadi. 

Bagaimana penggunaan Strategi Pembelajaran Kooperatif ?
Pembelajaran Kooperatif secara bahasa memiliki arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan jika didefinisikan secara luas memiliki arti belajar bersama anar 4-5 orang, dimana tiap orang per kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai bagian dari hasil yang mana tidak dapat dicapai dengan sendirinya tanpa adanya kerjasama dalam kelompok. Dengan maksud bahwa setiap anggota saling membutuhkan satu sama lain.

Dan maksud dari interpersonal environment tiap individu harus dapat menjadi bagian yang efektif untuk bisa memberikan antisipasi dan para peserta didik dituntun untuk dapat belajar mempraktikkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam kelompok sosial yang dibentuk. Dengan kata lain harus dapat mengatur skill interpersonal bila terjadi interpersonal environment. Sedangkan memicu pada studi sosial yang yang terkait dengan pembelajaran ini memiliki peranan yang cukup penting dalam membentuk suatu individu yang dapat berpatisipasi dan memberikan antisipasinya pada masyarakat dan bangsa, dimana sebuah kelangsungan hidup dan peningkatan pribadi terbentuk. 

Jika tidak adanya keeja sama antara orang lain yang efektif, maka akan mendapat kesulitan bila dilakukan. Dalam suatu komunitas, masyarakat maupun bangsa tidak dapat berkembang secara cepat apabila dari setiap individu itu tidak mempunyai keterkaitan kemampuan untuk bekerja sama dengan sesama individu. Maka dari itu, sebagai seorang guru mempunyai tanggung jawab dalam membantu anak didiknya untuk dapat memiliki kemampuan dalam bekerja sama dan berpatisipasi secara efektif ketika dalam kehidupan masyarakat. 

Dalam strategi pembelajaran Kooperatif terdapat beberapa langkah untuk dapat diterapkan ketika dalam proses belajar menurut Peter G dan Lorna K, yaitu:
  1. Menentukan tujuan pembelajaran dan jenis aktifitas yang sesuai dengan peserta didik. Kemudian memberikan pernghargaan setelah selesai belajar kelompok dan memberikan sesuai kebutuhan anak didik. 
  2. Pembentukan komposisi kelompok
  3. Melakukan kerja sama yang efektif
  4. Menetapkan peraturan dalam perilaku yang dapat diterima dan tidak dalam kelompok
  5. Memberikan umpan balik dalam periode percoban dan kualitas kelompok
  6. Memberikan kesempatan mendapat bantuan dari seorang guru jika memiliki permasalahan saat hal yang dibutuhkan.
  7. Melakukan evaluasi ketika telah melakukan penerapan terhadap prosedur pembelajaran. 


By : Aulia Nur Tanzila

Berlangganan via Email