Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Menulis Karya Ilmiah?

Sahabat pembaca website www.duniapgmi.com mari kita awali pagi ini dengan bersyukur atas nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita, kali kami akan berbagai pengetahuan mengenai bagaimana cara menulis karya ilmiah yang baik dan berkualitas dengan mengedepankan nilai etik bagi seorang akademik yang ingin selalu mereproduksi karya tulisan secara original, oleh karena yuk ikuti pembahasannya lebih lanjut:

Bagaimana Cara Menulis Karya Ilmiah

1. Apa pengertian karya ilmiah?
Karya ilmiah merupakan karya laporan yang dibuat berupa tulisan dengan menjabarkan atau menjelaskan hasil penelitian, riset, atau analisis kritis terhadap suatu masalah. Kemudian kalau penelitian dilakukan berdasarkan aturan kaidah ilmiah ilmuan yang berbasis pada meneliti sesuatu yang belum kita tahu, penelitian bisa dilakukan dengan cara individu maupun kelompok atau kolektif bersama dengan tujuan yang sama ingin mencari tahu atau mengetahui sesuatu yang masih menimbulkan Tanya Tanya secara empiris dan empirik. Atau bisa kita simpulkan bahwa karya ilmiah merupakan hasil penelitian yang disusun secara sistematis, kritis, logis, analitis, empiris dengan gaya kritis berdasar kaidah keilmuan yang baku yang telah ditetapkan bersama dan diterima serta diakui kebenarannya. Pada siswa-siswi pelajar karya ilmiah biasa disebut scientific paper les (lembar penelitian).

Kemudian artikel berupa karya tulis ilmiah, maksudnya adalah artikel atau tulisan yang berbentuk opini yang duvuat atas sebuah kejadian ataupun peristiwa yang ingin ditulis penulis guna menyampaikan informasi berdasarkan fakta, data dan keterangan  secara obyektif, diantara kita sering kali saat ke warung kopi melihat Koran atau majalah dan lain sebagainya, adakalah dalam terbitan Koran terdapat artikel atau bisa disebut dengan opini yang ditulis oleh orang-orang yang hobi menulis tulisan yang berisi pengetahuan dan solusi jawaban atas suatu masalah yang terjadi maupun yang akan terjadi. Dalam pengertian karya tulis ilmiah menjelaskan bahwa artikel adalah karya tulis yang disajikan dan disusun supaya bisa diterbitkan pada jurnal ilmiah yang berbasis pada penelitian, sehingga artikel yang dibuat berdasarkan kaiidah ilmiah yang berlaku.

Sedangkan karya ilmiah berbentuk makalah merupakan karya tulis ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa yang melakukan studi dikampus untuk memenuhi tugasnya, maka ia harus membuat kaya tulis berupa makalah yang didalamnya membahas masalah topic tertentu untuk dijelaskan, dipaparkan datanya yang ada dilapangan yang bersifat empiris & obyektif terhadap sebuah permasalahan, makalah didesain berdasarkan kaidah analisa logis, kritis, sistematis, rapi terhadap masalah tertentu, sehingga segala sub fokus kajian dibahas dan diuraikan secara jelas dan gamblang isi atau kontek makalah yang dibuat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat makalah untuk memenuhinya diantara ciri-cirinya sebagai berikut:

a. Strukur sajian makalah yang dibuat
Dalam membuat karya ilmiah yang bagus harus memenuhi standar formalitasnya antara lain pada bagaian awalan ada: (pendahuluan, latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjuan pustaka, ada kajian teori menurut ahli, penutup, ada kesimpulan dan saran yang harus diberikan).

b. Komponen dan substansi isi
Pada penulisan karya ilmiah terdapat berbagai variasi yang ketat untuk diikuti penulis untuk menerapkan kaidah utamanya yang terdiri bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pembahan atau ulasan), dan penutup (kesimpulan dan saran), seyogyanya bahwa karya ilmiah yang bagus harus dibuat berdasarkan aturan baku, agar memenuhi kaidah yang bagus dan relevan sesuai dengan maksud dan tujuan serta melanggar unsur plagiarism.

c. Sikap penulis dalam menungkan isi
Bagi penulis karya ilmiah perlu sikap ynag dimiliki diantaranya obyektif, dengan penyampaian gaya bahasa impersonal, maksudnya penggunaan bahasanya bentuk pasif tanpa menggunakan kata ganti orang pertama ataupun kedua, hal ini harus diketahui oleh seorang penulis karya tulis ilmiah.

d. Penggunaan bahasa bagi penulis
Khusus untuk seorang penulis karya ilmiah harus dan wajib menggunakan bahasa baku (EYD atau yang terbaru PUBI) yang mana dalam penggunaan kata bahasa yang dipilih, baik kata kalimat harus ilmiah, efektif, efien dengan struktur kata SPOK nya jelas.

2. Mengapa akademisi diharapkan memilih karya tulis ilmiah?
Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab moralitas diri sebagai pendidik, guru, dosen dan peneliti bahwa ia memiliki tanggung jawab tri darma perguruan tinggi yang tersemat dipundaknya, sehingga ia wajib menjalan tuganya sebagai pengembang, penyusun dan penyebar ilmu pengetahuan yang ia miliki demi kemaslahatan umat manusia agar kehidupan ini bisa sejahtera, damai aman sentosa. Bagi akademisi tidak bisa lepas dari tingga unsure utama pendidikan dan pengajaran, penelitian atau research education, ketiga pengabdian masyarakat yang harus dilaksanakan dimanapun ia berada, karena keberadaan seoarang kademisi ditunggu-tunggu peran serta dalam kehidupan masyarakat, baik tenaganya, pikirannya, pengetahuannya, ilmunya dan ide, gagasannya serta konstribusi dan dedikasinya untuk umat manusia pada umumnya.

3. Bagaimana tahapan-tahap penulisan karya tulis ilmiah
Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam mereproduksi hasilan tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan, diantaranya:
a. Tahap persiapan atau perencanaan
Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat tersampaikan dengan adanya perencanaan, maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri).

b. Tahap pengumpulan informasi
Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini:
1) Manfaat perpustkaan
2) Memanfaatkan internet
3) Kelolah dan pilah bahan-bahan pustaka
4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase
5) Membuat kutipan
6) Membuat daftar isntrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan

c. Tahap Pelaksana Draf
Setelah direncanakan, selanjunta adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapakan bahan refrensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah.
Tahapan menulis draf
1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar
2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative
3) Konstrasikan pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik

Tahapan revisi
1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca
2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau refrensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi
3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan

Tahap penyuntingan
1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan).
2) Memperbaiki karagan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menaik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi

Tahap publikasi
1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain
2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.
d. Evaluasi
Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat karya tulis ilmiah, dengan melakukan evaluasi maka kita berarti ingin selalu melakukan perbaikan agar apa yang kita kerjakan menjadi terukur dan maksima. Adapun evaluasi yang lebih utama ada (fokus, pembangunan, organisasi, gaya kovensi).

Untuk mengetahui cara menulis karya ilmiah, kita harus tahu dulu jenis karya tulis ilmiah tersebut, karena dengan mengetahui, maka kita bisa melakukan klasifikasi apa yang mau kita kerjakan, misalnya kita membuat laporan penelitian lembaga dll. Untuk kita harus bisa membedakan dengan baik karya ilmiah yang mau kita buat seperti apa, diantara jenisnya ada jurnal, makalah seminar, skripsi, tesis, disertasi, kertas kerja dll.

1. Membuat Judul Karya Ilmiah
Langkah pertama dalam membuat karya ilmiah adalah membuat judul, judul yang diambil harus konkrit, tidak bias atau meluas serta menggambarkan ide dari hasil karya tulis ilmiah yang kita buat, untuk itu kita perlu menentukan tema terdahulu sebelum kita membuat judul karya tulis ilmiah.

2. Memberikan isi latar belakang yang bagus
Latar belakang masalah sudah menjadi bagian utama penelitian, yang bertujuan supaya yang membaca memiliki pemahaman awal mengenai ulasan karya ilmiah yang kita buat, dalam isi latar belakang berkaitan dengan esensi idealitas masalah, fakta masalah, data, analisis, solusi serta (steat of the arts) penelitian terdahulu yang memperkuat masalah yang perlu dilakukan.

3. Membuat rumusan masalah
Rumusan masalah menjadi bagian terpenting dari penelitian yang melingkupi apa yang mau di teliti serta dikaji dari karya ilmiah yang kita buat, yang merumuskan masalah ialah dengan menghadapkan sebuah hal yang ideal terhadap realitas yang terjadi dilapangan, maka yang harus diperhatikan ialah memperhatikan apa yang mau dibuat serta dilakukan untuk dipecahkan masalahnya. Pada rumusan masalah kata Tanya yang laing efektif ialah dengan tiga hal yang paling penting untuk merumuskan masalah tersebut ialah apa, mengapa dan bagaimana, tiga kata tersebut sudah mewakili apa yang mau dicari serta dibongkar.

4. Membuat pembahasan yang sederhana dan sesuai dengan fariabel judul
Untuk karya ilmiah yang perlu dipersiapkan penulis adalah memberikan analisis bahasan yang dilakukan untuk memperkuat argumentasi dan diskusiilmiah yang dilakukan yang kita buat, caranya dengan menerapkan beberapa hal ideal dengan fakta yang pastinya ada beberapa faktor yang mempengarhui maupun menghalanginya.

5. Membuat kesimpulan
Cara membuat karya tulis ilmiah yang paling akhir dan terpenting adanya kesimpulan yang diberikan untuk membuat pembaca memahami maksud dari apa yang diteliti maupun dibuat dari tulisan, sehingga paham akan tujuan karya yang ditulis tersebut.

4. Adapun sistematika penulisan karya ilmiah sebagai berikut:
1. Bagian pembuka
Adapun bagian pembuka yang ada didalam karya ilmiah terdiri dari: sampul, halaman judul, dan juga halaman pengesahan, dan juga ada abstraksi dalam 1 atau 2 bahasa, kata pengantar serta daftar isi

2. Bagian isi
Pada sistematika pembuatan karya tulis ilmiah pada bagian isi harus terdiri dari pendahuluan, adanya latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah dan pembahasan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan dan siginifikasinya serta metode yang digunakan diantaranya: Pendahuluan (latar belakang masalah, perumusan masalah, pembahasan atau pembatasan masalah, tujuan dari penelitian, manfaat penelitian, kajian teori atau tinjauan kepustakaan, pembahasan teori, kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan, pengajuan hipotesis).

3. Pembahasan
Untuk isi pada bagian pembahasan karya tulis ilmiah harus mencantumkan kajian teori atau tinjuan pustaka yang disesuai dengan fariabel yang dikaji serta dijelaskan untuk memberikan argumentasi keilmuan dan kerangka pemikiran serta pengajuan hipotesis masalah yang diteliti. Melihat hal itu maka dalam pembahasan haruslah dijelaskan secara terperincih dan jelas serta perlu memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah baku sesuai aturan serta memenuhi unsure ke-ilmiahan.

4. Metodologi penelitian
Metodologi ilmiah merupakan alat analisis atau pisau analisis yang bekerja dalam penelitian yang digunakan untuk melakukan kinerja penelitian yang dilakukan, pada tahapan metodologi ini kita perlu mencantumkan waktu & tempat objek penelitian, bagimana metode dan rancangan penelitian, apa saja populasi & sampelnya berapa jumlahnya, serta bagaimana instrument penelitian dan pengumpulan data dan analisis reduksi data yanga akan dilakukan dalam penelitian, sehingga jelas arah tujuan serta maksud dari penelitian yang Anda lakukan tersebut. Adapun yang perlu ada pada metodologi penelitiannya: (waktu serta tempat penelitian. metode dan rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data dan analisis data, hasil penelitian, jabaran varibel penelitian, hasil penelitian, pengajuan hipotesis, diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya).

5. Hasil penelitian
Pada bagian hasil penelitian peneliti harus menyertakan jabaran variable penelitian, bagaimana hasil penelitian, pengajuan hipotesisnya, tentang tanggapan diskusi penelitian yang diberikan, memberikan pandangan teoritis terkait hasil yang sudah didapatkan kemudian melakukan memberikan kesimpulan mengenai apa telah didapat dari hasil meneliti tersebut.

6. Bagian penutup
Adapun bagian penutup dalam karya tulis ilmiah, adanya bab akhir penutup yang berisikan kesimpulan dan saran serta implikasi penelitian yang didapat.

7. Bagian penunjang
Pada bagian penunjang yang ada dalam karya ilmiah adalah adanya lampiran, seperti daftar pustaka, lampiran instrument penelitian, dan juga daftar table, daftar gambar, daftar bagan yang bisa memberikan penjelasan pada pembaca karya tulis ilmiah Anda.

Adapun jenis karya tulis ilmiah yang bisa dibuat berdasarkan kebutuhan tugasnya diantara (makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, resensi, artikel ilmiah atau jurnal ilmiah, referat, surat pembaca, monograf, kabilitasi, surat pembaca, laporan khusus, laporan tinjuan, dll), akan tetapi akan disebutkan beberapa saja:
1. Makalah
Karya tulis ilmiah yang biasa dikerjakan atau dibuat untuk memenuhi tugas mahasiswa pada tingkat semester 1  dan seterusnya, biasa berbentuk makalah atau paper lain, yang selalu menjadi tugas andalan atau tugas mingguan mahasiswa dalam memenuhi tugasnya. Kajian nya berkaitan tentang masalah ilmiah yang ada disekitar lingkungan kita, dan cara menulis ilmiahnya biasanya menggunakan ola pikir deduktif dan induktif, pada bagian pola berbpikir deduktif menggunakan cara berpikir umum ke khusus, yang ditarik kesimpulannya adalah khusus, sedangkan indikutif sebaliknya cara kerjanya ialah khusus ke umum yang menjadi simpulannya ialah cakupan umumnya yang lebih luas.

Dan jenis karya tulis ilmiah makalah, umumnya dijadikan syarat dalam memenuhi tugas, ujian dalam sebuah mata kuliah, mahasiswa dijuga dituntut untuk memecahkan masalah terkait masalah tersebut secara kaidah ilmiah dan syarat-syarat ilmiah, namun bahasanya juga digunakan dalam makalah harus sesuai dengan aturan baku dan tegas, lugas.

2. Kertas kerja
Jenis karya ilmiah kertas erja ditulis sesuai dengan data lapangan yang sifatnya empiria-objektif, hal ini berlaku pada kajian ilmiah bidang manajemen akuntansi ata teori akutansi, karya ilmiah ini berupak kertas kerja yang merupakan sebuah alat bantu dalam memudahkan susunan laporan keuangan. Kertas kerja dijadikan penutupan buku besar sebuah perusahaan, sehingga kertas merupakan media penyusunan laporan penelitian secara kompleks. Analisis yang digunakan membuat kertas kerja lebih mendalam dari pada membuat makalah, dan kertas kerja disajikan saat kegiatan seminar dan lokakarya berlangsung.

3. Skripsi
Jenis karya ilmiah skripsi yang ditulis mahasiswa tingkat strata 1 merupakan tugas wajib manakalah mau lulus dan selesai kuliah, karena menjadi prasyarat ketententuan yang wajib dipenuhi untuk institusi tempat kuliah, penelitian skripsi merupakan penelitian dalam skala kecil yang dilakukan akan tetapi tetap lebih mendalam dan disusun dalam bentuk laporan.

4. Tesis
Syarat utama mahasiswa magister S2 untuk mendapatkan gelarnya ialah harus membuat karya tulis ilmiah berupa tesis. Penelitian dilakukan dalam rangka penelitian untuk kelulusan magister yang lebih mendalam dari pada skripsi, karena tesis diaharpkan mampu memunculkan hasil yang didapat dari apa yang diteliti guna mendapatkan sebuah jawaban atas masalah yang dikaji. Karya ilmiah tesis berisi masalah pengetahuan baru bersifat empiric dan teoritik dari hasil penelitian sebelumnya. Yang dimaksud berisfat empiric ialah berasal adri pengalaman langsung ketika melalukan penelitian , sedangkan kalau teoritik ialah lebih ke pengujian yang dilakukan terhadap teori yang ada sebelumnya.
5. Disertasi
Disertasi merupakan karya tulis ilmiah untuk program doctor pada tingkat tertinggi diperguruan tinggi, dan isi didalam disertasi mengemukakan suatu dalil yang dibuktikan oleh penulis berdasrkan data, fakta yang falid dengan melakukan analisis terperinci, dengan bahasa lain bahwa karya tulis ilmiah disertasi merupakan karya yang memuat teori baru dengan menguji hipotesisi berdasrkan teori yang sudah ada sebleumnya yang dipaparkan, diskusikan didalamnya yang memuat argumentasi serta sanggahan dari guru besar atau promoter penguji suatu lembaga pendidikan tinggi.

Karya disertasi memiliki karakteristik tersendiri agar dapat kita membedakan dengan tesis maupun karya ilmiah lain, disertasi memiliki kefokusan pada kajian mengenai satu disiplin ilmu pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari. Kajian disertasi juga berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam dan terstruktur, dan juga karya ilmiah yang menggunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data skunder apabila diperlukan dan diharapkan, karya disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa inggris maupun yang lain dengan baik dan benar.

Dan yang terakhir, yaitu format buku dalam pemembuatan karya tulis atau makalah, yaitu : Ukuran kertas: A4 (kuarto), Jenis font: Times New Roman atau Verdana, Ukuran, font: 12, Spasi: 1,5, Jarak tepi (margin): kiri=4cm,, atas=4cm, kanan=3cm, bawah=3cm

Itulah beberapa unsure utama dalam menulis karya ilmiah yang baik, sesuai dengan kaidah dalam menulis karya ilmiah yang disepakti. Terima kasih atas perhatikan dan kunjungan Anda di website www.duniapgmi.com semoga makin menambah khazanah keilmuan dan wawasan kita bersama aamiiin…


Daftar Pustaka
1. Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2002. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Edisi Revisi 2012. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
2. Etty indriati, 2015. Menulis Karya Ilmiah : Artikel, Skripsi, Tesis Dan Disertasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Yunita t winarto, dkk, 2004 Karya Tulis Ilmiah Sosial: Menyiapkan, Menulis, Dan Mencermatinya, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
4. Dalman, 2012. Menulis Karya Ilmiah, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

By: Taseman, M.Pd.I

Berlangganan via Email